Berito.id, Tanjabbar – Pemkab Tanjung Jabung Barat menerima audiensi Dewan Ekonomi Kreatif Milenial Indonesia (DEKRAFMI) DPD Provinsi Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (22/05/2026).
Audiensi tersebut membahas peluang pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis lingkungan melalui program pengelolaan sampah dan pengembangan kawasan mangrove dengan metode diaspora.
Dalam pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama dengan investor asing, yakni pengelolaan sampah bersama investor asal Jerman serta pengembangan kawasan mangrove yang melibatkan pihak dari Hongkong.
DEKRAFMI sebagai organisasi yang bergerak di bidang ekonomi kreatif mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan investor guna untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yan Ery, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap pembahasan yang di lakukan dapat menjadi langkah awal kerja sama strategis bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Kami menyambut positif berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang di tawarkan. Harapannya, program ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor lingkungan dan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yan Ery.
Senada dengan hal tersebut, sejumlah kepala OPD yang hadir juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan program berbasis lingkungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berkelanjutan di daerah.
Sementara itu, Ketua DPD DEKRAFMI Provinsi Jambi, Jondriadi Johan, berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat memberikan dukungan dan persetujuan agar usulan program tersebut segera di ajukan ke pemerintah pusat.
Menurutnya, program yang di rancang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan mangrove, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung serta sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
“Program ini di harapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tutupnya. ***






