Berito.id – Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) di prediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Kombinasi sinyal teknikal yang melemah dan masih kuatnya sentimen penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di nilai berpotensi menahan laju kenaikan logam mulia tersebut.
Sinyal Teknikal Mengarah ke Tren Bearish
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa dari sisi teknikal, grafik harian (daily) menunjukkan harga emas kembali memasuki fase secondary trend bearish. Sinyal itu muncul setelah terbentuk pola bearish engulfing di area resistance. Menurut Geraldo, pola tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai kembali mendominasi pasar setelah kenaikan harga sebelumnya gagal berlanjut.
Ia mengatakan, kegagalan harga emas bertahan di atas area resistance menjadi tanda bahwa minat beli mulai berkurang, sementara aktivitas jual kembali meningkat. Selama harga masih bergerak di bawah level 4.125, peluang pelemahan di perkirakan tetap menjadi skenario utama pada perdagangan pekan depan.
Level Support Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Dupoin Futures memperkirakan level 3.996 akan menjadi area support pertama yang di uji pasar. Level ini di nilai penting untuk melihat apakah koreksi masih terbatas atau justru berkembang menjadi penurunan yang lebih dalam. Jika tekanan jual berhasil menembus level tersebut, harga emas di perkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 3.942, yang saat ini menjadi target support berikutnya berdasarkan struktur teknikal.
Peluang Technical Rebound Tetap Terbuka
Geraldo mengingatkan pelaku pasar agar tetap mewaspadai peluang terjadinya technical rebound. Ia menjelaskan bahwa indikator stochastic kini bergerak menuju area oversold, yang menandakan kondisi pasar mulai mengalami jenuh jual. Situasi tersebut dapat memicu kenaikan sementara akibat aksi short covering maupun profit taking.
Meski begitu, Dupoin Futures menilai peluang rebound tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren utama. Selama belum ada konfirmasi teknikal berupa breakout di atas resistance atau terbentuk pola pembalikan yang valid, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi sementara sebelum tekanan jual kembali mendominasi.
Faktor Fundamental Jadi Sorotan Investor
Selain faktor teknikal, arah harga emas pada pekan depan juga di perkirakan di pengaruhi sejumlah sentimen fundamental global. Investor di perkirakan akan mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield), serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Apabila dolar AS tetap menguat dan imbal hasil obligasi bertahan di level tinggi, daya tarik emas sebagai aset non-yielding di perkirakan akan berkurang. Dalam kondisi seperti itu, investor di nilai lebih memilih instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi sehingga tekanan terhadap harga emas dapat bertambah.
Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu
Di sisi lain, sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat akan menjadi perhatian pasar sepanjang pekan depan. Investor akan memantau data inflasi, perkembangan pasar tenaga kerja, hingga indikator aktivitas ekonomi yang berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap langkah kebijakan The Fed. Dupoin Futures menilai, jika data ekonomi AS kembali menunjukkan hasil yang solid, peluang The Fed mempertahankan suku bunga di level tinggi akan semakin besar. Skenario tersebut di perkirakan mampu memperkuat dolar AS sekaligus membatasi kenaikan harga emas.
Sebaliknya, apabila data ekonomi mulai menunjukkan perlambatan atau inflasi bergerak lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi penurunan suku bunga berpotensi kembali meningkat. Kondisi itu di nilai dapat melemahkan dolar AS dan menjadi sentimen positif bagi harga emas, terutama jika permintaan terhadap aset safe haven ikut meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global.
Geopolitik Berpotensi Menahan Pelemahan Emas
Perkembangan geopolitik juga masih menjadi faktor yang patut di perhatikan. Menurut Geraldo, meningkatnya tensi konflik internasional atau memburuknya kondisi ekonomi global sewaktu-waktu dapat mendorong aliran dana kembali masuk ke aset lindung nilai seperti emas sehingga mampu membatasi tekanan penurunan yang terjadi.
Prospek Harga Emas Pekan Depan
Dupoin Futures masih memproyeksikan harga emas bergerak dalam tren bearish pada pekan depan. Selama level resistance 4.125 belum berhasil di tembus, peluang pelemahan menuju area support 3.996 hingga 3.942 di nilai masih lebih besar. Pelaku pasar di sarankan terus memantau perkembangan data ekonomi AS, arah kebijakan The Fed, serta dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Penulis : Rifqi
Editor : A
Sumber Berita: KOMPAS







