Kenaikan Pertamax Dinilai Berisiko Tekan Dunia Usaha

Kenaikan BBM Dinilai Berpotensi Menambah Beban Operasional dan Menekan Pelaku Usaha

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan Pertamax Dinilai Berisiko Tekan Dunia Usaha
(Foto: kemhan)

Kenaikan Pertamax Dinilai Berisiko Tekan Dunia Usaha (Foto: kemhan)

Berito.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi setelah harga Pertamax mengalami kenaikan. Organisasi tersebut menilai kebijakan itu perlu di imbangi dengan upaya menjaga daya saing dunia usaha di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung. Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira, mengatakan pihaknya memahami alasan pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar. Menurut dia, langkah tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan fiskal negara.

“Kami memahami pentingnya menjaga kredibilitas fiskal. Stabilitas fiskal memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi makro, nilai tukar rupiah, iklim investasi, serta tingkat kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional,” ujar Anggawira, Rabu (10/6/2026). Meski demikian, ia menekankan bahwa pemerintah perlu menjalankan penyesuaian harga energi secara hati-hati. Pemerintah juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kondisi pelaku usaha sebelum mengambil kebijakan serupa.

Baca Juga :  Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah

Kenaikan Biaya Operasional Jadi Kekhawatiran Utama

Anggawira menilai kenaikan harga Pertamax dapat meningkatkan biaya operasional di berbagai sektor. Dampaknya berpotensi di rasakan oleh sektor logistik, transportasi, konstruksi, perkebunan, hingga pelaku UMKM.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya kenaikan harga bahan bakar. Efek lanjutan yang muncul juga dapat mendorong kenaikan biaya distribusi, bahan baku, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha masih memiliki ruang terbatas untuk membebankan kenaikan biaya kepada konsumen. Kondisi tersebut terjadi karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

HIPMI Dorong Insentif dan Efisiensi Logistik

Karena itu, HIPMI mendorong pemerintah mempercepat efisiensi logistik dan pembangunan infrastruktur. Organisasi tersebut juga meminta adanya insentif bagi sektor usaha yang terdampak langsung oleh kenaikan biaya energi.

Baca Juga :  Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Mozambik FIFA Matchday 2026

Selain itu, pemerintah di minta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperluas akses pembiayaan dengan bunga yang kompetitif. Langkah tersebut di nilai penting agar pelaku usaha memiliki ruang untuk beradaptasi dengan perubahan biaya produksi.

Teknologi Hemat Energi Jadi Strategi Adaptasi

HIPMI juga mengajak dunia usaha mempercepat penggunaan teknologi hemat energi. Salah satu opsi yang dapat di terapkan ialah pemanfaatan kendaraan berbasis gas maupun listrik pada sektor yang memungkinkan.

Anggawira menegaskan bahwa dunia usaha saat ini tidak hanya membutuhkan harga energi yang terjangkau. Yang lebih penting adalah kepastian berusaha, efisiensi ekonomi, serta iklim investasi yang sehat dan kondusif.

(A/*)

Berita Terkait

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade
JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045
Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah
Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional
Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Kepala BKN Ajak ASN Terus Mengabdi untuk Negeri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:00 WIB

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:00 WIB

JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:00 WIB

Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS(Foto: Dok.Bappebti
/metrotvnews/AI)

Finansial

Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS

Minggu, 26 Jul 2026 - 10:00 WIB

Thailand Libas Laos 5-0 di Piala AFF 2026
(Foto: Dok. ASEAN United FC/cnn/AI)

Sport

Thailand Libas Laos 5-0 di Piala AFF 2026

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:00 WIB

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade(Foto: detikperkara/AI)

Nasional

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade

Minggu, 26 Jul 2026 - 06:00 WIB