Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online

Google Padukan AI Search dan YouTube

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
(Foto: AI)

Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online (Foto: AI)

Berito.id – Google memperkenalkan strategi pemasaran terbaru yang memadukan Google AI Search dan YouTube untuk membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan secara online. Perusahaan mengumumkan langkah tersebut dalam ajang Google Marketing Live Asia Tenggara 2026 di Singapura. Strategi ini muncul setelah Google melihat perubahan besar pada perilaku konsumen. Kini, semakin banyak pengguna mengandalkan kecerdasan buatan (AI) saat mencari informasi sekaligus menentukan produk yang akan di beli.

Google mengungkapkan penggunaan teknologi AI di layanan pencariannya telah mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan survei perusahaan, sebanyak 82% pengguna AI Overviews dan AI Mode di Asia Tenggara mengaku lebih cepat mengambil keputusan saat berbelanja. Selain itu, 80% responden merasa lebih yakin memilih produk berkat bantuan fitur AI di Google Search. Perubahan tersebut paling terlihat pada Generasi Z. Sebanyak 86% responden Gen Z mengatakan fitur AI di Google Search membantu mereka mengurangi decision fatigue karena informasi penting tersaji lebih cepat dan mudah di pahami. Melihat tren tersebut, Google menilai masa depan perdagangan digital tidak lagi bergantung pada mesin pencari maupun media sosial secara terpisah. Sebaliknya, AI Search, video, dan pengalaman belanja harus saling terhubung agar perjalanan konsumen menjadi lebih mulus.

Sapna Chadha, Vice President Google untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan Frontier, mengatakan AI telah mengubah cara masyarakat mencari informasi dan berbelanja di internet. Menurutnya, semakin banyak orang menyadari kemampuan Google Search dalam membantu aktivitas sehari-hari. Karena itu, Google terus memperkuat teknologi pencarian sekaligus memanfaatkan ekosistem kreator YouTube agar bisnis dapat membangun hubungan lebih dekat dengan konsumen dan meningkatkan transaksi. Ia juga menambahkan bahwa teknologi pengukuran berbasis AI generasi terbaru mampu membantu pengiklan menghitung tingkat pengembalian investasi (ROI) dengan lebih akurat.

Baca Juga :  Klaim Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 7 Mei 2026

Video Commerce Tumbuh Pesat di Asia Tenggara

Google menilai Asia Tenggara kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan video commerce dunia. Mengacu pada e-Conomy Report 2025, nilai perdagangan berbasis video meningkat lima kali lipat selama periode 2022 hingga 2025. Saat ini, segmen tersebut menyumbang sekitar 25% dari total Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce di kawasan. Pertumbuhan itu juga terlihat pada Program Afiliasi YouTube Shopping. Dalam dua tahun sejak diluncurkan, lebih dari enam juta video di Asia Tenggara telah menampilkan tag produk yang bisa langsung di beli penonton.

Google juga mencatat lebih dari separuh kreator yang memenuhi syarat telah bergabung dalam program tersebut. Sementara itu, total pembayaran kepada kreator meningkat lebih dari 105% di bandingkan tahun sebelumnya.Menurut Google, pencapaian tersebut di pengaruhi tingginya tingkat kepercayaan pengguna terhadap kreator YouTube. Survei independen yang di kutip perusahaan menunjukkan bahwa konsumen di sejumlah negara Asia Tenggara lebih mempercayai rekomendasi kreator YouTube di bandingkan kreator di platform lain, termasuk TikTok maupun Meta, ketika akan membeli suatu produk.

Google Hadirkan Tiga Solusi Baru untuk Pengiklan

Untuk memanfaatkan tren tersebut, Google meluncurkan tiga solusi baru yang menghubungkan Google Search dengan ekosistem YouTube. Tujuannya ialah membuat proses belanja, mulai dari pencarian produk hingga pembayaran, menjadi lebih cepat dan efisien. Solusi pertama adalah Commerce Media Suite. Platform ini membantu marketplace dan berbagai merek menghubungkan iklan YouTube langsung ke halaman pembayaran dengan memanfaatkan data belanja secara real-time, seperti produk yang sedang di cari pengguna atau barang yang sudah masuk ke keranjang belanja.

Baca Juga :  Sering Dikira Flu Biasa, Kenali Gejala Awal Campak pada Dewasa yang Sangat Menular

Dengan pendekatan tersebut, iklan menjadi lebih relevan sehingga peluang terjadinya konversi penjualan semakin besar. Google mengatakan Commerce Media Suite saat ini sedang menjalani uji coba bersama Shopee. Dalam salah satu pengujian awal, merek kosmetik Maybelline berhasil meningkatkan pendapatan tambahan hingga 7,4% tanpa mengurangi performa Return on Ad Spend (ROAS). Solusi kedua ialah Creator Partnerships Boost, yang sebelumnya di kenal sebagai Partnership Ads. Melalui fitur ini, sebuah merek dapat mempromosikan video milik kreator YouTube secara langsung menggunakan akun kreator sebagai media iklan.

Cara tersebut memungkinkan kampanye menjangkau audiens lebih luas di bandingkan hanya mengandalkan distribusi organik. Selain itu, keterlibatan pengguna terhadap konten kreator juga meningkat. Google juga memperkenalkan Affiliate Partnerships Boost. Fitur ini memungkinkan marketplace dan peritel mengubah video afiliasi berkinerja tinggi menjadi iklan berbayar sehingga jangkauannya semakin luas.

Model tersebut memberi keuntungan bagi semua pihak. Produk berpeluang menjangkau lebih banyak calon pembeli, sedangkan kreator memperoleh tambahan komisi apabila iklan berhasil menghasilkan transaksi. Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah pertama di dunia yang menguji solusi tersebut bersama Shopee. Google optimistis perpaduan AI Search, YouTube, dan ekonomi kreator akan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan perdagangan digital di Asia Tenggara. Kombinasi ketiganya di yakini mampu menciptakan pengalaman belanja yang lebih efektif sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih besar bagi pelaku usaha maupun kreator konten.

(A/*)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp42.000
KUR Juli 2026 Tembus Rp159,8 Triliun, Disalurkan ke 2,5 Juta UMKM
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru
TikTok Perkuat Transparansi Konten AI
Promo Transmart Full Day Sale 12 Juli 2026, Diskon Besar untuk Elektronik
Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower
Harga BBM Pertamina Juli 2026 Resmi Turun, Cek Tarif Terbaru
Pemerintah Masih Berutang Rp25,8 Triliun ke Taspen
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp42.000

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:00 WIB

KUR Juli 2026 Tembus Rp159,8 Triliun, Disalurkan ke 2,5 Juta UMKM

Senin, 13 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:00 WIB

TikTok Perkuat Transparansi Konten AI

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Promo Transmart Full Day Sale 12 Juli 2026, Diskon Besar untuk Elektronik

Berita Terbaru

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026
(Foto: AI)

Gadget

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:00 WIB

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton
(Foto: AI)

Showbiz

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton

Rabu, 15 Jul 2026 - 15:00 WIB

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia
(Foto: AI)

Internasional

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:00 WIB