Terlanjur Terjerat Pinjol Saat Ramadan? Simak Solusi dan Tips dari Dosen Ekonomi Syariah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terlanjur Terjerat Pinjol Saat Ramadan? Simak Solusi dan Tips dari Dosen Ekonomi Syariah (Ilustrasi: AI)

Terlanjur Terjerat Pinjol Saat Ramadan? Simak Solusi dan Tips dari Dosen Ekonomi Syariah (Ilustrasi: AI)

Berito.id – Bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk menahan diri, namun data di lapangan justru menunjukkan fenomena yang kontradiktif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya lonjakan penyaluran pinjaman online (pinjol) yang signifikan selama dua tahun terakhir, yakni pada periode Ramadan 2024 dan 2025. Ironisnya, aliran dana segar ini mayoritas mengalir ke sektor konsumtif, bukan untuk modal usaha atau kegiatan produktif lainnya.

Peningkatan kebutuhan menjelang Lebaran mulai dari belanja baju baru, persiapan mudik, hingga tradisi bagi-bagi amplop seringkali membuat masyarakat mengambil jalan pintas melalui aplikasi pinjaman di ponsel pintar mereka.

Fenomena FOMO: Akar Masalah Pinjol di Bulan Suci

Maraknya penggunaan pinjol saat Ramadan tidak lepas dari tekanan sosial. Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Dr. Ranti Wiliasih, mengamati bahwa masyarakat kini sering terjebak dalam rasa takut tertinggal tren atau yang populer disebut Fear of Missing Out (FOMO). Keinginan untuk meniru gaya hidup orang lain di media sosial kerap memicu keputusan finansial yang impulsif.

Baca Juga :  Kode Redeem FF 15 Juni 2026: Klaim Token Football Star Gratis!

“Sebagian besar pinjol digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari,” ungkap Dr. Ranti.

Menurutnya, pinjaman untuk urusan konsumtif sebenarnya wajib di hindari. Pengecualian hanya berlaku pada kondisi yang benar-benar darurat. “Kecuali dalam kondisi mendesak seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana,” tegasnya.

Bahaya di Balik Kemudahan Klik Pinjaman

Kemudahan yang di tawarkan aplikasi pinjol seringkali menjadi fatamorgana. Pinjaman yang awalnya di anggap sebagai solusi kilat justru berubah menjadi beban mental dan finansial yang berat. Masalah utama muncul ketika peminjam gagal melunasi utang tepat waktu karena terbentur kebutuhan pokok lainnya.

Dampaknya bisa sangat sistemik. Bunga yang terus membengkak membuat utang sulit di lunasi. Belum lagi risiko penagihan yang tidak beretika. “Proses penagihan yang tidak etis, seperti pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, dan teror, dapat terjadi,” tambah Dr. Ranti. Hal ini tentu saja merusak ketenangan batin yang seharusnya dicari selama bulan suci.

Cara Sehat Mengelola Keuangan Jelang Lebaran

Agar tidak terjebak dalam lingkaran setan utang digital, Dr. Ranti menekankan pentingnya kejujuran terhadap kemampuan finansial diri sendiri. Gaya hidup harus disesuaikan dengan isi dompet, bukan di sesuaikan dengan ekspektasi orang lain.

Baca Juga :  Promo Back to School Honor 2026, Diskon HP dan Tablet Juli

“Jangan malu jika gaya hidup kita berbeda dari orang lain. Justru mestinya malu jika berutang untuk hal-hal tidak penting hanya karena ingin terlihat keren,” pesannya.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur “tercekik” bunga pinjol, Dr. Ranti menyarankan langkah taktis:

  • Cari Pinjaman Talangan Tanpa Bunga: Cobalah mencari bantuan dari kerabat atau lembaga sosial yang menyediakan pinjaman tanpa bunga dengan tenor lebih panjang.

  • Prioritaskan Pelunasan: Gunakan THR atau pendapatan tambahan untuk menutup utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu.

  • Hidup Sesuai Kemampuan: Biasakan diri untuk merasa cukup agar hati lebih tenang dan selalu bersyukur.

Menjaga kesehatan finansial adalah bagian dari ibadah. Dengan keuangan yang sehat, ibadah di bulan Ramadan akan terasa lebih khusyuk tanpa bayang-bayang kejaran penagih utang. (Nd)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru