Berito.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang di picu oleh meluasnya konflik di Timur Tengah, harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak mengalami perubahan. Pada perdagangan Sabtu (21/3/2026), logam putih ini memilih jalan aman dengan mengikuti jejak emas yang juga menunjukkan grafik landai atau stagnan.
Bagi Anda yang berencana menambah portofolio aset aman (safe haven), pergerakan hari ini memberikan kesempatan untuk mencermati dinamika pasar sebelum mengambil keputusan besar.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga perak Antam masih tertahan di level Rp 46.650 per gram. Angka ini sama persis dengan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Berikut adalah rincian harga untuk ukuran perak batangan yang tersedia:
-
Perak Batangan 250 Gram: Rp 12.187.500
-
Perak Batangan 500 Gram: Rp 23.450.000
Selain batangan, Antam juga menyediakan perak dalam bentuk butiran murni dengan kadar 99,95 persen bagi keperluan industri maupun investasi skala besar.
Kontras Tajam dengan Pasar Global dan Dampak Perang Iran
Kondisi stagnan di pasar domestik berbanding terbalik dengan situasi di pasar internasional. Harga perak berjangka justru di laporkan anjlok lebih dari 2 persen ke level USD 69,66. Ini merupakan titik penutupan terendah sejak Desember tahun lalu.
Penurunan tajam ini tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak ekonomi akibat perang Iran. Ketegangan yang melibatkan AS-Israel dengan Iran telah memicu volatilitas tinggi, termasuk melonjaknya harga minyak dunia hingga menyentuh angka USD 112 pada sesi Jumat.
Langkah Agresif China dan Peringatan Goldman Sachs
Di sisi lain, permintaan fisik terhadap perak sebenarnya sedang sangat kuat, terutama dari China. Negeri Tirai Bambu tersebut mencatatkan rekor impor perak tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, China telah memboyong lebih dari 790 ton perak dari pasar luar negeri.
Namun, langkah China memperketat kontrol ekspor perak justru memicu kekhawatiran baru. Analis Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat memecah pasar perak global.
“Persediaan yang lebih tipis menciptakan kondisi untuk terjadinya tekanan. Risiko gangguan dapat mendorong pelaku pasar untuk mengamankan cadangan mereka sendiri daripada berbagi secara global,” tulis analis Goldman Sachs dalam laporan terbarunya.
Menurut mereka, pasar yang awalnya terintegrasi secara global kini berisiko berubah menjadi pasar regional yang terisolasi dan rentan terhadap fluktuasi harga lokal yang sangat tajam.
Tips Investasi Perak untuk Pemula
-
Diversifikasi Aset: Jangan letakkan semua dana di satu logam. Perak bisa menjadi pelengkap emas karena harganya yang lebih terjangkau namun memiliki fungsi industri yang kuat.
-
Pantau Harga Minyak dan Geopolitik: Perak seringkali bereaksi terhadap sentimen energi dan konflik global. Jika harga minyak naik tajam karena perang, biasanya logam mulia akan mengikuti fluktuasi tersebut.
-
Pilih Ukuran Batangan yang Tepat: Untuk pemula, ukuran 250 gram adalah titik awal yang baik untuk mendapatkan harga per gram yang lebih kompetitif dibandingkan ukuran eceran kecil.
(Nd)






