Rupiah Tembus Rp 17.300 per Dolar AS, Bank Indonesia Mulai Intervensi Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Tembus Rp 17.300 per Dolar AS, Bank Indonesia Mulai Intervensi Pasar (Foto: AI)

Rupiah Tembus Rp 17.300 per Dolar AS, Bank Indonesia Mulai Intervensi Pasar (Foto: AI)

Berito.id – Layar monitor perdagangan valuta asing memerah pagi ini. Nilai tukar rupiah merosot tajam hingga menembus level psikologis Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (23/4/2026). Angka ini mencerminkan tekanan berat yang menghantam pasar keuangan domestik akibat sengatan ketidakpastian global.

Data Trading Economics menunjukkan mata uang Garuda sempat terkapar di level Rp 17.300 pada pukul 09.00 WIB, sebelum sedikit tertahan di kisaran Rp 17.295 menjelang siang. Pelemahan sebesar 108 poin atau 0,63 persen ini memaksa otoritas moneter bergerak lebih lincah di pasar.

Respons Cepat Bank Indonesia

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengakui bahwa guncangan hari ini tidak lepas dari tren regional yang ikut terpuruk. Ketidakpastian global menjadi motor utama yang menekan mata uang di kawasan Asia.

Baca Juga :  Klaim Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 7 Mei 2026

“Tekanan terhadap rupiah hari ini di pengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional,” ujar Destry Kamis (23/4/2026).

Meski tampak mengkhawatirkan, BI mencatat pelemahan rupiah secara year-to-date berada di angka 3,54 persen. Destry menilai angka ini masih dalam batas wajar jika di komparasi dengan negara-negara tetangga yang mengalami nasib serupa akibat dominasi Greenback.

Strategi Intervensi di Berbagai Lini

Bank Indonesia tidak tinggal diam melihat volatilitas yang tinggi. Langkah stabilisasi kini di tingkatkan intensitasnya. Intervensi di lakukan secara berlapis, mulai dari pasar offshore hingga domestik.

“Langkah stabilisasi di lakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,” tegas Destry.

Baca Juga :  OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi 2025

BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter. Tujuannya jelas: menjaga daya tarik aset dalam negeri agar investor tidak kabur ke luar negeri, terutama saat konflik di Timur Tengah masih membayangi stabilitas finansial dunia.

Fondasi Cadangan Devisa Masih Kokoh

Di tengah gempuran faktor eksternal, Indonesia masih memiliki bantalan ekonomi yang cukup tebal. Posisi cadangan devisa (CadeV) per akhir Maret 2026 tercatat sebesar USD 148,2 miliar.

Angka jumbo tersebut menjadi modal utama BI untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan stabilitas eksternal tetap terjaga. BI memastikan akan selalu hadir di pasar untuk mengambil langkah terukur guna membendung pelemahan lebih dalam. Kondisi fundamental ini diharapkan mampu meredam kepanikan pelaku pasar di tengah fluktuasi nilai tukar yang kian dinamis. ***

Berita Terkait

Tren Bunga Kredit Perbankan Menurun, Momentum Tepat Genjot Pembiayaan Usaha
Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Pidato Viral Prabowo Terkait Dolar di Pedesaan
Elon Musk Pertahankan Kepemilikan Saham Jelang IPO Raksasa SpaceX Juni 2026
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram
Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama
OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:07 WIB

Tren Bunga Kredit Perbankan Menurun, Momentum Tepat Genjot Pembiayaan Usaha

Senin, 18 Mei 2026 - 19:05 WIB

Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Pidato Viral Prabowo Terkait Dolar di Pedesaan

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:08 WIB

Elon Musk Pertahankan Kepemilikan Saham Jelang IPO Raksasa SpaceX Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:02 WIB

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram

Berita Terbaru