Berito.id – Bagi sebagian orang, melihat motor tua yang melintas di jalanan bukan sekadar melihat mesin usang berasap. Ada getaran nostalgia, suara knalpot yang khas, hingga nilai sejarah yang tak bisa di beli dengan teknologi modern. Di tahun 2026 ini, tren mengoleksi roda dua klasik justru semakin memuncak, mengubah barang rongsokan di gudang menjadi aset berharga senilai ratusan juta rupiah.
Fenomena ini dipicu oleh kerinduan akan desain analog di tengah gempuran motor listrik yang senyap. Kolektor tidak lagi hanya mencari fungsi, melainkan “nyawa” dari kendaraan tersebut.
Mengapa Motor Klasik Kini Jadi Rebutan?
Bukan tanpa alasan harga motor-motor tua ini melonjak drastis. Kelangkaan suku cadang original dan kondisi bodi yang masih mulus menjadi variabel penentu harga di pasar gelap maupun lelang resmi.
“Nilai sebuah motor klasik itu ada pada orisinalitasnya. Semakin banyak baut yang belum pernah di buka, semakin mahal harganya di mata kolektor,” ujar Andi Satria, seorang restorer motor klasik di kawasan Jakarta Selatan. Menurutnya, kepuasan mendengar suara mesin yang sehat setelah puluhan tahun mati suri adalah kemewahan tersendiri.
Daftar Motor Paling Ikonik Incaran Kolektor
Berikut beberapa model yang saat ini sedang berada di puncak daftar pencarian para penghobi otomotif:
1. Honda CB Series (CB100 & CB125)
Motor yang populer di era 70-an ini tetap menjadi primadona. Bentuk tangkinya yang ikonik serta mesin yang tergolong bandel membuatnya mudah di modifikasi maupun direstorasi ke bentuk pabrikan. Motor ini sempat naik daun kembali berkat tren film retro, dan hingga kini harganya terus stabil di angka yang tinggi untuk kondisi full original.
2. Vespa Seri “Smallframe” dan VBB
Vespa tidak pernah mati. Namun, seri-seri tertentu seperti PTS 90 atau Vespa VBB tahun 60-an menjadi kasta tertinggi dalam perburuan. Desainnya yang membulat dan estetika khas Italia membuat motor ini tidak hanya sekadar kendaraan, tapi juga pelengkap gaya hidup urban.
3. Yamaha RX-King (Cobra & Master)
Dijuluki “Raja Jalanan”, motor 2-tak ini memiliki basis penggemar yang sangat loyal. Terutama untuk seri RX-King Cobra keluaran tahun 1983-1991 yang masih menggunakan komponen impor Jepang. Jangan kaget jika melihat seri ini terjual dengan harga setara mobil LCGC baru jika kondisinya masih New Old Stock (NOS).
4. Kawasaki Binter Merzy
Sebagai motor dengan kapasitas mesin besar (200cc) di masanya, Binter Merzy adalah lambang kegagahan. Motor ini sering dicari untuk di jadikan bahan modifikasi aliran chopper atau bobber, namun versi standarnya justru memiliki nilai investasi yang jauh lebih tinggi.
Tips Memulai Koleksi Motor Tua bagi Pemula
Tergiur untuk mulai berburu? Jangan terburu-buru mengeluarkan uang. Membeli motor klasik butuh ketelitian lebih di bandingkan membeli motor baru dari dealer.
-
Cek Keabsahan Surat: Pastikan STNK dan BPKB akur dengan nomor rangka dan nomor mesin. Motor “bodong” akan sangat sulit diurus legalitasnya dan menurunkan nilai jual secara signifikan.
-
Perhatikan Detail Orisinalitas: Periksa bagian-bagian kecil seperti lampu sein, spion, hingga tutup tangki. Komponen original yang masih terpasang adalah “emas” bagi motor klasik.
-
Bergabung dengan Komunitas: Jangan bergerak sendiri. Komunitas biasanya memiliki info “barang simpanan” yang belum masuk ke marketplace publik dengan harga yang lebih masuk akal.
Memiliki motor klasik adalah tentang merawat sejarah. Setiap goresan di bodi dan setiap deru mesinnya punya cerita yang tidak akan Anda temukan pada motor keluaran pabrik tahun ini. (Nd)






