Berito.id – Jutaan umat Muslim di Indonesia mulai bersiap menyambut hari kemenangan. Namun, kepastian kapan takbir mulai berkumandang tampaknya merujuk pada kalender yang sedikit lebih panjang. Berdasarkan paparan data posisi hilal, potensi puasa tahun ini di genapkan menjadi 30 hari (istikmal) semakin menguat.
Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag) memberikan gambaran teknis mengenai posisi bulan sabit muda atau hilal pada Kamis (19/3/2026) sore. Berdasarkan perhitungan sains, kondisi hilal di wilayah Nusantara masih berada di bawah ambang batas kesepakatan menteri agama anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa ketinggian hilal di titik paling barat Indonesia, yakni Provinsi Aceh, memang sudah mencapai angka minimal 3 derajat. Meski begitu, parameter lain yang tidak kalah krusial belum terpenuhi.
“Hilal tidak memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat,” ujar Cecep saat memaparkan data dalam Seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat.
Secara teknis, kriteria MABIMS mensyaratkan dua hal utama: ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Jika salah satu atau keduanya tidak tercapai, maka secara teoretis hilal mustahil dapat dilihat oleh mata telanjang maupun alat bantu optik.
Cecep merinci bahwa di seluruh wilayah NKRI, ketinggian hilal hanya berkisar antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara itu, jarak sudut antara matahari dan bulan (elongasi) hanya berada di angka 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.
“Di seluruh wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau Imkan Rukyat MABIMS. Oleh karenanya, hilal menjelang awal Syawal 1447 H pada hari rukyat ini secara teoretis di prediksi tidak mungkin di rukyat,” tegas Cecep.
Dengan kondisi tersebut, secara hisab, tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah di perkirakan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
Meski data sains sudah menunjukkan prediksi yang kuat, masyarakat di minta tetap tenang menunggu hasil akhir dari Sidang Isbat yang di pimpin langsung oleh Menteri Agama. Sidang ini akan menggabungkan data hisab (perhitungan) dengan laporan riil dari para perukyat yang tersebar di ratusan titik di Indonesia.
Jika laporan dari lapangan mengonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan di genapkan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu. (***)






