Bahung Basilo, Destinasi Wisata di Renah Kayu Embun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahung Basilo, Destinasi Wisata di Renah Kayu Embun (Dok. Bahung Basilo/britainaja.com)

Bahung Basilo, Destinasi Wisata di Renah Kayu Embun (Dok. Bahung Basilo/britainaja.com)

Berito.id – Jika hiruk-pikuk kota mulai terasa menyesakkan, sejenak arahkan kendaraan Anda menuju Desa Renah Kayu Embun (RKE). Di ketinggian Kecamatan Kumun Debai, terdapat sebuah permata tersembunyi bernama Bahung Basilo. Destinasi ini menawarkan kemewahan yang sulit di temukan di kota besar: udara murni tanpa polusi, suara aliran sungai, dan kehangatan tradisi lokal yang menyentuh hati.

Berjarak sekitar 13 kilometer atau 45 menit perjalanan dari pusat Kota Sungai Penuh, perjalanan menuju lokasi ini akan membawa Anda membelah perbukitan yang asri. Nama Bahung Basilo sendiri merujuk pada kearifan lokal. Dalam bahasa Kerinci, “Bahung” berarti gubuk bambu, sementara “Basilo” berarti duduk bersila. Sebuah undangan terbuka bagi siapa pun untuk duduk santai dan melepaskan penat.

Harmoni Alam dan Edukasi di Kebun Kopi

Begitu menjejakkan kaki di area wisata, hijaunya hamparan perkebunan langsung menyapa mata. Berbeda dengan tempat wisata komersial pada umumnya, Bahung Basilo mengusung konsep agrowisata terpadu. Anda tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan ekosistem pertanian setempat.

Para petani lokal di sini sangat terbuka membagikan ilmu mereka. Pengunjung bisa belajar cara merawat pohon kopi Robusta yang legendaris, mengenali pohon kulit manis (cinnamon), hingga melihat langsung berbagai tanaman rempah. Pengalaman edukatif ini menjadikan Bahung Basilo pilihan tepat bagi keluarga yang ingin mengenalkan dunia agraris kepada anak-anak sejak dini.

Baca Juga :  AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029

Sensasi “Cibur” di Air Pegunungan yang Jernih

Magnet utama tempat ini adalah aliran sungainya yang dangkal dan sangat jernih. Airnya berasal langsung dari mata air pegunungan, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan tubuh. Warga lokal menyebut aktivitas berendam santai di sini dengan istilah “cibur”.

Kejernihan airnya bahkan menggoda banyak wisatawan untuk membawanya pulang dalam kemasan botol. Selain aman untuk bermain air bagi anak-anak, Anda juga bisa mencoba aktivitas memancing di spot-spot khusus yang telah disiapkan oleh pengelola.

“Bahung Basilo adalah ruang belajar tentang hidup harmonis dengan alam. Pengunjung ikut serta dalam pelestarian lingkungan melalui keterlibatan aktif masyarakat sekitar,” ungkap pengelola dalam narasinya mengenai destinasi berbasis komunitas ini.

Mencicipi Kopi Kamo dan Fasilitas Pengunjung

Lelah bermain air, saatnya bersantai di saung bambu sambil menikmati kuliner khas. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi minuman dari daun kamo, herbal tradisional yang disajikan unik menggunakan tempurung kelapa. Wangi kopi lokal yang diseduh secara tradisional juga siap menemani momen santai Anda di tepi sungai.

Baca Juga :  10 Aplikasi Edit Foto Terunggul, Solusi Visual Profesional di Genggaman

Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola telah menyediakan fasilitas yang cukup mumpuni:

  • Tiket Masuk: Rp 10.000 per orang.

  • Fasilitas: Area parkir (motor & mobil), toilet, musala, dan gazebo bambu.

  • Jam Operasional: 10.00 – 17.00 WIB (hari kerja) dan 08.00 – 17.00 WIB (akhir pekan).

Tips Penting Sebelum Berkunjung:

Agar agenda healing Anda berjalan lancar, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Gunakan Kendaraan Prima: Jalur menuju lokasi memiliki beberapa tanjakan curam, terutama setelah melewati area Bukit Khayangan.

  2. Bawa Baju Ganti: Sangat di sayangkan jika Anda sampai di sini tanpa merasakan kesegaran air sungainya.

  3. Pakaian Hangat & Alas Kaki: Suhu di Renah Kayu Embun cukup dingin, dan area sekitar sungai mungkin sedikit licin.

  4. Jaga Kebersihan: Sebagai ekowisata, pengunjung sangat di wajibkan membawa pulang sampah mereka masing-masing demi menjaga kelestarian mata air.

Bahung Basilo bukan sekadar tempat berfoto, melainkan ruang refleksi untuk kembali menghargai alam. Dengan dukungan penuh dari komunitas lokal, destinasi ini menjadi bukti bahwa wisata dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan. (Nd)

Berita Terkait

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang
Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk
Rekomendasi Wisata Alam Pinggir Kota untuk Liburan Singkat, Healing Tanpa Perlu Ambil Cuti
5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi
Tren Liburan Gen Z Bergeser, Kini Cari Pengalaman yang Lebih Bermakna
5 Destinasi Wisata Dekat Sydney untuk Liburan Alam dan Kuliner
Beach Club Rooftop Surabaya dengan Sunset Memukau
Piala Dunia 2026 Dongkrak Wisata Cape Verde
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:00 WIB

Rekomendasi Wisata Alam Pinggir Kota untuk Liburan Singkat, Healing Tanpa Perlu Ambil Cuti

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:00 WIB

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:00 WIB

Tren Liburan Gen Z Bergeser, Kini Cari Pengalaman yang Lebih Bermakna

Berita Terbaru