Berito.id – Laju harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau berhenti bergerak pada perdagangan Sabtu, 21 Maret 2026. Setelah sempat mengalami guncangan hebat, harga logam mulia ini kini tertahan di level yang sama dengan hari sebelumnya.
Mengacu pada data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini di patok Rp 2.893.000 per gram. Angka tersebut tidak mengalami perubahan alias stagnan di bandingkan dengan perdagangan Jumat kemarin.
Kondisi serupa terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali. Jika Anda berencana menjual koleksi emas hari ini, Antam menghargainya sebesar Rp 2.610.000 per gram. Sebagai pengingat, emas Antam pernah menyentuh rekor tertingginya pada akhir Januari lalu di angka Rp 3.168.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Sabtu, 21 Maret 2026
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam di butik Logam Mulia hari ini:
| Denominasi | Harga (Rp) |
| 0,5 gram | 1.496.500 |
| 1 gram | 2.893.000 |
| 2 gram | 5.736.000 |
| 5 gram | 14.280.000 |
| 10 gram | 28.480.000 |
| 50 gram | 141.905.000 |
| 100 gram | 283.660.000 |
| 1.000 gram (1 kg) | 2.833.600.000 |
Pekan Kelam Emas Dunia: Terburuk Sejak 2011
Meski harga domestik cenderung stabil hari ini, pasar emas global justru sedang tidak baik-baik saja. Harga kontrak berjangka emas dunia merosot 0,7% ke level USD 4.574,90 per ounce. Secara akumulatif, pekan ini menjadi periode paling menyakitkan bagi investor emas dalam 15 tahun terakhir dengan total penurunan mencapai 9,6%.
Penyebab utamanya adalah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran dampak ekonomi luas. Investor yang sebelumnya agresif kini mulai menarik diri dari aset aman (safe haven).
Arthur Parish, analis ekuitas logam di SP Angel, menilai fluktuasi tajam ini merupakan imbas dari melandainya momentum perdagangan setelah reli panjang di awal tahun.
“Sebagian besar adalah perdagangan momentum yang mulai mereda. Para investor ‘turis’ dan ritel kini meninggalkan pasar, dan mungkin itu yang dibutuhkan agar harga emas bisa kembali naik secara organik nantinya,” ungkap Parish.
Bukan Sekadar Lindung Nilai Harian
Di tengah ketidakpastian ini, para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak panik dengan fluktuasi jangka pendek. Harga emas dan perak memang sangat bergantung pada permintaan harian dan “faktor ketakutan” akibat perang.
Toni Meadows, Kepala Investasi di BRI Wealth Management, menekankan bahwa emas sebaiknya tidak dipandang sebagai alat spekulasi harian.
“Harga emas didorong oleh tren jangka panjang daripada sekadar perdagangan jangka pendek yang dipicu oleh rasa takut,” jelas Meadows.
Bagi investor pemula, momen stagnasi ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi portofolio sembari memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih menjadi kemudi utama harga komoditas global. (Nd)






