Imbas Konflik Timur Tengah: Pengguna BBM Mulai Lirik Kendaraan Listrik sebagai Solusi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Imbas Konflik Timur Tengah: Pengguna BBM Mulai Lirik Kendaraan Listrik sebagai Solusi (Foto: AI)

Imbas Konflik Timur Tengah: Pengguna BBM Mulai Lirik Kendaraan Listrik sebagai Solusi (Foto: AI)

Berito.id – Konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah bukan sekadar isu politik mancanegara. Bagi masyarakat Indonesia, dampak nyata mulai terasa di kantong, terutama soal biaya energi. Ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran di Teluk Persia telah menyeret harga minyak mentah dunia melonjak hingga menyentuh level US$100 per barel.

Kenaikan harga minyak yang fantastis ini memicu kekhawatiran massal akan kelangkaan dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Namun, di tengah ketidakpastian ini, industri otomotif justru melihat celah besar. Kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di prediksi akan mengalami lonjakan peminat sebagai alternatif paling logis saat harga bensin tak lagi ramah di dompet.

CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, mengamati bahwa situasi di Timur Tengah secara otomatis berdampak pada rantai pasok energi global. Komponen transportasi yang sangat bergantung pada minyak bumi menjadi titik paling rentan.

Baca Juga :  6 Drama Korea Terbaru yang Tayang Sepanjang Mei 2026

“Kondisi di Timur Tengah saat ini berpotensi membuat harga minyak terus naik. Jika ini terjadi, semua barang akan terdampak karena komponen biaya transportasi sangat besar,” ungkap Alexander saat di temui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Menurutnya, ketika harga BBM melambung tinggi, pola pikir konsumen biasanya akan berubah. Pertimbangan untuk beralih ke kendaraan yang lebih hemat dan efisien secara biaya operasional menjadi prioritas utama.

Salah satu keunggulan utama mobil listrik adalah kemandiriannya dari bahan bakar fosil. Karena sepenuhnya menggunakan energi listrik, EV tidak terkena dampak langsung saat harga minyak mentah dunia bergejolak.

“Mobil listrik tidak menggunakan minyak. Secara logika, akan ada pergeseran minat masyarakat ke mobil listrik,” tambah Alexander.

Ketidakbergantungan ini memberikan ketenangan bagi pemilik kendaraan. Di saat pengguna mobil konvensional merasa was-was setiap kali ada pengumuman penyesuaian harga BBM, pengguna mobil listrik cenderung memiliki biaya pengisian daya yang lebih stabil dan murah.

Baca Juga :  Harga RAM DDR5 Terjun Bebas Usai Google Rilis TurboQuant

Faktor Pendorong Selain Harga Minyak

Meski harga energi menjadi pemicu utama, Alexander Barus menekankan bahwa lonjakan penjualan mobil listrik tidak bisa berdiri sendiri. Ada dua faktor kunci lain yang harus berjalan beriringan:

  1. Kebijakan Pemerintah: Dukungan berupa insentif pajak dan kemudahan regulasi tetap menjadi bahan bakar utama pertumbuhan ekosistem EV di tanah air.

  2. Infrastruktur Pengisian Daya: Semakin meratanya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan menghilangkan keraguan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Krisis energi akibat konflik global mungkin menjadi katalis, namun kesiapan ekosistem dalam negeri adalah penentu apakah mobil listrik akan benar-benar merajai jalanan Indonesia dalam waktu dekat.

Tips Tambahan: Bagi Anda yang berencana beralih ke mobil listrik, pertimbangkan untuk memasang home charging di rumah guna mendapatkan tarif listrik diskon di malam hari (pukul 22.00 – 05.00) yang sering ditawarkan PLN untuk pemilik EV. (Nd)

Berita Terkait

Mitsubishi Xforce Hybrid Segera Meluncur di Indonesia
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Pecahkan Rekor Kemenangan Sachsenring
Wuling Aira EV Hadir Lengkapi Air EV, Bukan Pengganti di Pasar Indonesia
Hasil Sprint Race MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Sebagai Juara
Yamaha Aerox-E Meluncur, Motor Listrik dengan Boost Mode
BYD Denza D9 Dark Gold Tampil dengan Emblem Emas Asli
Changan Deepal S05 Uji Performa Jakarta-Sukabumi
Honda Monkey 2026 Dapat Penyegaran, Cek Harga Terbarunya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:00 WIB

Mitsubishi Xforce Hybrid Segera Meluncur di Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Pecahkan Rekor Kemenangan Sachsenring

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:00 WIB

Wuling Aira EV Hadir Lengkapi Air EV, Bukan Pengganti di Pasar Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:00 WIB

Hasil Sprint Race MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Sebagai Juara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:00 WIB

Yamaha Aerox-E Meluncur, Motor Listrik dengan Boost Mode

Berita Terbaru

Mitsubishi Xforce Hybrid Segera Meluncur di Indonesia(Foto: AI)

Otomotif

Mitsubishi Xforce Hybrid Segera Meluncur di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN(Foto: AI)

Teknologi

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026
(Foto: AI)

Gadget

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:00 WIB

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton
(Foto: AI)

Showbiz

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton

Rabu, 15 Jul 2026 - 15:00 WIB