Benarkah Radiasi Headphone Bluetooth Bisa Merusak Otak? Ini Faktanya

Antara Tren Gaya Hidup dan Ancaman Radiasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Benarkah Radiasi Headphone Bluetooth Bisa Merusak Otak? Ini Faktanya (Foto: AI)

Benarkah Radiasi Headphone Bluetooth Bisa Merusak Otak? Ini Faktanya (Foto: AI)

Berito.id – Hampir tidak ada aktivitas modern tanpa headphone nirkabel. Mulai dari melibas deadline di kantor, olahraga, hingga maraton film di transportasi umum. Namun, posisi perangkat yang menempel langsung pada kepala memicu kekhawatiran lama: apakah gelombang elektromagnetiknya pelan-pelan merusak otak?

Isu ini bukan isapan jempol belaka. Ratusan ilmuwan internasional sempat menyurati WHO dan PBB. Mereka mendesak pengetatan regulasi paparan medan elektromagnetik (PME) dari perangkat nirkabel. Sorotan tajam mengarah pada Radiasi Frekuensi Radio (RFR) yang dalam jangka panjang dikhawatirkan mengganggu fungsi memori hingga memicu tumor.

Membedah Radiasi: Mematikan atau Hanya “Hangat”?

Dr. Widya Eka Nugraha, dosen biomedik sel dan molekuler, memberikan perspektif yang mendinginkan suasana. Gelombang radio pada headphone bluetooth masuk kategori radiasi non-ionisasi.

“Energinya tidak cukup kuat untuk merusak struktur DNA manusia, berbeda dengan keganasan sinar X atau sinar gamma,” ungkapnya. Paling banter, radiasi ini hanya memicu kenaikan suhu jaringan dalam skala mikroskopis yang masih di bawah ambang batas aman internasional.

Baca Juga :  Hantavirus Bukan Pandemi Baru, DPR Desak Pemerintah Gencarkan Edukasi Kebersihan

Meski International Agency for Research on Cancer (IARC) pernah melabeli RFR sebagai “kemungkinan karsinogenik”, bukti nyata pada manusia masih sangat tipis. Level paparan dari headphone bluetooth jauh lebih rendah di bandingkan ponsel yang Anda tempelkan ke telinga saat menelepon.

Ancaman Nyata Bukan Radiasi, Tapi Volume Suara

Seringkali kita sibuk mencemaskan radiasi yang belum terbukti, namun abai pada volume suara yang jelas-jelas merusak. Dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter mengingatkan bahwa musuh utama pengguna headphone adalah desibel yang berlebihan.

Gendang telinga yang di hantam suara keras dalam durasi panjang adalah tiket cepat menuju gangguan pendengaran permanen. Selain itu, penggunaan tanpa jeda menciptakan kelembapan tinggi di liang telinga yang menjadi sarang empuk bagi bakteri dan jamur.

Baca Juga :  Cara Aktivasi Google Gemini AI Plus IM3, Kuota Melimpah Bonus Asisten Cerdas

Panduan Aman Menikmati Musik Tanpa Cemas

Bagi Anda yang tidak bisa lepas dari gadget ini, ada beberapa langkah teknis untuk menjaga kesehatan saraf dan pendengaran:

  • Rumus 60/60: Gunakan volume maksimal 60% dan batasi durasi pemakaian hanya 60 menit sebelum memberikan jeda istirahat bagi telinga.

  • Kebersihan Perangkat: Bersihkan ear tips secara rutin dengan alkohol swab untuk mencegah infeksi kulit telinga.

  • Alternatif Bone Conduction: Jika Anda khawatir soal tekanan langsung pada lubang telinga, teknologi bone conduction bisa menjadi pilihan karena menghantarkan suara melalui tulang pipi.

  • Waspada Gejala: Segera tanggalkan perangkat jika mulai terasa nyeri, telinga berdenging (tinnitus), atau muncul cairan tidak normal.

Risiko kesehatan digital sering kali lahir dari perilaku pengguna, bukan teknologinya sendiri. Bijak mengatur durasi adalah kunci agar hobi mendengarkan musik tidak berakhir di ruang praktik dokter THT. ***

Berita Terkait

OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global
Lenovo Luncurkan One Lenovo Solutions Mendorong AI di Industri dan Pendidikan
Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro
Triasmitra-MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8
Resmi Hadir Di Indonesia Asus ROG Zephyrus Duo 2026, Ini Harganya!
Rekomendasi HP AI Harga 1 Jutaan Juni 2026, Fitur Juara!
Samsung Rilis Mini LED Vision AI dengan Layar hingga 100 Inci
PixVerse R1 Dukung Bahasa Indonesia dan Video AI Real-Time
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:00 WIB

OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:02 WIB

Lenovo Luncurkan One Lenovo Solutions Mendorong AI di Industri dan Pendidikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:05 WIB

Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:05 WIB

Triasmitra-MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00 WIB

Resmi Hadir Di Indonesia Asus ROG Zephyrus Duo 2026, Ini Harganya!

Berita Terbaru

Resep Seblak Rumahan Tidak Pedas Dan Gurih, Ini Resepnya!!
(Foto: ilustrasi seblak/Agus Mujianto
/Shutterstock
/fimela)

Kuliner

Resep Seblak Rumahan Tidak Pedas Dan Gurih, Ini Resepnya!!

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:04 WIB

OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global(Foto: aiu)

Teknologi

OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:00 WIB

Putin Sambut Menlu RI Sugiono di KTT ASEAN–Rusia di Kazan
(Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova/cnn)

Internasional

Putin Sambut Menlu RI Sugiono di KTT ASEAN–Rusia di Kazan

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:00 WIB

Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun
(Foto: ist
/bumntrack)

Finansial

Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:03 WIB

Mobil Listrik Citroën e-C3X EV Eropa Dibandrol 120 Jutaan
(Foto: gridoto)

Otomotif

Mobil Listrik Citroën e-C3X EV Eropa Dibandrol 120 Jutaan

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:05 WIB