OJK Ungkap Alasan Bunga Kredit Bank Masih Tinggi

Suku Bunga Acuan Turun tapi Kredit Masih Mahal? OJK Bongkar Biang Keladinya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 14:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Ungkap Alasan Bunga Kredit Bank Masih Tinggi (Foto: AI)

OJK Ungkap Alasan Bunga Kredit Bank Masih Tinggi (Foto: AI)

Berito.id – Masyarakat dan pelaku dunia usaha masih menanti realisasi bunga kredit yang benar-benar murah. Meski BI Rate sudah melandai dan bertahan di level 4,75% sejak September 2025, penurunan bunga pinjaman di lapangan nyatanya tidak secepat membalik telapak tangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa transmisi kebijakan moneter memang butuh waktu. Penurunan suku bunga kredit sangat bergantung pada “dapur” masing-masing bank, terutama terkait biaya dana atau cost of fund (CoF).

Data Bicara: Kredit Investasi Pimpin Penurunan

Jika melihat angka, tren penurunan sebenarnya sudah mulai merayap. Rerata suku bunga kredit rupiah pada Februari 2026 berada di level 8,80%. Angka ini terkoreksi 44 basis poin (bps) jika di bandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih bertengger di 9,22%.

Kabar baiknya, sektor investasi menjadi yang paling responsif. Suku bunga kredit investasi tercatat melandai hingga 69 bps. “Sekarang sudah turun cukup lumayan signifikan, sudah mendekati 8% sekian. Sebelumnya masih di atas 9%,” ungkap Dian di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga :  Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini

Hambatan ‘Special Rate’ dan Deposan Besar

Mengapa penurunan ini terasa lambat? OJK menyoroti kuatnya daya tawar nasabah kakap. Deposan dengan simpanan jumbo seringkali meminta special rate atau suku bunga khusus yang tinggi. Kondisi ini memaksa bank menjaga biaya dana tetap mahal agar simpanan tersebut tidak lari.

Untuk mengatasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama OJK mulai mengambil sikap tegas. Praktik special rate akan ditekan habis. Tujuannya jelas: agar perbankan punya ruang lebih lega untuk memangkas bunga kredit tanpa terbebani biaya simpanan yang membengkak.

Selain itu, keberadaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah senilai Rp 200 triliun di bank-bank Himbara diharapkan menjadi jangkar likuiditas yang mampu menyeret bunga kredit lebih rendah lagi sepanjang 2026.

Baca Juga :  Prabowo dan Danantara Bahas Teknologi Robotik

Transparansi SBDK Jadi Senjata Baru

Agar masyarakat tidak “buta” soal komponen bunga, OJK menerapkan POJK Nomor 13 Tahun 2024. Aturan ini mewajibkan bank melakukan standardisasi dan mengumumkan komponen pembentuk Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) secara terbuka.

Langkah OJK untuk percepatan penurunan bunga:

  • Standardisasi SBDK: Memudahkan nasabah membandingkan bunga antar-bank.

  • Disiplin Pasar: Mendorong kompetisi sehat agar bank berlomba menawarkan bunga kompetitif.

  • Optimasi Dana Murah: Mendorong bank meningkatkan porsi CASA (Tabungan dan Giro) untuk menekan biaya operasional.

Lewat pengawasan ketat dan transparansi ini, OJK optimis transmisi bunga dari bank sentral ke kantong nasabah akan berjalan lebih cepat di sisa tahun 2026. ***

Berita Terkait

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade
JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045
Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah
Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional
Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Kepala BKN Ajak ASN Terus Mengabdi untuk Negeri
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:00 WIB

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:00 WIB

JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:00 WIB

Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

Thailand Libas Laos 5-0 di Piala AFF 2026
(Foto: Dok. ASEAN United FC/cnn/AI)

Sport

Thailand Libas Laos 5-0 di Piala AFF 2026

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:00 WIB

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade(Foto: detikperkara/AI)

Nasional

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade

Minggu, 26 Jul 2026 - 06:00 WIB