Profil Elon Musk: Sosok Visioner yang Ingin Membawa Manusia Pindah ke Mars

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profil Elon Musk: Sosok Visioner yang Ingin Membawa Manusia Pindah ke Mars (Foto: Shuttertstock/Frederic Legrand/Tempo)

Profil Elon Musk: Sosok Visioner yang Ingin Membawa Manusia Pindah ke Mars (Foto: Shuttertstock/Frederic Legrand/Tempo)

Berito.id – Nama Elon Musk hampir selalu menghiasi tajuk berita media global setiap harinya. Baik itu melalui peluncuran roket SpaceX yang spektakuler, terobosan terbaru mobil listrik Tesla, hingga kebijakan kontroversialnya di platform media sosial X. Pria kelahiran Afrika Selatan ini bukan sekadar pengusaha; ia adalah simbol ambisi manusia yang seolah tak memiliki batas.

Lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria, Musk tumbuh sebagai anak yang haus akan ilmu pengetahuan. Namun, jalannya menuju puncak dunia tidaklah mulus. Di masa kecilnya, ia sempat menjadi korban perundungan yang cukup parah, sebuah pengalaman pahit yang justru membentuk ketangguhan mentalnya di kemudian hari.

Dari Zip2 hingga Menjadi Raja Otomotif Dunia

Karier bisnisnya di mulai saat ia mendirikan Zip2 pada pertengahan 1990-an bersama saudaranya, Kimbal. Setelah perusahaan itu dijual, Musk tidak lantas berleha-leha. Ia mendirikan X.com, sebuah platform pembayaran daring yang kemudian menjadi cikal bakal PayPal. Penjualan PayPal ke eBay senilai USD 1,5 miliar menjadi modal awal bagi Musk untuk mengejar mimpi yang jauh lebih besar: ruang angkasa dan energi berkelanjutan.

Baca Juga :  Kode Redeem Roblox Hari Ini 29 Maret 2026: Stok Terbatas, Klaim Sebelum Expired!

Melalui Tesla Inc., Musk berhasil mendobrak stigma bahwa mobil listrik itu lamban dan membosankan. Kini, Tesla bukan hanya menjadi pemimpin pasar otomotif global, tetapi juga pendorong utama transisi dunia menuju energi bersih.

Ambisi Antarkalaksi Lewat SpaceX

Bagi Musk, Bumi hanyalah titik awal. Lewat SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.), ia memiliki misi ambisius untuk menekan biaya perjalanan ruang angkasa. Salah satu tujuannya yang paling sering ia sampaikan adalah menjadikan manusia sebagai spesies multiplanet dengan membangun koloni di Mars.

Keberhasilan SpaceX mendaratkan kembali roket tahap pertama secara vertikal telah mengubah sejarah industri dirgantara. Teknologi ini memungkinkan roket di gunakan berulang kali, sebuah inovasi yang sebelumnya di anggap mustahil oleh banyak ahli.

Kontroversi dan Akuisisi X

Langkah Musk yang paling menyita perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir adalah akuisisi Twitter senilai USD 44 miliar pada 2022, yang kemudian ia ubah namanya menjadi X. Di bawah kepemimpinannya, platform ini mengalami perubahan drastis dalam hal kebijakan konten dan model bisnis. Meski penuh pro dan kontra, Musk berdalih bahwa langkahnya bertujuan untuk menjaga kebebasan berbicara di ruang digital.

Baca Juga :  Klaim Saldo DANA Gratis Rp 555.000, Benaran Cair atau Cuma Hoaks?

Elon Musk pernah menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia ingin meninggal di Mars, namun bukan karena benturan. Pernyataan ini menggambarkan betapa seriusnya ia terhadap visi masa depan yang ia bangun.

Pelajaran Hidup dari Sang Miliarder

Apa yang bisa kita pelajari dari seorang Elon Musk? Selain kekayaannya yang luar biasa, ada nilai-nilai unik yang bisa diambil:

  • Ketahanan Menghadapi Kegagalan: SpaceX dan Tesla hampir bangkrut pada tahun 2008. Musk mempertaruhkan seluruh kekayaan pribadinya untuk menyelamatkan kedua perusahaan tersebut.

  • Belajar Secara Mandiri: Musk dikenal belajar ilmu roket hanya dengan membaca buku teks tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang tersebut.

  • Fokus pada Masalah Besar: Ia tidak hanya mencari keuntungan, tetapi selalu mencari solusi atas masalah besar manusia, seperti perubahan iklim dan risiko kepunahan spesies.

Hingga hari ini, Elon Musk tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh sekaligus paling diperdebatkan di abad ke-21. Setiap langkahnya adalah pertaruhan antara jenius dan kegilaan. (Nd)

Berita Terkait

Profil Steve Jobs: Sang Visioner yang Dipecat dari Perusahaan Sendiri Lalu Mengubah Dunia
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00 WIB

Profil Steve Jobs: Sang Visioner yang Dipecat dari Perusahaan Sendiri Lalu Mengubah Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:00 WIB

Profil Elon Musk: Sosok Visioner yang Ingin Membawa Manusia Pindah ke Mars

Berita Terbaru