Britainaja – Scroll TikTok atau YouTube lalu tiba-tiba lewat video kreator sedang makan besar alias mukbang memang jadi tantangan tersendiri saat Ramadan. Di satu sisi, menontonnya terasa memuaskan rasa penasaran, namun di sisi lain muncul kekhawatiran: “Jangan-jangan puasa saya batal karena ini?”
Fenomena ini jamak terjadi, terutama saat jam-jam kritis menjelang buka puasa. Lantas, bagaimana sebenarnya sudut pandang agama melihat kebiasaan baru di era digital ini?
Apakah Menonton Mukbang Membatalkan Puasa?
Secara teknis, menonton video orang makan selezat apa pun itu tidak membatalkan puasa. Dalam syariat Islam, pembatal puasa yang utama adalah masuknya benda (makanan, minuman, atau obat) ke dalam lubang tubuh secara sengaja, serta melakukan hubungan suami istri di siang hari.
Karena menonton video hanyalah aktivitas visual, hal tersebut tidak menggugurkan status sah puasa seseorang. Namun, ada catatan besar yang perlu diperhatikan mengenai kualitas ibadah tersebut.
Antara Sah dan Berkurangnya Pahala
Meskipun sah, para ulama mengingatkan adanya risiko berkurangnya pahala puasa. Puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan juga menahan pandangan dan syahwat (keinginan).
Mengutip penjelasan dari beberapa literatur fiqih, aktivitas yang memancing nafsu atau keinginan untuk makan secara berlebihan bisa jatuh ke hukum makruh. Sesuatu yang makruh memang tidak membatalkan, tapi sangat dibenci oleh Allah dan bisa menggerus esensi dari menahan diri itu sendiri.
“Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad).
Hadits ini menjadi pengingat bahwa menjaga mata dari hal-hal yang memicu syahwat termasuk syahwat makan yang berlebihan adalah bagian dari menjaga kualitas puasa.
Mengapa Menonton Mukbang Saat Puasa Bisa Berbahaya?
-
Memicu Rasa Tidak Syukur: Alih-alih fokus pada ibadah, menonton kemewahan makanan bisa membuat kita merasa menderita dengan kondisi puasa kita sendiri.
-
Membuang Waktu (Tabzir): Ramadan adalah waktu premium untuk beribadah. Menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat orang makan dianggap sebagai aktivitas yang sia-sia.
-
Risiko “Mokel”: Bagi mereka yang imannya sedang goyah, visualisasi makanan yang sangat menggoda bisa menjadi pemicu untuk menyerah dan membatalkan puasa sebelum waktunya.
Tips Bijak Mengelola Konten Medsos Saat Ramadan
Agar puasa tetap berkualitas dan pahala terjaga utuh, Anda bisa melakukan langkah praktis berikut:
-
Gunakan Fitur “Not Interested”: Jika algoritma media sosial terus menyodorkan video makan, tekan lama pada video dan pilih “tidak tertarik” agar feed Anda lebih bersih.
-
Ganti dengan Konten Edukasi: Alihkan rasa lapar dengan menonton video persiapan menu buka puasa yang sehat atau ceramah singkat yang menyejukkan.
-
Tentukan Jadwal Scroll: Batasi penggunaan HP, terutama di jam-jam “rawan” seperti pukul 14.00 hingga menjelang Maghrib.
Kesimpulannya, puasa Anda tetap aman secara hukum fikih jika hanya sekadar menonton. Namun, alangkah baiknya jika energi dan pandangan dialihkan pada hal-hal yang lebih meningkatkan ketakwaan. (Tim)






