Rupiah Tembus Rp17.300, Anggota DPR Ingatkan Risiko Suku Bunga Tinggi bagi UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 11:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Tembus Rp17.300, Anggota DPR Ingatkan Risiko Suku Bunga Tinggi bagi UMKM (Foto: AI)

Rupiah Tembus Rp17.300, Anggota DPR Ingatkan Risiko Suku Bunga Tinggi bagi UMKM (Foto: AI)

Berito.id – Nilai tukar rupiah sedang berada di titik api. Angka Rp17.300 per dolar AS bukan sekadar statistik di papan bursa, melainkan sinyal bahaya yang merambat hingga ke meja makan rakyat jelata. Saat Bank Indonesia (BI) mencoba memadamkan api pelemahan dengan menaikkan suku bunga, risiko baru justru mengintai: sektor riil terancam mati suri.

Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas, mencermati betul kegelisahan ini. Menurutnya, kebijakan moneter yang terlalu agresif bisa menjadi pisau bermata dua.

“Jika suku bunga terus naik, ekspansi usaha sektor riil berpotensi melambat yang pada akhirnya menghambat penyerapan tenaga kerja. Ini berdampak buruk pada aktivitas usaha,” tegas Bertu dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).

Jerat Suku Bunga dan Sektor Riil

Logikanya sederhana namun mematikan. Ketika bunga acuan melambung, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM otomatis mengetat. Modal kerja menjadi mahal, rencana ekspansi masuk kotak, dan efisiensi tenaga kerja menjadi pilihan pahit yang tak terelakkan.

Baca Juga :  Gaji ke-13 Cair Juni, Strategi Pemerintah Jaga Ekonomi

Pemerintah kini di paksa berdiri di atas tali tipis; menjaga stabilitas moneter tanpa mencekik daya beli. Bertu mendesak otoritas terkait untuk segera mengeksekusi tiga langkah taktis guna meredam guncangan kurs:

  1. Operasi Pasar Total: Pastikan rantai distribusi bahan pokok bersih dari spekulan agar harga tidak liar.

  2. Bantalan Sosial yang Presisi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) harus tepat sasaran demi menjaga konsumsi dasar kelompok rentan.

  3. Vaksin Fiskal untuk UMKM: Memberikan insentif dan kemudahan akses pembiayaan agar pengusaha kecil tetap produktif meski dihantam tekanan kurs.

Intervensi Ganda di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi lain, otoritas moneter tidak tinggal diam. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa tekanan terhadap rupiah merupakan imbas dari volatilitas global yang kian keruh, diperparah oleh konflik di Timur Tengah.

“BI terus meningkatkan intensitas intervensi serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market,” ungkap Destry.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan PPPK Paruh Waktu untuk Jutaan Honorer, Ini Bocoran Jam Kerjanya

Sejauh ini, pelemahan rupiah tercatat sebesar 3,54 persen (year-to-date). Angka ini di klaim masih sejalan dengan tren pelemahan mata uang regional lainnya. BI kini bergerak di semua lini, mulai dari intervensi di pasar offshore (NDF), pasar spot, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga daya tarik aset domestik.

Cara Menjaga Keuangan Pribadi Saat Kurs Bergejolak

Melemahnya rupiah biasanya di ikuti kenaikan harga barang impor (imported inflation). Berikut langkah mitigasi yang bisa Anda ambil:

  • Tunda Pembelian Barang Elektronik: Produk impor cenderung naik harga dalam waktu dekat. Jika tidak mendesak, tunda hingga kurs stabil.

  • Evaluasi Portofolio Investasi: Pertimbangkan diversifikasi ke instrumen yang tahan terhadap inflasi atau aset berbasis dolar untuk lindung nilai.

  • Prioritaskan Kebutuhan Pokok: Pastikan dana darurat tetap terjaga di instrumen likuid untuk mengantisipasi lonjakan biaya hidup tak terduga.

***

Berita Terkait

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Beasiswa BPDDI 2026 untuk Dosen Resmi Dibuka
Kemensos Salurkan Bansos Rp390 Miliar di Lampung, Ribuan Warga Terima Berbagai Bantuan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:00 WIB

H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia

Berita Terbaru