Berhenti Membandingkan Diri, Saatnya Beralih ke JOMO untuk Hidup Lebih Tenang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berhenti Membandingkan Diri, Saatnya Beralih ke JOMO untuk Hidup Lebih Tenang (Foto: AI)

Berhenti Membandingkan Diri, Saatnya Beralih ke JOMO untuk Hidup Lebih Tenang (Foto: AI)

Berito.id – Pernahkah Anda merasa cemas saat melihat unggahan teman yang sedang berlibur, atau merasa tertinggal karena belum mencoba kafe yang sedang viral? Tekanan untuk selalu “ada” dan “tahu” segalanya ini sering kita kenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out). Namun, belakangan ini muncul gerakan tandingan yang justru mengajak kita untuk menarik diri sejenak: JOMO atau Joy of Missing Out.

JOMO bukan sekadar tren antisosial. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap kelelahan digital. Alih-alih merasa takut ketinggalan, JOMO merayakan keputusan untuk absen dari keriuhan demi memprioritaskan kesejahteraan diri sendiri.

Mengapa FOMO Melelahkan Secara Mental?

FOMO bekerja dengan memicu rasa tidak aman. Setiap kali kita menggulir lini masa, otak secara tidak sadar membandingkan sisi paling membosankan dari hidup kita dengan sisi paling gemilang dari hidup orang lain. Dampaknya? Kelelahan kronis, kecemasan, hingga gangguan tidur.

Psikolog sering menyebut bahwa keinginan untuk terus terkoneksi justru membuat kita terputus dari realita di depan mata. Kita sibuk memotret makanan agar terlihat estetis, namun lupa menikmati rasa masakannya.

Baca Juga :  Mau Beli Vario 125 Second atau Baru? Simak Perbandingan Pajak dan Tips Hematnya

JOMO: Seni Menikmati “Ketinggalan”

Berbeda dengan FOMO yang didorong oleh rasa takut, JOMO berakar pada rasa syukur dan kendali penuh atas waktu. Berikut adalah alasan mengapa memilih JOMO bisa membuat hidup Anda jauh lebih berkualitas:

1. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Saat mempraktikkan JOMO, Anda tidak lagi mengejar setiap tren. Anda memilih kegiatan yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi diri sendiri, baik itu membaca buku tanpa gangguan notifikasi atau sekadar duduk santai di teras rumah.

2. Mengurangi Kebisingan Mental

Media sosial adalah tempat perebutan atensi yang sangat intens. Dengan sengaja “ketinggalan” berita viral yang tidak relevan, Anda memberikan ruang bagi otak untuk beristirahat dan berpikir lebih jernih.

3. Mempererat Hubungan Nyata

Tanpa gangguan ponsel, interaksi dengan orang-orang terdekat menjadi lebih bermakna. Anda hadir sepenuhnya (fully present) saat berbicara dengan pasangan, anak, atau sahabat.

Baca Juga :  Bocoran realme 16 5G: Fitur 'Selfie Mirror' Pertama di Dunia, Harga Tetap Ramah Kantong?

Cara Mulai Mempraktikkan JOMO Hari Ini

Beralih dari kebiasaan FOMO memang tidak mudah, namun bisa dimulai dengan langkah kecil yang konsisten:

  • Matikan Notifikasi Non-Esensial: Jangan biarkan ponsel mengatur kapan Anda harus menoleh padanya. Atur waktu khusus untuk mengecek media sosial.

  • Belajar Mengatakan “Tidak”: Anda tidak wajib menghadiri setiap undangan atau mengikuti setiap diskusi di grup WhatsApp. Pilih yang benar-benar ingin Anda lakukan.

  • Hargai Waktu Luang: Jangan merasa bersalah jika tidak melakukan apa-apa. “Gabut” berkualitas adalah kemewahan di era digital saat ini.

Memilih JOMO berarti memahami bahwa Anda tidak perlu melihat dunia untuk merasakan kebahagiaan. Terkadang, kebahagiaan justru muncul saat Anda berani menutup layar dan mulai melihat ke dalam diri sendiri. (Nd)

Berita Terkait

Rahasia Afiliator Shopee Sukses: Cara Pilih Produk Viral yang Pasti Dibeli Orang
Sering Lewat di FYP, Ini Arti Istilah Gaul Gen Z yang Wajib Kamu Tahu
Ingin Work from Anywhere? Simak Panduan Lengkap Cari Kerja Remote untuk Pemula
6 Pohon Buah Ini Dipercaya Bawa Hoki dan Rezeki ke Rumah
‘Delulu is the Solulu’, Tren Khayalan Positif yang Ternyata Bukan Sekadar Halu
Berani Bilang Tidak! Cara Elegan Pasang Boundaries ke Teman yang Suka Ngutang tapi Lupa Bayar
Jangan Abai, Kenali 5 Red Flag Pertemanan yang Sering Bersembunyi di Balik Kata ‘Sungkan’
Stop Buang Waktu! Ini Tanda Hubungan Tanpa Status yang Sebaiknya Ditinggalkan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Rahasia Afiliator Shopee Sukses: Cara Pilih Produk Viral yang Pasti Dibeli Orang

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:00 WIB

Sering Lewat di FYP, Ini Arti Istilah Gaul Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Ingin Work from Anywhere? Simak Panduan Lengkap Cari Kerja Remote untuk Pemula

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:00 WIB

6 Pohon Buah Ini Dipercaya Bawa Hoki dan Rezeki ke Rumah

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:00 WIB

‘Delulu is the Solulu’, Tren Khayalan Positif yang Ternyata Bukan Sekadar Halu

Berita Terbaru