Hantavirus Bukan Pandemi Baru, DPR Desak Pemerintah Gencarkan Edukasi Kebersihan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 15:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hantavirus Bukan Pandemi Baru, DPR Desak Pemerintah Gencarkan Edukasi Kebersihan (Ilustrasi dibuat dengan AI)

Hantavirus Bukan Pandemi Baru, DPR Desak Pemerintah Gencarkan Edukasi Kebersihan (Ilustrasi dibuat dengan AI)

Berito.id Hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius di pastikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bukan merupakan awal dari pandemi global. Meski risiko kesehatan masyarakat secara umum masih berada di level rendah, langkah antisipasi di dalam negeri tetap menjadi prioritas.

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, mendorong pemerintah agar tidak lengah dalam memperkuat sistem pencegahan. Penekanan utama terletak pada edukasi masif mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Arzeti menilai ketenangan publik harus di jaga dengan informasi yang akurat agar tidak muncul kepanikan kolektif yang tidak perlu.

“Hantavirus bukan awal pandemi baru. Fokus utama kita adalah memperkuat langkah preventif melalui pola hidup bersih,” tegas Arzeti pada Senin (11/5/2026).

Baca Juga :  Gali Lubang Tutup Lubang? Ini Cara Ampuh Agar Tak Terjerat Lingkaran Setan Pinjol

Penyebaran virus ini secara spesifik berkaitan dengan keberadaan tikus serta limbah kotorannya. Masyarakat perlu menjalankan protokol kesehatan mandiri melalui tindakan praktis:

  • Mencuci tangan dengan sabun secara rutin.

  • Menjaga sterilitas area penyimpanan makanan.

  • Memastikan lingkungan rumah bebas dari sarang tikus.

Pemerintah memegang tanggung jawab besar dalam menyebarkan informasi mengenai gejala dan penanganan dini hantavirus. Edukasi yang masif menjadi kunci agar risiko sekecil apa pun dapat di tekan sejak dini. Menurut Arzeti, sinergi antara kebijakan pemerintah dan keaktifan masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah adalah benteng pertahanan terbaik saat ini.

Baca Juga :  Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak

Beda Karakteristik dengan Covid-19

WHO memberikan klarifikasi untuk meredam kekhawatiran global. Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menjelaskan bahwa mekanisme penularan hantavirus sangat berbeda dengan virus influenza atau Covid-19 yang sempat melumpuhkan dunia pada 2020 silam.

“Ini bukan Covid, ini bukan influenza. Cara penyebarannya sangat, sangat berbeda,” ungkap Van Kerkhove melalui pengarahan resmi (7/5/2026).

Hantavirus memerlukan kontak yang sangat dekat dan erat untuk berpindah antarmanusia, sehingga potensi ledakan kasus secara eksponensial seperti pandemi sebelumnya sangat kecil terjadi. Meskipun telah di temukan kasus fatal pada insiden kapal pesiar tersebut, otoritas kesehatan internasional tetap mengklasifikasikan ancaman ini pada tingkat yang terkendali. (Nd/*)

Berita Terkait

Bahaya Ngorok Saat Tidur, Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung yang Mengintai
Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak
Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri
Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah
Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari
Berapa Bulan Sekali Boleh Donor Darah? Ini Panduan PMI
Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya
Lowongan PATT BPJS Kesehatan 2026 Tahap 2 Dibuka!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

Bahaya Ngorok Saat Tidur, Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung yang Mengintai

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:15 WIB

Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:05 WIB

Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:05 WIB

Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari

Berita Terbaru