5 Tahun Tanpa LG: Mengapa Industri Ponsel Kini Justru Merindukan Inovasi Beraninya?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 08:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

5 Tahun Tanpa LG: Mengapa Industri Ponsel Kini Justru Merindukan Inovasi Beraninya? (Foto: medcom)

5 Tahun Tanpa LG: Mengapa Industri Ponsel Kini Justru Merindukan Inovasi Beraninya? (Foto: medcom)

Berito.id – Dunia teknologi kerap kali tidak adil terhadap para pionir. Lima tahun lalu, LG Electronics memutuskan angkat kaki dari hiruk-pikuk industri smartphone. Namun, jika kita melihat kantong atau meja kerja hari ini, bayang-bayang inovasi raksasa Korea Selatan itu sebenarnya tidak pernah benar-benar hilang. Banyak fitur yang dahulu di anggap aneh dan “terlalu maju” oleh pasar, justru menjadi fondasi utama bagi tren ponsel lipat dan perangkat flagship saat ini.

Layar Putar dan Mimpi Ponsel yang Bisa Digulung

Keberanian LG mencapai puncaknya saat mereka merilis LG Wing. Dengan layar utama yang bisa berputar membentuk huruf ‘T’, LG menawarkan cara multitasking yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Meski sempat di pandang sebelah mata, konsep penggunaan dua layar secara simultan ini kini menjadi jiwa bagi perangkat foldable modern.

Bukan hanya itu, dunia sempat menaruh harapan besar pada LG Rollable. Teknologi ini menawarkan layar yang bisa melebar tanpa meninggalkan bekas lipatan sebuah solusi elegan untuk masalah “kerutan” yang hingga kini masih menghantui ponsel lipat produksi merek lain.

“LG di kenal sebagai salah satu produsen yang tidak takut bereksperimen,” tulis laporan dari GSM Arena. Sayangnya, eksperimen tersebut seringkali meluncur sebelum ekosistem aplikasi siap mendukungnya.

Baca Juga :  Rekomendasi HP Kamera 200MP Terbaik di Indonesia

Warisan Audio dan Kamera yang Melampaui Zaman

Bagi penikmat audio, seri LG V adalah legenda. Lewat fitur Quad DAC, LG menyulap ponsel menjadi pemutar musik berkualitas studio yang sulit di cari tandingannya, bahkan oleh flagship paling mahal sekalipun saat ini.

Di sektor fotografi, LG adalah pemain pertama yang mempopulerkan lensa ultra-wide. Dulu, mengambil foto dengan sudut pandang luas dianggap sebagai fitur tambahan semata. Kini? Hampir mustahil menemukan ponsel kelas menengah hingga atas yang tidak memiliki lensa tersebut. Begitu pula dengan aspek rasio layar 18:9 pada LG G6, yang kini menjadi standar baku desain ponsel memanjang agar nyaman digenggam.

Mengapa LG Gagal Bertahan?

Inovasi brilian saja terbukti tidak cukup untuk memenangkan pasar. LG harus menghadapi realita pahit akibat beberapa faktor krusial:

  • Dukungan Perangkat Lunak: Pembaruan sistem operasi yang lamban membuat pengguna setia perlahan berpaling.

  • Strategi Harga: Seringkali produk eksperimental mereka dibanderol dengan harga yang kurang kompetitif di bandingkan kompetitor asal Tiongkok.

  • Pemasaran yang Lemah: Pesan inovasi yang ingin di sampaikan kerap gagal terserap oleh konsumen awam.

Baca Juga :  Duel Flagship Oppo Find X9 Series: Intip Perbedaan Versi Ultra dan X9s Pro Sebelum Rilis

Pasca resmi berhenti beroperasi pada 2021, LG tetap memberikan dukungan terbatas hingga akhirnya seluruh layanan pembaruan di hentikan total pada 2025.

Tips: Memilih Smartphone Inovatif di Tahun 2026

Bagi Anda yang merindukan semangat inovasi ala LG, berikut beberapa hal yang perlu di perhatikan saat memilih ponsel dengan teknologi baru saat ini:

  1. Cek Dukungan Software: Pastikan produsen menjamin pembaruan OS minimal 4-5 tahun agar investasi Anda tidak sia-sia.

  2. Kesiapan Ekosistem: Teknologi canggih (seperti layar lipat) hanya akan berguna jika aplikasi yang sering Anda gunakan sudah teroptimasi dengan baik.

  3. Kualitas Audio: Jika Anda audiophile, carilah perangkat yang masih mendukung codec audio resolusi tinggi atau gunakan DAC eksternal untuk menggantikan peran Quad DAC LG yang hilang.

Meski secara bisnis LG gagal bertahan, sejarah mencatat mereka sebagai pemberani yang mempercepat evolusi teknologi di tangan kita hari ini. Tanpa kegagalan LG Wing atau Rollable, mungkin industri smartphone saat ini akan terasa jauh lebih membosankan.

Berita Terkait

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
Rekomendasi laptop terbaik untuk belajar dengan harga mulai Rp3 jutaan.
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2026 Versi DXOMARK, Huawei Pura 80 Ultra Teratas
Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026
Samsung Galaxy Z Flip8 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp19,9 Juta
Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:00 WIB

Rekomendasi laptop terbaik untuk belajar dengan harga mulai Rp3 jutaan.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:00 WIB

Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:00 WIB

Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2026 Versi DXOMARK, Huawei Pura 80 Ultra Teratas

Berita Terbaru

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
(Foto: Google/liputan6
/AI)

Teknologi

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:00 WIB

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu
(Foto: kapanlagi/sisipublik
/AI)

Showbiz

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:00 WIB