Berito.id – Wajah ajang kecantikan di Tanah Air kini benar-benar bergeser. Tidak lagi melulu soal estetika, para perempuan muda di panggung Puteri Indonesia 2026 membuktikan bahwa mereka adalah pemikir kritis yang siap membawa solusi bagi persoalan bangsa.
Melalui kolaborasi PT Netzme Kreasi Indonesia dan Yayasan Puteri Indonesia, ajang Women Empowerment Journey: Crown of Impact x The 5th Motion Challenge (Mocha) menjadi saksi betapa tajamnya inovasi yang ditawarkan 45 finalis tahun ini. Bertempat di Teater Wahyu Sihombing, mereka membedah program advokasi yang berfokus pada keberlanjutan dan dampak sosial nyata.
Ubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Cheryl Lidia Regar. Perwakilan Kalimantan Timur ini sukses menyabet penghargaan Best Advokasi berkat platform CIRO WASTE (CIROES).
Gagasannya cukup berani: menggabungkan teknologi digital dengan ekonomi sirkular. Lewat platform ini, pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan peluang ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Inovasi ini dianggap sangat relevan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang tengah menjadi tren global.
Netzme pun tidak main-main memberikan dukungan. Mereka menyiapkan investasi dan pendampingan khusus agar CIRO WASTE tidak berhenti sebagai ide di atas kertas, tapi bertransformasi menjadi gerakan masif di lapangan.
Melampaui Sekadar Kompetisi Ide
Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Anjani, menekankan bahwa standar tahun ini jauh lebih tinggi. Para finalis didorong untuk menciptakan ekosistem yang mampu mengubah gagasan menjadi aksi konkret.
“Ajang ini dirancang untuk melampaui kompetisi ide. Kami mendorong para finalis menghadirkan program advokasi yang tidak hanya relevan, tetapi punya dampak jangka panjang,” tegas Kusuma Anjani.
Hal senada diungkapkan CEO Netzme, Vicky Ganda Saputra. Ia ingin menciptakan standar baru dalam mengukur dampak sosial sebuah program. Menurutnya, tantangan bagi para perempuan ini adalah bagaimana membuat program yang terukur dari sisi kemanusiaan sekaligus berkelanjutan secara bisnis.
Kemampuan ‘Pitching’ dan Bisnis Sosial
Ide brilian tentu akan sia-sia jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Di sinilah peran Public Speaking Coach TalkUp.id, Janu Saputra. Ia menggembleng para finalis agar mampu melakukan pitching layaknya pengusaha startup di depan investor.
Tujuannya jelas: agar para finalis bisa membangun model bisnis sosial yang mandiri. Dengan begitu, program mereka tetap berjalan meski masa jabatan sebagai Puteri Indonesia telah usai. Ini adalah pergeseran besar dari sekadar kegiatan amal (charity) jangka pendek menuju pemberdayaan yang inklusif.
Dukungan Publik Masih Terbuka
Masyarakat pun diajak terlibat langsung dalam menentukan arah perubahan ini. Anda masih memiliki kesempatan memberikan dukungan kepada finalis favorit melalui voting resmi. Pemenang akan diumumkan pada malam puncak Grand Final Puteri Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026.
Tips Praktis bagi Perempuan Agen Perubahan: Jika Anda ingin memulai langkah serupa seperti para finalis, fokuslah pada persoalan di sekitar Anda yang paling mendesak. Gunakan perangkat digital sederhana untuk mulai mendokumentasikan atau membangun komunitas kecil. Konsistensi dalam dampak kecil seringkali menjadi fondasi bagi gerakan yang lebih besar. (Nd)






