Kemendagri Minta Pemda Gas Pol Creative Financing Demi Mandiri Fiskal

Era Baru Pembangunan: Tak Lagi Sekadar Menunggu Jatah Pusat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendagri Minta Pemda Gas Pol Creative Financing Demi Mandiri Fiskal (Foto: Ist/medcom)

Kemendagri Minta Pemda Gas Pol Creative Financing Demi Mandiri Fiskal (Foto: Ist/medcom)

Berito.id – Ketergantungan pemerintah daerah terhadap kucuran dana transfer pusat harus segera di akhiri. Di tengah guncangan ekonomi global, mengandalkan satu pintu anggaran adalah langkah berisiko yang bisa menghentikan roda pembangunan di daerah.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menegaskan perlunya terobosan nyata melalui creative financing. Baginya, daerah yang ingin maju tidak boleh terjebak dalam cara-cara lama yang monoton.

“Kalau kita ingin menghasilkan sesuatu yang berbeda, maka harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Kalau daerah ingin berubah, harus terus melakukan terobosan dan inovasi,” ujar Fatoni dalam keterangan resminya.

Inovasi Pajak dan Digitalisasi: Kunci Tekan Kebocoran

Langkah pertama yang menjadi sorotan adalah optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Bukan sekadar menaikkan tarif, namun memperluas jangkauan (ekstensifikasi) dan memperkuat pengawasan (intensifikasi).

Pemasangan alat perekam transaksi dan digitalisasi layanan menjadi harga mati. Dengan sistem digital, pendapatan daerah bisa di pantau secara real time, sekaligus menutup celah pungutan liar yang selama ini menguap tanpa jejak.

Baca Juga :  Prabowo, Indonesia Masuk 4 Besar Ekonomi Dunia 2045

Menyulap BUMD dan Aset Tidur Jadi Mesin Uang

Fakta di lapangan cukup mengejutkan. Dari 1.097 BUMD di seluruh Indonesia, ternyata kurang dari separuhnya yang mampu menyumbang dividen. Fatoni mendorong daerah untuk lebih selektif memilih pengurus profesional, bukan sekadar titipan.

Selain BUMD, aset atau Barang Milik Daerah (BMD) yang menganggur harus segera di inventarisasi. Lahan kosong atau gedung tua milik Pemda bisa disewakan atau di kerjasamakan dengan pihak ketiga agar produktif menghasilkan rupiah ketimbang hanya menjadi beban biaya perawatan.

Melirik Skema Kerja Sama dan Dana Filantropi

Pembangunan infrastruktur besar tak selamanya harus menguras APBD. Skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) terbukti ampuh mempercepat proyek.

Fatoni mencontohkan proyek penerangan jalan yang normalnya butuh waktu 10 tahun karena kendala biaya, bisa tuntas jauh lebih cepat lewat KPDBU. Hasilnya nyata: keamanan meningkat, UMKM tumbuh, dan ekonomi warga bergerak lebih dinamis.

Potensi lain yang sering terlupakan adalah sinkronisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta optimalisasi zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Jika di koordinasikan dengan baik, dana-dana ini bisa langsung menyasar program prioritas seperti:

  • Penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

  • Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

  • Pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Gibran Tegaskan Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP

Lampu Kuning Obligasi dan Pinjaman Daerah

Meski pintu pinjaman daerah, penerbitan obligasi, hingga sukuk daerah terbuka lebar untuk membiayai proyek produktif, Kemendagri memberikan catatan tebal. Penggunaannya wajib di lakukan secara hati-hati dan terukur.

“Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi, baik dengan badan usaha maupun pemerintah daerah lain,” pungkas Fatoni. Kemandirian fiskal bukan berarti menutup diri, melainkan kecerdikan dalam merajut kemitraan demi kesejahteraan rakyat di daerah.

Strategi Implementasi untuk Pemda

Agar creative financing tidak sekadar menjadi wacana, Pemda disarankan segera membentuk tim akselerasi pembiayaan yang diisi oleh tenaga ahli finansial. Langkah awal bisa dimulai dengan pemetaan aset potensial dan penyederhanaan regulasi investasi di tingkat lokal.

Apakah daerah Anda sudah mulai menerapkan skema pembiayaan mandiri ini, atau masih terjebak pola lama menunggu dana pusat?

Berita Terkait

IPDN Luluskan 1.404 Mahasiswa, Tito Tekankan Ilmu Pemerintahan
Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade
JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045
Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah
Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional
Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:33 WIB

IPDN Luluskan 1.404 Mahasiswa, Tito Tekankan Ilmu Pemerintahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:00 WIB

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:00 WIB

JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:00 WIB

Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi

Berita Terbaru

IPDN Luluskan 1.404 Mahasiswa, Tito Tekankan Ilmu Pemerintahan
(Foto: KOMPAS/Fristin Intan Sulistyowati
/AI)

Nasional

IPDN Luluskan 1.404 Mahasiswa, Tito Tekankan Ilmu Pemerintahan

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:33 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
(Foto: Google/liputan6
/AI)

Teknologi

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:00 WIB

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu
(Foto: kapanlagi/sisipublik
/AI)

Showbiz

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:00 WIB