10 Negara Teraman Dan Terdamai di Dunia Tahun 2026

Riset Teranyar GPI Menempatkan Kawasan Nordik di Puncak, Sementara Stabilitas AS Terus Merosot akibat Polarisasi Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

10 Negara Teraman Dan Terdamai di Dunia Tahun 2026
(Foto: Islandia
Pexels/Michael Fischer/voi)

10 Negara Teraman Dan Terdamai di Dunia Tahun 2026 (Foto: Islandia Pexels/Michael Fischer/voi)

Berito.id – Lembaga Institute for Economics and Peace (IEP) kembali mempublikasikan laporan tahunan Indeks Perdamaian Global (GPI) untuk memetakan tingkat keamanan negara-negara di seluruh penjuru bumi. Mengutip data dari World Population Review, riset komprehensif ini mengevaluasi 163 negara dengan mengacu pada 23 indikator strategis. Indikator tersebut mencakup intensitas konflik internal maupun eksternal, stabilitas politik domestik, ancaman terorisme, angka kriminalitas pembunuhan, tingkat ketidakpercayaan publik, hingga porsi anggaran militer terhadap PDB.

Para peneliti mereduksi seluruh variabel tersebut ke dalam tiga pilar utama: Konflik Internasional yang Sedang Berjalan, Keamanan dan Keselamatan Masyarakat, serta Tingkat Militerisasi. Sistem penilaian GPI menerapkan formula angka terbalik; semakin kecil skor yang diperoleh suatu negara, maka semakin aman dan kondusif wilayah tersebut dari berbagai ancaman.

Tren Penurunan Keamanan dan Kemunduran Posisi Amerika Serikat

Rapuhnya Kedamaian Dunia dan Anjloknya Posisi Negeri Paman Sam

Di panggung geopolitik, tren keamanan global menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan. Laporan GPI menegaskan bahwa kondisi kedamaian dunia mengalami penurunan kualitas rata-rata sebesar 5 persen sepanjang 15 tahun terakhir. Fenomena kemunduran stabilitas ini terjadi secara konstan selama tiga belas tahun dari total periode pengamatan tersebut. Sebagai contoh konkrit, tingkat perdamaian global menyusut 0,42 persen dalam satu tahun terakhir. Meskipun 84 negara berhasil memperbaiki sistem keamanannya, sebanyak 79 negara justru mencatat penurunan performa.

Salah satu sorotan tajam tertuju pada Amerika Serikat, yang kini terpuruk di peringkat ke-131. Grafik performa Negeri Paman Sam ini terus merosot sejak tahun 2016. Para analis mengidentifikasi tiga faktor utama yang memicu kemunduran ini, yakni merosotnya kepuasan hidup masyarakat, tajamnya polarisasi politik, serta jurang ketimpangan ekonomi yang kian melebar.

Dominasi Mutlak Kawasan Eropa dan Fenomena Nordik

Korelasi Positif Negara Sejahtera: Harmoni Sosial dan Kebahagiaan Warga

Sebaliknya, kawasan Eropa menegaskan posisinya sebagai benteng kedamaian dunia dengan mendominasi jajaran 25 besar negara teraman. Kelompok negara Nordik tampil sebagai rujukan utama stabilitas global. Norwegia, Denmark, Islandia, dan Finlandia sukses mempertahankan reputasi sebagai wilayah paling kondusif di bumi, dengan rasio pembunuhan yang sangat rendah, yakni hanya 0,8 kasus per 100.000 penduduk.

Menariknya, catatan gemilang di sektor keamanan ini berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan warga mereka. Sementara itu, Asia menempel ketat di posisi kedua sebagai kawasan teraman. Baik Eropa maupun Asia berhasil menekan angka kriminalitas berat hingga di bawah 3 kasus pembunuhan per 100.000 jiwa.

Baca Juga :  Update Harga iPhone 17 Series di iBox per 1 Mei 2026: Varian Tertinggi Tembus Rp43,9 Juta

Negara-negara yang berada di zona aman ini memiliki karakteristik serupa: fondasi ekonomi yang mapan, jaminan kesejahteraan sosial yang merata, sistem pendidikan yang berkualitas, peradilan pidana yang bersih, serta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

Profil 10 Negara Teraman di Dunia

Bedah Karakteristik Keamanan Domestik di Sepuluh Negara Teratas

1. Islandia

Nir-Militer dan Pendekatan Humanis Polisi Tanpa Senjata Api

Islandia mengukuhkan posisinya di puncak klasemen global selama 15 tahun berturut-turut. Negara Nordik berpenduduk 382.000 jiwa ini memiliki angka kriminalitas mendekati nol. Kuncinya terletak pada standar hidup yang tinggi, minimnya ketegangan antarkelas sosial, serta besarnya kepercayaan warga terhadap aparat kepolisian. Menariknya, Islandia tidak memiliki angkatan militer resmi dan polisi mereka berpatroli tanpa senjata api. Negara ini juga menerapkan hukum progresif yang menjamin kesetaraan hak sipil dan kesetaraan upah gender.

