Ripple Ungkap Transaksi Stablecoin 2025 Tembus USD 33 Triliun, Lampaui Kartu Kredit

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ripple Ungkap Transaksi Stablecoin 2025 Tembus USD 33 Triliun, Lampaui Kartu Kredit (Foto: Ai)

Ripple Ungkap Transaksi Stablecoin 2025 Tembus USD 33 Triliun, Lampaui Kartu Kredit (Foto: Ai)

Berito.id – Era dominasi kartu kredit dalam transaksi global mulai goyah. Data terbaru Ripple mencatat volume transaksi menggunakan stablecoin telah menyentuh angka fantastis USD 33 triliun atau setara Rp 51.756 triliun sepanjang 2025. Angka ini secara resmi melewati total volume transaksi kartu kredit secara global, menandakan pergeseran besar dalam cara uang bergerak di seluruh dunia.

Bukan Lagi Masa Depan, Tapi Realita Perbankan

Lembaga keuangan global saat ini tidak lagi memandang aset digital sebagai eksperimen. Mereka mulai mengintegrasikan berbagai jenis stablecoin seperti USDC, USDT, hingga EURC untuk kebutuhan operasional harian. Strategi ini di ambil untuk menyesuaikan regulasi dan koridor transaksi di berbagai wilayah tanpa harus bergantung pada satu aset tunggal.

“Ini bukan gambaran masa depan, ini adalah cara pembayaran sudah berjalan saat ini,” tegas Ripple dalam laporan resminya (27/4/2026). Penggunaan teknologi blockchain memungkinkan penyelesaian transaksi (settlement) terjadi nyaris instan, memangkas birokrasi sistem perbankan tradisional yang seringkali memakan waktu hari kerja dan biaya koresponden yang mahal.

Baca Juga :  Cara Dapat Saldo DANA Gratis 2026: Modal HP dan Kuota, Cair dalam Hitungan Menit

Hong Kong Ambil Langkah Berani

Kejelasan regulasi menjadi bahan bakar utama adopsi ini. Di Asia, Hong Kong baru saja menerbitkan lisensi pertama untuk penerbitan stablecoin yang di dukung mata uang fiat. Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) memberikan restu kepada HSBC dan usaha patungan Standard Chartered (Anchorpoint Financial) untuk menerbitkan stablecoin berbasis dolar Hong Kong.

Langkah ini sangat strategis. HSBC berencana mengintegrasikan aset digital ini langsung ke aplikasi mobile banking mereka. Artinya, nasabah ritel nantinya bisa melakukan pembayaran peer-to-peer hingga investasi yang di tokenisasi dengan stabilitas nilai mata uang lokal namun dengan kecepatan teknologi kripto.

Infrastruktur Multi-Aset Jadi Penentu

Dunia kini bergerak menuju sistem pembayaran multi-aset. Perusahaan tidak lagi mencari satu stablecoin terbaik, melainkan mencari infrastruktur yang mampu menangani berbagai jenis aset secara bersamaan. Ripple menyoroti bahwa pemenang di industri ini adalah mereka yang memiliki sistem adaptif terhadap likuiditas dan biaya transaksi yang dinamis.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram Hari Ini, Sabtu 18 April 2026

Dukungan regulasi seperti GENIUS Act di Amerika Serikat dan kerangka MiCA di Eropa semakin memperkuat posisi stablecoin sebagai pilar baru keuangan Web3. Bagi pelaku industri, fleksibilitas untuk memilih aset berdasarkan biaya terendah dan kecepatan tertinggi adalah keunggulan kompetitif yang tidak bisa lagi di tawar oleh sistem perbankan lama.

Tips Transaksi: Bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan stablecoin untuk pengiriman dana, pastikan menggunakan jaringan (network) yang di dukung oleh bursa atau dompet penerima untuk menghindari kehilangan aset. Selalu periksa biaya gas fee yang bervariasi antara jaringan Ethereum (ERC-20), Tron (TRC-20), atau Polygon. ***

Berita Terkait

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.217, Transaksi Tembus Rp1,64 Triliun Pagi Ini
Saham BBCA Sentuh Level Terendah, Ini Penyebabnya
Cukup Main RPG, Saldo Kripto Mengalir Tanpa Keluar Modal Sepeserpun
Strategi Jitu Mengelola Game Penghasil Uang Agar Bisa Withdraw Setiap Hari
Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard
Update Harga Pangan 26 April 2026, Telur Ayam Rp31.950 per Kg, Segini Harga Cabai Rawit Merah
Strategi SEO Shopee Terbaru 2026, Cara Jitu Produk Muncul di Halaman Depan Tanpa Iklan
Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia April 2026: Rupiah Masuk Peringkat 5
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 10:30 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.217, Transaksi Tembus Rp1,64 Triliun Pagi Ini

Senin, 27 April 2026 - 09:39 WIB

Saham BBCA Sentuh Level Terendah, Ini Penyebabnya

Senin, 27 April 2026 - 08:00 WIB

Strategi Jitu Mengelola Game Penghasil Uang Agar Bisa Withdraw Setiap Hari

Senin, 27 April 2026 - 06:30 WIB

Ripple Ungkap Transaksi Stablecoin 2025 Tembus USD 33 Triliun, Lampaui Kartu Kredit

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard

Berita Terbaru

Saham BBCA Sentuh Level Terendah, Ini Penyebabnya (Foto: Ai)

Finansial

Saham BBCA Sentuh Level Terendah, Ini Penyebabnya

Senin, 27 Apr 2026 - 09:39 WIB