BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda (Foto; Getty Images/xijian/detik)

BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda (Foto; Getty Images/xijian/detik)

Berito.id – Keputusan Bank Indonesia (BI) meningkatkan suku bunga acuan hingga menyentuh angka 5,25 persen berpotensi membawa dampak signifikan pada sektor Properti, khususnya bagi masyarakat yang berencana memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ali Tranghanda, selaku CEO Indonesia Property Watch sekaligus pengamat properti, mengungkapkan bahwa fluktuasi suku bunga acuan ini secara langsung memengaruhi animo masyarakat dalam membeli hunian.

“Secara statistik, tiap lonjakan suku bunga KPR sebesar 1 persen berisiko memangkas minat masyarakat untuk mengajukan KPR sekitar 4 hingga 5 persen,” jelas Ali pada Minggu (24/5/2026).

Lantas, akankah lonjakan BI Rate ke angka 5,25 persen ini menjadi lampu merah bagi calon pembeli rumah?

KPR Subsidi Tetap Aman

Menurut Ali, situasi perbankan saat ini tidak lantas menjadi alasan untuk menepis impian memiliki hunian. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, program KPR subsidi dapat menjadi penyelamat karena skema ini sama sekali tidak terdampak oleh gejolak BI Rate.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto, menilai peluang mengajukan KPR masih sangat terbuka lebar. Kendati demikian, konsumen di tuntut untuk jauh lebih cermat dalam menyusun strategi finansial.

Baca Juga :  Harga Emas Spot Turun ke USD 4.698 di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

Steve menyarankan beberapa langkah preventif bagi calon debitur:

  • Sesuaikan Anggaran: Pilih hunian dengan harga yang realistis agar cicilan bulanan tidak membebani kas pengeluaran.

  • Manfaatkan Fixed Rate: Cari perbankan yang menawarkan promo bunga tetap (fixed rate) di awal masa cicilan, misalnya untuk jangka waktu 2 hingga 3 tahun.

  • Perketat Pengeluaran: Mulai membiasakan diri untuk hidup lebih hemat.

“Kondisi global saat ini kian dinamis dan penuh ketidakpastian, sehingga kita di tuntut untuk selalu siaga. Hindari mengambil cicilan KPR atau membeli rumah yang harganya melebihi kapasitas anggaran kita,” tegas Steve.

Efek Kenaikan Suku Bunga Tidak Terjadi Instan

Menariknya, para pakar sepakat bahwa hantaman dari kebijakan baru Bank Indonesia ini tidak akan langsung di rasakan oleh konsumen dalam waktu dekat. Steve memprediksi efek domino dari kebijakan ini baru akan terlihat sekitar setengah tahun ke depan.

“Efeknya tidak langsung seketika (immediate), kemungkinan baru terasa enam bulan lagi. Hal ini terjadi karena mayoritas perbankan menerapkan sistem bunga tetap di awal pinjaman, baik itu untuk jangka waktu satu, dua, hingga tiga tahun,” paparnya.

Baca Juga :  Pabrik Tertua BMW di Munich 'Pensiunkan' Mesin Bensin, Siap Fokus Total ke Mobil Listrik 2027

Pandangan ini di perkuat oleh Ali Tranghanda. Ia menyebutkan bahwa transmisi kebijakan moneter ini ke sektor perbankan komersial membutuhkan waktu beberapa bulan.

“Imbas kenaikan BI Rate terhadap merangkaknya suku bunga KPR umumnya baru akan mulai di rasakan masyarakat setelah tiga bulan,” tambah Ali.

Alasan di Balik Kebijakan Bank Indonesia

Berdasarkan data dari laman resmi Bank Indonesia, penyesuaian suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen tersebut  di putuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026.

Langkah krusial ini di ambil sebagai strategi proaktif (pre-emptive) guna:

  1. Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Membengi mata uang domestik dari tekanan geopolitik global, salah satunya konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah.

  2. Mengendalikan Inflasi: Memastikan laju inflasi domestik sepanjang tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam koridor target pemerintah, yakni pada kisaran $2,5 \pm 1\%$.

(Aat/*)

Berita Terkait

Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut
Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026
IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif
BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta
Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Tetap, Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun
Aturan DHE SDA Berlaku 1 Juni, Eksportir Wajib Parkir Dana di Himbara
Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:05 WIB

Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:02 WIB

Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:03 WIB

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:05 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta

Berita Terbaru

Toyota Innova Crysta Facelift 2026 Resmi Rilis
(Foto: olx)

Otomotif

Toyota Innova Crysta Facelift 2026 Resmi Rilis

Sabtu, 6 Jun 2026 - 11:03 WIB

Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut
(Foto:supermicro)

Finansial

Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut

Sabtu, 6 Jun 2026 - 10:05 WIB

Hasil Indonesia Vs Oman: Skuad Garuda Menang Telak 3-0
(Foto:
@oratmangoen-Instagram/disway)

Sport

Hasil Indonesia Vs Oman: Skuad Garuda Menang Telak 3-0

Sabtu, 6 Jun 2026 - 08:05 WIB