Berito.id – Dispatch sukses menarik perhatian publik setelah membongkar besarnya bayaran yang di terima penata gaya (stylist) artis Korea. Dalam satu hari kerja, seorang stylist di sebut bisa memperoleh sekitar 20 juta won atau setara Rp236 juta. Besarnya tarif tersebut langsung memicu perbincangan di kalangan netizen. Banyak yang membandingkan penghasilan stylist dengan manajer artis Korea, yang di sebut menerima gaji jauh lebih rendah, terutama pada tahun pertama bekerja di agensi.
Stylist Kim Woo Bin Kantongi Hingga Rp295 Juta
Salah satu stylist yang menjadi sorotan adalah Kim Se Jun, yang menangani penampilan Kim Woo Bin dalam campaign aplikasi belajar bahasa Speak. Pada sesi tersebut, Kim Woo Bin mengenakan total “dua setengah” setelan. Setelan pertama terdiri dari kemeja dan celana panjang. Sementara itu, setelan kedua berupa kemeja denim yang di padukan dengan celana chino. Adapun jaket suede di hitung sebagai “setengah” setelan karena hanya di kenakan pada bagian tertentu selama pemotretan.
Menurut laporan Dispatch, Kim Se Jun menerima 25 juta won atau sekitar Rp295 juta untuk pekerjaan tersebut. Rinciannya, 20 juta won di bayarkan untuk menata dua set busana Kim Woo Bin, sedangkan 5 juta won lainnya di berikan sebagai biaya sesi pemotretan.
Penata Rambut Juga Terima Bayaran Tinggi
Penata rambut Kim Woo Bin juga memperoleh bayaran yang tidak kalah besar. Dalam sesi pemotretan campaign tersebut, Lim Cheol Woo menerima 15 juta won atau sekitar Rp176 juta hanya untuk mengatur belahan rambut sang aktor. Laporan media korea juga mengungkap bahwa tarif tinggi ini di tentukan langsung oleh stylist dan makeup artist ternama di Korea.
Selain itu, jika proses syuting berlangsung lebih dari 12 jam, akan di kenakan biaya tambahan sebesar setengah dari tarif utama. Sementara itu, apabila jadwal syuting di lakukan di luar negeri, hari keberangkatan dan kepulangan stylist maupun makeup artist di hitung sebagai upah setengah hari.
Lee Dong Wook dan Jang Wonyoung Juga Masuk Daftar
Dispatch turut menyoroti stylist yang bekerja sama dengan Lee Dong Wook saat membintangi iklan SK Enmove. Dalam proyek tersebut, stylist Nam Ju Hee menyiapkan dua set pakaian dan menerima bayaran 17 juta won atau sekitar Rp200 juta, di luar biaya tambahan untuk proses pengambilan konten. Sementara itu, stylist Yoon Mee, yang menangani penampilan Jang Wonyoung IVE dalam iklan Dyson, memasang tarif 27 juta won atau sekitar Rp318 juta untuk tiga set busana.
Pengacara Soroti Soal Bayaran Tambahan
pengacara Bang Jung Hyun dari firma hukum Goodplan memberikan penjelasan kepada media korea. Menurutnya, stylist, penata rambut, maupun makeup artist hanya berhak menerima pembayaran atas layanan yang mereka kerjakan. Ia menegaskan bahwa mereka tidak berhak memperoleh bayaran tambahan di luar ruang lingkup pekerjaannya.
“Para profesional di bidang tata rambut, rias wajah, dan penata gaya menerima bayaran dari satu layanan. Mereka berhak menerima pembayaran atas jasanya, namun tidak lebih dari itu. Mengonversi konten video, cetak, atau konten pendek itu adalah pekerjaan tim editorial dan cetak dari pengiklan,” ungkap Bang Jung Hyun.
Biaya Stylist Capai 20 Persen Anggaran Iklan
Berdasarkan penelusuran Media korea, biaya untuk stylist dan makeup artist dapat menghabiskan sekitar 15–20 persen dari total anggaran produksi sebuah iklan. Di sisi lain, seorang stylist yang identitasnya tidak di ungkap juga memberikan tanggapan terkait kontroversi tarif yang di nilai terlalu tinggi. Ia mengaku tidak khawatir kehilangan klien karena percaya bahwa permintaan dari para artis akan tetap ada selama kualitas dan kecocokan hasil kerjanya sesuai kebutuhan.
“Jika aku bisa di gantikan, gantikan saja. Jika harganya tidak sesuai, jangan gunakan jasaku. Ini soal kepercayaan dan kecocokan. Bagaimana bisa kalian memberikan pekerjaan kepada seseorang yang bahkan tidak memahami kecocokan untuk artis Korea. Coba saja lakukan sendiri,” ujarnya. menurut laporan media korea, pendapatan seorang stylist artis Korea dari satu sesi pemotretan iklan di sebut setara dengan gaji tahunan manajer artis Korea pada tahun pertama mereka bekerja di agensi hiburan.
Penulis : Rifqi
Editor : A
Sumber Berita: detik







