Berito.id – Pernahkah Anda membayangkan sedang menerima penghargaan bergengsi atau bekerja di perusahaan impian, padahal realitanya saat ini masih berjuang dengan tumpukan tugas? Di media sosial, fenomena ini akrab di sebut “Delulu” (singkatan dari delusional).
Bagi sebagian orang, istilah ini terdengar konyol. Namun, bagi Gen Z dan milenial, jargon “Delulu is the solulu” (khayalan adalah solusinya) telah bergeser menjadi sebuah mekanisme pertahanan diri sekaligus strategi untuk meraih ambisi. Menariknya, sains punya penjelasan mengapa cara ini terkadang membuahkan hasil.
Sains di Balik Kekuatan Imajinasi
Secara psikologis, berkhayal positif atau yang sering di sebut dengan creative visualization mampu mempengaruhi cara kerja otak. Saat seseorang membayangkan sebuah kesuksesan secara detail, otak melepaskan dopamin, hormon yang bertanggung jawab atas rasa senang dan motivasi.
Berdasarkan penelitian di bidang neuropsikologi, otak manusia terkadang sulit membedakan antara ingatan nyata dengan imajinasi yang sangat intens. Ketika Anda “berpura-pura” sudah berada di posisi sukses, Anda secara tidak sadar melatih sistem saraf untuk lebih siap menghadapi tantangan yang sebenarnya.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri (Self-Efficacy)
Khayalan positif membantu seseorang membangun self-efficacy atau keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Dengan merasa bahwa kesuksesan adalah hal yang mungkin diraih, level kecemasan akan menurun.
“Ketika kita memvisualisasikan hasil yang baik, kita sebenarnya sedang memprogram ulang pola pikir agar lebih peka terhadap peluang yang ada di sekitar,” ungkap seorang pakar psikologi klinis dalam sebuah studi mengenai perilaku kognitif.
Perbedaan Antara ‘Delulu’ Sehat dan Penyangkalan
Meskipun bermanfaat, ada batasan tipis antara motivasi dan penyangkalan realita. Khayalan positif yang sehat berfungsi sebagai bahan bakar untuk bertindak, bukan sekadar pelarian dari kenyataan pahit tanpa ada usaha nyata.
Berikut adalah beberapa tips agar khayalan positif Anda benar-benar menjadi kunci sukses:
-
Gunakan Detail yang Spesifik: Jangan hanya membayangkan “sukses”, tapi bayangkan detail prosesnya.
-
Imbangi dengan Action: Khayalan tanpa rencana kerja hanyalah lamunan kosong. Gunakan rasa percaya diri dari hasil berkhayal untuk mengambil langkah berani.
-
Evaluasi Realita: Tetap sadar akan hambatan yang ada agar Anda bisa menyiapkan strategi mitigasi.
Manifestasi Sebagai Alat ‘Survive’ Anak Muda
Di tengah tingginya persaingan kerja dan tuntutan ekonomi, tren “delulu” menjadi oase bagi anak muda untuk tetap memiliki harapan. Ini adalah bentuk optimisme radikal. Saat dunia terasa sempit, memperluas cakrawala lewat imajinasi menjadi langkah awal untuk menciptakan realita yang lebih baik.
Jadi, tidak perlu malu jika sesekali Anda di anggap terlalu optimis atau sedikit “halu”. Selama itu memicu Anda untuk bangun lebih pagi dan bekerja lebih keras, mungkin saja khayalan Anda adalah jembatan menuju masa depan yang nyata. (Nd)






