Berito.id – Mencari tempat pelarian dari hiruk-pikuk kota tidak harus selalu soal duduk diam menatap gunung. Di sudut Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Cicantayan, terdapat sebuah desa yang mengubah wajah agrowisata menjadi pengalaman yang menyentuh hati sekaligus memacu detak jantung.
Desa Wisata Cisande namanya. Destinasi ini membuktikan bahwa kekayaan intelektual lokal dan alam bisa berjalan beriringan. Keberhasilannya menembus jajaran 50 Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) bukanlah tanpa alasan. Di atas lahan seluas 4 hektare, pengunjung di ajak kembali ke akar kehidupan pedesaan yang autentik.
Magnet Edukasi: Dari Kolam Lele hingga Sawah Hijau
Cisande kini memposisikan diri sebagai pusat wisata edukasi unggulan di Jawa Barat. Berbeda dengan tempat wisata komersial biasa, di sini wisatawan diajak untuk kotor-kotoran dengan cara yang menyenangkan. Pengunjung bisa terjun langsung mempelajari teknik budidaya ikan hias, memanen lele, hingga belajar seni menanam padi di hamparan sawah yang asri.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Cisande, Maman Mulyana, menuturkan bahwa filosofi utama dari destinasi ini adalah transfer pengetahuan.
“Kami ingin wisatawan pulang membawa kesan dan ilmu,” ujar Maman Mulyana, Minggu (5/4/2026).
Nilai tambah lainnya terletak pada rumah produksi kriya. Wisatawan memiliki kesempatan langka untuk melihat proses kreatif pembuatan sandal jepit, anyaman bambu, hingga canting batik khas Cicantayan yang melegenda. Keterlibatan aktif warga lokal inilah yang menghidupkan ruh dari Desa Cisande.
“Di sini, mereka bisa melihat bagaimana masyarakat mengolah potensi desa menjadi produk bernilai tinggi seperti abon lele dan kerajinan tangan,” tambah Maman.
Uji Adrenalin di Aliran Sungai Jernih
Bagi Anda yang haus akan tantangan, Cisande menyediakan fasilitas outbound yang cukup lengkap. Mulai dari meluncur di flying fox, melatih fokus di area panahan, hingga aktivitas paling favorit: river tubing. Menyusuri aliran sungai yang jernih dengan ban karet memberikan sensasi kesegaran yang sulit di temukan di kolam renang buatan manusia.
Pihak pengelola menekankan bahwa semua fasilitas ini lahir dari tangan dingin warga setempat. Keberhasilan desa ini merupakan bukti nyata bagaimana kolaborasi masyarakat mampu membangun ekonomi kreatif yang mandiri.
“Keberhasilan Desa Wisata Cisande bukan sekadar tentang keindahan visual, melainkan bukti nyata kolaborasi warga dalam membangun ekonomi kreatif,” ungkap pihak pengelola.
Akses Mudah dan Tips Berkunjung
Lokasi Desa Wisata Cisande tergolong sangat strategis. Jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari jalan raya utama Cikukulu, menjadikannya pilihan praktis bagi pelancong dari arah Jakarta maupun Bandung yang ingin singgah sejenak.
Tips Praktis untuk Anda:
-
Bawa Baju Ganti: Karena aktivitas river tubing dan budidaya ikan akan membuat Anda basah kuyup.
-
Borong Produk Lokal: Jangan lupa membeli abon lele khas Cisande sebagai buah tangan untuk mendukung UMKM warga.
-
Datang di Pagi Hari: Suasana sawah dan udara pedesaan masih sangat segar, ideal untuk sesi dokumentasi atau sekadar jalan santai.
Berkunjung ke Cisande bukan hanya soal berwisata, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap keberdayaan masyarakat lokal Sukabumi. Siapkan sepatu olahraga Anda dan rasakan sendiri kehangatan warga Cisande di akhir pekan ini. (Nd)