2. Denmark

Transparansi Hukum Tinggi dan Subsidi Sosial yang Merata

Berada di posisi kedua, Denmark menawarkan lingkungan yang sangat ramah bagi warga dan pelancong. Rasa aman di negara ini merata sepanjang waktu, bahkan untuk anak-anak kecil yang berjalan sendirian. Transparansi tinggi dalam sistem bisnis dan politik membuat praktik korupsi sangat langka terjadi. Walaupun pemerintah memungut pajak penghasilan yang tinggi, dana tersebut kembali ke masyarakat dalam bentuk fasilitas kesehatan gratis, subsidi pendidikan tinggi, serta jaminan perawatan komprehensif bagi lansia.

3. Irlandia

Minim Ancaman Teror dan Tantangan Keselamatan dari Faktor Alam

Setelah meroket dari urutan ke-11 ke posisi 3 besar, Irlandia sukses mempertahankan posisinya. Ancaman terorisme atau kekerasan berbasis budaya hampir tidak ditemukan di sini. Kerawanan kriminalitas hanya berkisar pada aksi copet di kerumunan turis. Uniknya, tantangan keselamatan terbesar di Irlandia justru bukan datang dari manusia, melainkan dari faktor alam, seperti tebing-tebing curam dan jalur pedesaan yang ekstrem saat diguyur cuaca buruk.

4. Selandia Baru

Egaliter, Berpikiran Terbuka, dan Bebas dari Satwa Liar Mematikan

Selandia Baru mengamankan peringkat keempat dengan tingkat kejahatan kekerasan yang sangat minim. Berbeda dengan Australia yang dipenuhi fauna berbisa, Selandia Baru relatif bebas dari satwa liar yang mengancam nyawa. Pemerintah setempat juga sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Polisi di negara ini menjalankan tugas harian mereka tanpa dibekali senjata api pribadi.

Baca Juga :  Strategi United Bike Dominasi Pasar Lokal Lewat Lini Sepeda Anak yang Semakin Sporty

5. Austria

Stabilitas Domestik Kuat Ditengah Dinamika Unjuk Rasa Sosial

Austria kokoh di peringkat kelima berkat lingkungan domestiknya yang stabil. Meskipun aksi demonstrasi sesekali terjadi akibat dinamika sosial, eskalasi kekerasan sangat jarang ditemui. Wisatawan dapat menjelajahi negara ini dengan aman, asalkan tetap waspada terhadap tindak kejahatan jalanan minor di area publik.

6. Singapura

Hukum Represif dan Kontrol Ketat Kepemilikan Senjata Api

Sebagai representasi Asia di papan atas, Singapura menempati urutan keenam. Penegakan hukum yang sangat represif terhadap pelanggaran sekecil apa pun terbukti efektif menekan angka kejahatan konfrontatif. Kendali ketat atas kepemilikan senjata api membuat masyarakat Singapura menikmati rasa aman personal tertinggi di dunia menurut survei global.

7. Portugal

Kebangkitan Ekonomi dan Penguatan Kehadiran Polisi di Ruang Publik

Portugal mencatat lompatan performa yang signifikan dari posisi ke-18 pada dekade lalu hingga kini menembus peringkat ketujuh. Langkah strategis pemerintah memperkuat kehadiran polisi di ruang publik berhasil mereduksi angka kriminalitas. Ditambah dengan pemulihan ekonomi yang sukses menekan angka pengangguran hingga di bawah 7 persen, Portugal kini menjadi destinasi pensiun paling favorit di dunia.

8. Slovenia

Fokus Pembangunan Berkelanjutan Pasca-Sistem Demokrasi

Negara pecahan Yugoslavia ini meraih skor impresif di sektor keselamatan lalu lintas, jaminan medis, dan keamanan perjalanan. Sejak mengadopsi sistem demokrasi pada dekade 1990-an, Slovenia berfokus penuh pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup warganya.

9. Jepang

Budaya Tertib Masyarakat dan Batasan Ketat Hak Membawa Senjata

Jepang konsisten berada di lingkaran sepuluh besar selama 15 tahun terakhir berkat minimnya konflik internal dan stabilitas politik yang mengakar kuat. Regulasi ketat mengenai kepemilikan senjata api menjadi pilar utama keamanan publik. Kendati gejolak geopolitik regional bersama negara tetangga seperti Tiongkok dan Korea Utara membayangi, kondisi domestik Jepang tetap aman terkendali.

10. Swiss

Prinsip Netralitas Geopolitik yang Menjadi Pelabuhan Aman Dunia

Swiss melengkapi daftar 10 besar berkat prinsip netralitas politik yang dipertahankannya sejak era perang dunia. Keputusan untuk tidak memihak dalam konflik global dan tetap berada di luar Uni Eropa menjadikan Swiss sebagai pelabuhan aman bagi organisasi internasional seperti PBB dan Komite Palang Merah Internasional.

(A/*)

Berita Terkait

Mustika Ratu Gelar Trunk Show Hari Kebaya Nasional Bersama Finalis Puteri Indonesia
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers
Motor Ini Wajib Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM
Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
TikTok Perkuat Transparansi Konten AI
Cara Cek Sisa Umur HP Android dan Masa Dukungan Update
Tebak Juara Piala Dunia 2026, Rebut Hadiah Rp100 Juta
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Mustika Ratu Gelar Trunk Show Hari Kebaya Nasional Bersama Finalis Puteri Indonesia

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:00 WIB

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:00 WIB

Motor Ini Wajib Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM

Senin, 13 Juli 2026 - 19:00 WIB

Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026

Berita Terbaru