Berito.id – Bagi investor saham, mendapatkan dividen ibarat menerima “gaji tambahan” tanpa harus bekerja. Menariknya, di Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak semua emiten hanya membagikan laba setahun sekali. Sejumlah perusahaan justru di kenal royal dengan menebar dividen hingga dua atau tiga kali dalam satu tahun kalender.
Fenomena ini sering menjadi incaran para dividend hunter yang mengincar arus kas (cash flow) rutin. Meski jumlah emiten di bursa terus bertambah mencapai 950 lebih perusahaan, hanya segelintir yang konsisten menjaga tradisi pembagian dividen interim (tengah tahun) dan final.
Berikut adalah daftar saham yang tercatat rajin membagikan laba lebih dari sekali setahun berdasarkan performa terbarunya hingga awal 2026:
Jagoan Perbankan: Stabil dan Terukur
Sektor perbankan, khususnya kelompok bank besar (Big Caps), hampir selalu menjadi tulang punggung portofolio dividen.
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Sebagai bank dengan fokus UMKM, BBRI rutin membagikan dividen dua kali setahun. Pada 15 Januari 2026 lalu, BBRI baru saja mencairkan dividen interim sebesar Rp137 per lembar saham.
-
BBCA (Bank Central Asia): Saham blue chip idola investor ini juga tak absen. BBCA konsisten membagi dividen interim di akhir tahun dan dividen final di kuartal kedua tahun berikutnya. Dengan layanan digital yang masif, profitabilitas BCA tetap terjaga untuk menyokong pembagian laba ini.
Sektor Energi dan Tambang: Si Paling Agresif
Emiten tambang sering kali memberikan kejutan dengan frekuensi pembagian yang lebih banyak, terutama saat harga komoditas melambung.
-
GEMS (Golden Energy Mines): Saham ini di kenal sangat royal. Pada periode sebelumnya, GEMS bahkan mampu membagikan dividen hingga 4 kali (3 kali interim dan 1 kali final).
-
BSSR (Baramulti Suksessarana): Tidak kalah agresif, BSSR sering menebar dividen 3 kali setahun. Teranyar, pada 15 Januari 2026, mereka membagikan dividen interim senilai Rp127,4 per lembar.
-
ADRO (Adaro Energy Indonesia): Melalui produk unggulannya Envirocoal, Adaro rutin membagikan laba dua kali setahun, memberikan kepastian bagi investor jangka panjang.
Barang Konsumsi dan Multisektor yang Defensif
Bagi investor yang profil risikonya lebih rendah, sektor konsumsi dan multisektor menawarkan stabilitas.
-
ASII (Astra International): Raksasa multisektor ini rutin membagikan dividen pada bulan Juni (final) dan Oktober (interim). Diversifikasi bisnis di bidang otomotif hingga jasa keuangan membuat arus kas Astra tetap kokoh.
-
UNVR (Unilever Indonesia): Meski menghadapi dinamika pasar, Unilever tetap menjaga tradisi pembagian laba dua kali setahun. Produk kebutuhan pokok yang di gunakan jutaan masyarakat Indonesia menjadi mesin uang utama emiten ini.
-
AVIA (Avia Avian): Emiten cat milik konglomerat Hermanto Tanoko ini juga mulai rutin membagikan laba dua kali setahun, memperkuat posisinya di sektor bahan baku.
Tips Tambahan: Jangan Terjebak ‘Dividend Trap’
Rifda Arum, praktisi pasar modal, dalam ulasannya mengingatkan bahwa frekuensi pembagian dividen bukanlah satu-satunya parameter. Investor perlu melihat kekuatan fundamental perusahaan.
“Penting untuk mempertimbangkan konsistensi pembagian dividen setiap tahun serta kekuatan fundamental berupa arus kas positif dan laba bersih yang bertumbuh,” tulisnya dalam laporan edukasi.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai adalah Dividend Trap, yakni kondisi di mana harga saham merosot tajam setelah tanggal ex-date (hari di mana investor tidak lagi berhak mendapat dividen). Pastikan Anda membeli saham saat valuasinya masih masuk akal, bukan saat harga sudah terlalu tinggi karena euforia dividen.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan perintah jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan risiko yang ada.






