Berito.id – Samsung di kabarkan tengah menyiapkan teknologi pendingin baru untuk ponsel Galaxy generasi mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi masalah penurunan performa atau throttling yang masih sering terjadi pada chipset flagship saat suhu perangkat meningkat.
Samsung Bentuk Tim Khusus Riset Pendinginan
Laporan dari Korea Selatan menyebut Samsung telah membentuk tim penelitian khusus di Production Technology Research Institute. Tim tersebut fokus mengembangkan berbagai metode pendinginan aktif, termasuk teknologi liquid cooling dan air cooling.
Direktur Laboratorium Production Technology Research Institute, Park Min, mengatakan penelitian saat ini berfokus pada sistem pendingin cair yang terhubung langsung dengan chipset. Teknologi tersebut di harapkan mampu menyalurkan panas secara lebih efektif.
Cara Kerja Liquid Cooling dan Air Cooling
Sistem liquid cooling bekerja dengan mengalirkan cairan dalam sirkulasi tertutup di dalam perangkat untuk menyerap dan membuang panas. Metode ini di nilai lebih efektif dalam menjaga suhu komponen penting tetap stabil.
Sementara itu, air cooling memanfaatkan aliran udara untuk mendinginkan perangkat. Meski cukup efektif, penggunaan kipas berpotensi menambah bobot perangkat dan menghasilkan suara saat beroperasi.
Teknologi Sudah Di gunakan Sejumlah Produsen
Teknologi pendingin aktif sebenarnya bukan hal baru di industri smartphone. Beberapa produsen seperti Oppo dan Vivo telah menghadirkan perangkat dengan sistem air cooling.
Di segmen ponsel gaming, Nubia melalui lini RedMagic bahkan telah menggabungkan teknologi liquid cooling dan air cooling. Keberhasilan tersebut menunjukkan teknologi serupa memungkinkan untuk diterapkan pada perangkat Samsung di masa depan.
Penting untuk Gaming dan AI
Saat ini Samsung sudah menggunakan sistem pendingin vapor chamber pada sejumlah perangkatnya. Selain itu, chipset Exynos 2600 juga di bekali teknologi Heat Pass Block yang di klaim mampu menjaga suhu lebih rendah di bandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Ke depan, sistem manajemen panas di perkirakan menjadi salah satu faktor utama pada ponsel flagship. Selain mendukung pengalaman gaming yang stabil, teknologi ini juga penting untuk menjalankan fitur AI langsung di perangkat tanpa mengalami penurunan performa.
Meski demikian, pengembangan teknologi pendingin baru tersebut masih berada pada tahap awal. Samsung juga belum mengungkap perangkat Galaxy mana yang akan menjadi yang pertama menggunakan sistem liquid cooling ini.
(Aat/*)






