Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini (Foto: AI)

Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini (Foto: AI)

Berito.id – Masyarakat Indonesia bisa sedikit bernapas lega. Isu mengenai kembalinya fenomena cuaca ekstrem yang kerap di juluki “El Nino Godzilla” pada tahun 2026 di pastikan tidak akan terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kondisi atmosfer saat ini masih berada dalam rentang normal.

Meskipun cuaca terasa terik di beberapa wilayah, data satelit menunjukkan belum ada lonjakan suhu permukaan laut yang mengkhawatirkan di Samudra Pasifik. Kondisi netral ini di prediksi akan bertahan setidaknya hingga pertengahan tahun.

Hanya Berpeluang El Nino Lemah

Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menjelaskan bahwa dinamika iklim global melalui fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) masih stabil selama semester pertama 2026.

“Memasuki semester kedua, ENSO berpotensi menuju El Nino lemah atau bahkan moderat dengan peluang sekitar 55 persen, terutama mulai periode Juni hingga Agustus,” ungkap Teguh pada Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  7 Rekomendasi Mobil Bekas Harga di Bawah Rp50 Juta Tahun 2026

Potensi ini jauh dari kategori ekstrem yang di khawatirkan banyak pihak. Menurut Teguh, kekuatan El Nino diukur dari anomali suhu. Kategori lemah berada di angka 0,5-0,9 derajat Celcius, sementara status “super” atau “ekstrem” baru di sematkan jika angka anomali mencapai atau melebihi 2,0 derajat Celcius.

Meluruskan Istilah “El Nino Godzilla”

Istilah “Godzilla” yang sempat viral di media sosial ternyata bukan berasal dari rilis resmi otoritas cuaca. Istilah ini merupakan sebutan populer untuk menggambarkan kengerian dampak El Nino kuat seperti yang pernah melanda dunia pada tahun 1997 dan 2015 silam.

“BMKG tidak pernah merilis istilah El Nino Godzilla. Itu hanya istilah publik untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat,” tegas Teguh.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada satu pun indikator yang menunjukkan Indonesia akan di hantam gelombang panas ekstrem atau kekeringan panjang akibat super El Nino di tahun 2026.

Baca Juga :  Siap-Siap! Jajan di China Kini Cukup Scan QRIS, Berlaku Mulai Akhir April

Dampak Bagi Indonesia dan Tips Antisipasi

Walau prediksinya hanya bersifat “lemah hingga moderat”, masyarakat tetap di minta tidak abai. Efek El Nino sangat bergantung pada suhu perairan lokal Indonesia. Jika suhu air laut kita cenderung dingin, maka uap air berkurang dan curah hujan akan merosot tajam.

Sebagai langkah antisipasi mandiri, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Hemat Air: Mulailah mengatur penggunaan air rumah tangga sebelum puncak musim kemarau tiba.

  • Cek Saluran Irigasi: Bagi petani, pastikan manajemen air di sawah siap menghadapi penurunan curah hujan.

  • Update Informasi: Pantau aplikasi Info BMKG secara rutin untuk perubahan cuaca skala lokal.

BMKG berjanji akan terus memperbarui data ENSO secara berkala agar langkah mitigasi, mulai dari sektor pertanian hingga ketersediaan air bersih, bisa di lakukan lebih dini oleh pemerintah dan masyarakat luas. (Nd)

Berita Terkait

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional
Mengulas Spesifikasi Pertamina Dex CN 53 untuk Perawatan Mesin Diesel Modern
Distribusi MinyaKita Didominasi Swasta, Bulog Ungkap Biang Kelangkaan di Pasar
Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis
Hantavirus Hantui Kapal Pesiar, Pakar UNAIR Bedah Risiko dan Cara Pencegahannya
Pertamina Olah Minyak Jelantah MBG Jadi Bahan Bakar Pesawat (SAF)
Polemik Bakom dan Homeless Media: Transformasi atau Ancaman Independensi?
Setoran Freeport Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Pembagiannya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:02 WIB

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 20:21 WIB

Mengulas Spesifikasi Pertamina Dex CN 53 untuk Perawatan Mesin Diesel Modern

Senin, 11 Mei 2026 - 13:27 WIB

Distribusi MinyaKita Didominasi Swasta, Bulog Ungkap Biang Kelangkaan di Pasar

Senin, 11 Mei 2026 - 10:05 WIB

Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:33 WIB

Hantavirus Hantui Kapal Pesiar, Pakar UNAIR Bedah Risiko dan Cara Pencegahannya

Berita Terbaru