Berito.id – Umat Islam akan segera menyambut awal tahun baru Hijriah. Momen ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amalan sunnah, salah satunya melalui puasa Muharram. Mengutip buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, M.Ag., Rasulullah SAW menegaskan keutamaan ibadah ini dalam sebuah hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)
Jumlah Hari Puasa Muharram yang Dianjurkan
Meskipun Muslim boleh berpuasa kapan saja sepanjang bulan ini, Rasulullah SAW memberikan anjuran khusus untuk melaksanakan puasa selama dua hari, yaitu:
-
9 Muharram: Puasa Tasua
-
10 Muharram: Puasa Asyura
Kedua puasa sunnah ini berlangsung secara berurutan. Hari Tasua jatuh tepat satu hari sebelum hari Asyura, yang menjadi puncak amalan dengan keutamaan luar biasa besar di bulan Muharram.
Jadwal Puasa Muharram 2026 Versi Kemenag
Kementerian Agama RI telah merilis Kalender Hijriah Indonesia 2026. Berdasarkan kalender resmi tersebut, berikut estimasi tanggal penting untuk memulai ibadah Anda pada bulan Juni mendatang:
| Momentum Ibadah | Tanggal Hijriah | Tanggal Masehi |
| Awal Tahun Baru (1 Muharram 1448 H) | 1 Muharram 1448 H | Selasa, 16 Juni 2026 |
| Puasa Tasua | 9 Muharram 1448 H | Rabu, 24 Juni 2026 |
| Puasa Asyura | 10 Muharram 1448 H | Kamis, 25 Juni 2026 |
Bacaan Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
Anda dapat melafalkan niat ini pada malam hari sebelum waktu subuh tiba. Berikut bacaan niat lengkap beserta artinya:
1. Niat Puasa Muharram (Umum)
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Tasua (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘asyura sunnatan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”
(A/*)






