Berito.id – Menjelajahi alam bebas dengan kendaraan tangguh kini bukan lagi sekadar hobi ekstrem bagi segelintir orang. Tren “main tanah” atau off-road mulai di gandrungi masyarakat urban yang ingin melepas penat dari kemacetan kota. Namun, bagi Anda yang baru ingin mencicipi sensasi jalur non-aspal, persiapan matang adalah harga mati agar petualangan tidak berubah jadi petaka.
Brand SUV Jaecoo berkolaborasi dengan pembalap reli nasional, Julian Johan, membagikan perspektif baru tentang cara menikmati off-road yang elegan, aman, dan tetap nyaman. Berikut adalah panduan esensial bagi Anda yang ingin memulai.
Cukup 15 Menit untuk Bangun Rasa Percaya Diri
Banyak orang membayangkan off-road harus langsung terjun ke kubangan lumpur dalam atau tanjakan curam yang mengancam nyawa. Padahal, memulai dari hal kecil jauh lebih efektif untuk jangka panjang.
Julian Johan menyarankan pemula untuk menjajal jalur non-aspal ringan selama minimal 15 menit. Durasi singkat ini sangat krusial bagi otak dan tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan karakter permukaan jalan. Dengan memulai di jalur yang tidak terlalu ekstrem, pengemudi bisa lebih fokus merasakan bagaimana ban berinteraksi dengan tanah atau kerikil sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat.
Utamakan ‘Finesse’ Daripada Injak Gas Dalam
Di jalan raya, kecepatan mungkin menjadi tolok ukur. Namun di jalur off-road, kendali penuh adalah segalanya. Julian menekankan pentingnya pendekatan yang halus atau finesse dalam mengoperasikan kendaraan.
“Kuncinya adalah bagaimana menjaga kontrol dan membaca permukaan jalan. Pendekatan yang lebih halus sangat penting karena daya cengkram ban di jalur non-aspal jauh lebih rendah,” ungkap Julian.
Karena traksi yang minim, menginjak gas terlalu dalam justru akan membuat ban kehilangan cengkraman (spin) dan sulit di kendalikan. Membaca kontur jalan dan mengatur momentum adalah seni yang harus dikuasai setiap off-roader pemula.
Aturan Emas: Dilarang ‘Solo Career’ di Jalur Ekstrem
Seberapa pun canggihnya kendaraan Anda, jangan pernah memasuki jalur off-road sendirian. Alam memiliki kejutan yang tidak bisa di prediksi, mulai dari cuaca yang tiba-tiba berubah hingga kendala teknis pada mesin.
Sangat disarankan untuk melakukan aktivitas ini dalam bentuk konvoi atau minimal bersama satu kendaraan pendamping. Kehadiran rekan seperjalanan memastikan adanya bantuan (recovery) segera jika salah satu kendaraan terjebak. Keamanan kolektif jauh lebih berharga daripada kebanggaan menaklukan jalur sendirian.
Persiapan Alat Recovery Meski Lokasi Dekat Kota
Kesalahan klasik pemula adalah meremehkan jalur yang lokasinya dekat dengan pemukiman atau pusat kota. Mereka sering kali berangkat dengan tangan kosong tanpa membawa alat bantu dasar.
Padahal, perlengkapan seperti towing strap (tali penarik) wajib berada di dalam bagasi. Tanpa persiapan ini, kendala kecil seperti ban selip bisa menjadi urusan panjang yang melelahkan. Persiapan yang matang memisahkan antara petualang sejati dengan pengendara amatir yang ceroboh.
Teknologi Modern: Off-Road Tak Lagi Berarti ‘Sakit Badan’
Dulu, off-road identik dengan guncangan keras yang melelahkan fisik. Namun, teknologi otomotif terkini telah mengubah paradigma tersebut. Kendaraan modern kini didesain dengan suspensi dan sistem penggerak cerdas yang mampu meredam guncangan di medan kasar namun tetap stabil di aspal mulus.
Salah satu inovasi yang menonjol adalah kehadiran sistem seperti pada J8 SHS-P ARDIS. Teknologi ini memungkinkan transisi yang halus antara penggunaan harian di dalam kota dengan ketangguhan saat harus melibas jalur berlumpur. Dengan kendaraan yang tepat, Anda bisa menikmati keindahan alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan kabin.
Tips Tambahan untuk Anda: Sebelum berangkat, pastikan tekanan ban sedikit dikurangi (sesuai spesifikasi medan) untuk menambah luas penampang ban yang menempel ke tanah. Hal ini akan sangat membantu meningkatkan traksi saat melewati jalanan berpasir atau berlumpur tipis. Selamat berpetualang! (Nd)






