Morgan Stanley Rilis Produk Dana Cadangan Khusus Penerbit Stablecoin

Wall Street Kian Akrab dengan Kripto, Morgan Stanley Siapkan Wadah Cadangan Stablecoin

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Morgan Stanley Rilis Produk Dana Cadangan Khusus Penerbit Stablecoin (Foto: AI)

Morgan Stanley Rilis Produk Dana Cadangan Khusus Penerbit Stablecoin (Foto: AI)

Berito.id – Arus integrasi keuangan tradisional dan aset digital memasuki babak baru. Morgan Stanley, raksasa investasi asal New York, resmi memperkenalkan Stablecoin Reserves Portfolio (MSNXX). Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk biasa, melainkan upaya serius menyediakan infrastruktur bagi penerbit stablecoin agar tetap patuh di bawah radar regulasi.

Produk ini beroperasi sebagai government money market fund yang bernaung di bawah Institutional Liquidity Funds Trust. Fokus utamanya jelas: menjaga stabilitas nilai aset bersih (NAV) tetap di level USD 1 sembari tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi para investor institusi.

Menjawab Tantangan GENIUS Act

Dunia kripto global kini tengah di bayangi pengetatan aturan. Peluncuran MSNXX di rancang khusus untuk memenuhi standar cadangan yang tertuang dalam GENIUS Act. Dengan instrumen ini, penerbit stablecoin memiliki opsi penyimpanan dana pendukung token yang legal dan terukur.

Baca Juga :  BBM dan LPG Nonsubsidi Melambung: Strategi Atur Budget Biar Mobilitas Tetap Jalan Tanpa Dompet Jebol

Fred McMullen, Co-Head of Global Liquidity Morgan Stanley, menyebut kehadiran produk ini adalah respons langsung terhadap menjamurnya penerbit aset digital. “Kami menghadirkan solusi investasi baru yang bertujuan memenuhi kebutuhan spesifik para penerbit stablecoin,” tegasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

Untuk menjamin keamanan, dana tersebut hanya di tempatkan pada aset-aset berisiko rendah. Portofolionya mencakup:

  • Kas tunai.

  • Surat utang Pemerintah AS (Treasury).

  • Perjanjian pembelian kembali (repurchase agreements).

Modernisasi Infrastruktur Keuangan

Kepala Digital Assets Morgan Stanley, Amy Oldenburg, memandang inovasi ini sebagai bagian dari evolusi sistem keuangan dunia. Menurutnya, bekerja berdampingan dengan penerbit stablecoin merupakan langkah krusial dalam memodernisasi infrastruktur finansial global.

Ambisi Morgan Stanley di sektor digital memang tak main-main. Sebelum MSNXX hadir, mereka telah lebih dulu meluncurkan Morgan Stanley Bitcoin Trust serta kelas saham DAP. Strategi jangka panjang ini mempertegas posisi perusahaan dalam memperluas kapasitas likuiditas di ekosistem kripto.

Baca Juga :  BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda

Polemik Bunga Stablecoin

Meski langkah Morgan Stanley dinilai progresif, riak perdebatan masih terjadi di Washington. Sejumlah institusi perbankan khawatir stablecoin yang memberikan imbal hasil (yield) akan menguras likuiditas dari rekening tabungan konvensional.

Bank-bank besar menilai fenomena ini bisa mengganggu sumber pembiayaan perbankan tradisional. Namun, para ekonom Gedung Putih cenderung melihat dari sisi konsumen. Mereka berpendapat bahwa pelarangan fitur imbal hasil justru akan menghilangkan manfaat bagi publik tanpa memberi dampak proteksi yang signifikan bagi perbankan.

Di tengah tarik-ulur regulasi tersebut, MSNXX muncul sebagai jembatan yang menawarkan kepastian hukum bagi para pemain besar di industri aset digital. ***

Berita Terkait

Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Bank Mandiri Catat Laba Naik 25 Persen, Kredit dan Aset Makin Kuat
BI Pertahankan BI Rate 5,75 Persen, Ekonom Soroti Stabilnya Rupiah
Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Bank Mandiri Catat Laba Naik 25 Persen, Kredit dan Aset Makin Kuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

BI Pertahankan BI Rate 5,75 Persen, Ekonom Soroti Stabilnya Rupiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Berita Terbaru

IPDN Luluskan 1.404 Mahasiswa, Tito Tekankan Ilmu Pemerintahan
(Foto: KOMPAS/Fristin Intan Sulistyowati
/AI)

Nasional

IPDN Luluskan 1.404 Mahasiswa, Tito Tekankan Ilmu Pemerintahan

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:33 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
(Foto: Google/liputan6
/AI)

Teknologi

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:00 WIB

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu
(Foto: kapanlagi/sisipublik
/AI)

Showbiz

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:00 WIB