Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Astronom khawatir langit malam terganggu.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi (Foto: AI)

Berito.id – Bumi di perkirakan bisa memiliki cincin layaknya Saturnus apabila jumlah satelit yang mengorbit terus meningkat tanpa kendali. Meski terdengar menarik, para astronom justru menilai kondisi tersebut akan menjadi masalah besar karena dapat mengubah langit malam dan menyulitkan proses pengamatan dari Bumi. Saat ini, berbagai perusahaan sedang berlomba meluncurkan ribuan satelit internet ke orbit. Di sisi lain, perkembangan teknologi AI juga di perkirakan akan membuat jumlah satelit terus bertambah. Alasannya, sejumlah perusahaan berencana menempatkan pusat data luar angkasa di orbit.

Konsep Cincin Buatan di Orbit Bumi

Profesor astronautika dari University of Birmingham, Hugh Lewis, menjelaskan bahwa salah satu cara menampung banyak pusat data di orbit adalah dengan menempatkannya pada jalur di antara wilayah siang dan malam. Menurutnya, pola tersebut berpotensi membentuk cincin buatan yang menyerupai cincin Saturnus.

Lewis mengatakan cincin itu nantinya akan tampak seperti pita cahaya di langit. Bahkan, cahayanya di perkirakan jauh lebih terang di bandingkan bintang, planet, hingga bulan purnama. “Jika Anda melihat ke langit malam, satelit-satelit itu semua akan berada dalam satu bidang, sangat dekat satu sama lain, bergerak ke arah yang sama,” ujar Lewis kepada Space.com, di kutip Media, Selasa (21/7/2026). Ia juga menegaskan bahwa dampak fenomena tersebut terhadap langit malam akan sangat besar.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Said Iqbal dan Nanik S. Deyang Hari Ini

Ribuan Satelit dan Cermin Raksasa Sudah Di rencanakan

Sejumlah perusahaan, seperti SpaceX, Blue Origin, Starcloud, dan lainnya, telah mengajukan permohonan lisensi kepada Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) untuk meluncurkan lebih dari satu juta satelit yang berfungsi sebagai pusat data. Selain itu, startup Reflect Orbital baru-baru ini memperoleh izin untuk menerbangkan satelit cermin berukuran besar. Satelit tersebut di rancang memantulkan sinar Matahari ke Bumi agar kondisi malam tetap terang. Perusahaan itu menargetkan peluncuran sekitar 50.000 cermin raksasa ke luar angkasa.

Astronom Khawatir Langit Malam Makin Terang

Tingkat kecerahan cincin buatan itu nantinya akan bergantung pada jumlah satelit yang mengisinya. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa cermin luar angkasa milik Reflect Orbital di perkirakan memiliki tingkat kecerahan setara Venus, objek paling terang di langit setelah bulan purnama. Berdasarkan penelitian European Southern Observatory, konstelasi yang terdiri dari 50.000 cermin Reflect Orbital di prediksi mampu meningkatkan kecerahan langit malam hingga 300 persen. Kondisi tersebut di nilai dapat membuat teleskop paling canggih dan mahal di dunia kehilangan fungsinya.

Baca Juga :  Ubah Gaya di Media Sosial: Tren Foto Kartun 3D yang Bikin Feed Makin Estetik

Pakar astronomi John Barentine mengatakan proyek seperti Reflect Orbital akan mengubah cincin-cincin yang selama ini hampir tidak terlihat menjadi jalur reflektif yang sangat terang. Menurutnya, persoalannya bukan lagi sekadar banyaknya titik cahaya yang bergerak di langit. Efek yang muncul justru berupa cincin buatan permanen yang membelah area pengamatan saat senja, yaitu waktu paling penting bagi aktivitas astronomi di seluruh dunia.

(A/*)

Berita Terkait

Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya
Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN
TikTok Perkuat Transparansi Konten AI
Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower
Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX
Shopee Bawa Program Afiliasi ke Instagram, Kreator Bisa Raup Komisi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:00 WIB

TikTok Perkuat Transparansi Konten AI

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
(Foto: AI)

Finansial

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
(Foto: revolusinews)

Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:00 WIB