Berito.id, KERINCI – Suara seruan para depati, ninik mamak, dan anak jantan menggema di seluruh wilayah Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci, Jumat (3/7/2026). Mereka berjalan bersama mengelilingi kampung dalam prosesi adat Nyerau, tradisi turun-temurun yang mengundang seluruh masyarakat untuk menghadiri Kenduri Sko pada Minggu, 5 Juli 2026.
Prosesi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai undangan. Para pemangku adat juga menyampaikan pesan dan petuah kepada warga agar menghormati seluruh rangkaian Kenduri Sko. Mereka mengingatkan masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan lain selama prosesi berlangsung sebagai bentuk penghormatan terhadap adat warisan leluhur.
Rombongan pemangku adat menyusuri setiap sudut desa dengan tertib dan penuh khidmat. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa pesta adat terbesar masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik segera di mulai. Tradisi ini sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara pemimpin adat dan masyarakat dalam menjaga budaya Kerinci.
Ritual Mendingin Negroi Panjatkan Doa untuk Keselamatan
Setelah Salat Jumat, masyarakat melanjutkan rangkaian persiapan dengan prosesi Mendingin Negroi atau mendinginkan negeri. Ritual sakral tersebut menjadi doa bersama agar pelaksanaan Kenduri Sko berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan.
Prosesi di awali ketika anak betino meminta izin kepada para pemangku adat, termasuk Depati Anum, Rio Perang, serta ninik mamak lainnya. Setelah memperoleh persetujuan, mereka menyiramkan air yang telah di campur berbagai jenis tumbuhan pilihan. Secara turun-temurun, masyarakat meyakini air tersebut membawa kesejukan, keselamatan, dan kedamaian bagi negeri.
Bagi warga Kerinci, ritual ini memiliki makna mendalam. Masyarakat berharap seluruh perselisihan, marabahaya, maupun hambatan yang dapat mengganggu Kenduri Sko dapat di jauhkan. Sebaliknya, mereka memohon agar persatuan, ketenteraman, dan keberkahan menyertai seluruh rangkaian adat.
Ribuan Warga Di perkirakan Hadiri Puncak Kenduri Sko
Puncak Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik akan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026. Ribuan warga di perkirakan menghadiri perayaan adat tersebut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, rezeki, dan kehidupan yang makmur.
Kenduri Sko tidak hanya menjadi perayaan adat. Tradisi ini juga mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya masyarakat Kerinci, serta menjadi sarana mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik terus menjaga tradisi tersebut agar tetap lestari sebagai warisan budaya yang membanggakan Kabupaten Kerinci.
(A/*)






