Berito.id – Siapa bilang mobil perkotaan kecil tidak bisa bicara banyak di lintasan balap tanah? Pereli asal Kalimantan Timur, Fadil Wijaya, baru saja mematahkan stigma tersebut. Mengandalkan Honda Brio yang telah di modifikasi khusus, ia sukses memborong trofi pada seri perdana Kejurnas Sprint Rally 2026 di Sport Center Sumut, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Tampil di Kelas F.3 yang terkenal kompetitif, Fadil yang berpasangan dengan navigator Awang Dedy menunjukkan bahwa strategi dan persiapan matang jauh lebih penting daripada sekadar kapasitas mesin yang besar.
Rahasia Dapur: Mesin Jazz dan Suspensi Aragosta
Turun di kelas yang di huni mobil berpenggerak roda depan (FWD) dengan kapasitas mesin hingga 2.500 cc, Honda Brio milik Fadil sekilas tampak seperti “kurcaci” di antara para raksasa. Namun, di balik kap mesinnya, tersimpan jantung pacu 1.5 liter milik Honda Jazz yang sudah di kalibrasi ulang.
Meski menghadapi lawan dengan spesifikasi lebih tinggi, Fadil mengaku tidak melakukan banyak ubahan radikal untuk musim 2026 ini. Ia memilih setia dengan racikan musim lalu yang terbukti tangguh.
“Mobil Brio ini perubahannya tidak banyak. Untuk mesin dan suspensi masih mengandalkan setup tahun lalu dan sudah optimal. Dari evaluasi, setup ini sudah sangat baik,” kata Fadil saat ditemui di sela-sela balapan yang berlangsung 11-12 April 2026 tersebut.
Untuk sektor kaki-kaki, Fadil mempercayakan suspensi Aragosta yang di setel oleh tangan dingin Arce Meyer dari bengkel Whooosah Tuning. Hasilnya, mobil tetap stabil saat melibas tikungan tajam dan gundukan di lintasan Sport Center Sumut.
Konsistensi di Lintasan Sport Center Sumut
Persaingan di Deli Serdang di ikuti oleh 51 peserta dari seluruh Indonesia. Fadil tampil sangat tenang sejak bendera start di kibarkan. Melalui empat Special Stage (SS), ia mencatatkan waktu yang sangat stabil, bahkan cenderung meningkat di beberapa sektor.
Catatan waktu Fadil pada SS1 berada di angka 5 menit 28,8 detik. Ia sempat mempertajam waktu di SS2 menjadi 5 menit 24,1 detik. Hingga akhir lomba, Fadil membukukan total waktu 21 menit 45,6 detik. Performa impresif ini membawanya finis di posisi ke-18 secara keseluruhan ( overall ) dan berhak atas podium pertama di Kelas F.3.
Keberhasilan ini sekaligus memecah kebuntuan Fadil. Pasalnya, pada musim-musim sebelumnya, ia kerap naik podium namun selalu gagal mengamankan posisi puncak.
Target 20 Besar yang Terlampaui
Kepercayaan diri menjadi kunci kemenangan Fadil. Sejak awal, ia sudah membidik target masuk 20 besar nasional berdasarkan hasil evaluasi selama sesi latihan.
“Saya memang menargetkan masuk 20 besar. Saat latihan, catatan waktu saya konsisten dan bisa memimpin. Jadi saat lomba, tugasnya tinggal mempertahankan performa,” pungkasnya. (Nd)






