Berito.id – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Harga emas batangan (Antam) kembali mengalami penurunan pada Rabu (15/7/2026). Dibandingkan hari sebelumnya, harga emas Antam turun Rp20.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang juga terjadi pada Senin dengan besaran yang sama. Artinya, dalam dua hari terakhir logam mulia telah terkoreksi hingga Rp40.000. Mengacu pada data resmi Logam Mulia, harga emas Antam saat ini dipatok Rp2.615.000 per gram. Sebelumnya, logam mulia tersebut masih dijual seharga Rp2.635.000 per gram.
Harga Buyback Emas Antam Ikut Turun
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali juga mengalami penyesuaian. Pada perdagangan hari ini, harga buyback turun Rp42.000 menjadi Rp2.352.000 per gram. Sebagai informasi, harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali logam mulia kepada Antam. Perlu diketahui, logam mulia Antam bersifat fluktuatif sehingga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Sementara itu, rekor harga tertinggi emas Antam pernah terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Saat itu, mencapai Rp3.168.000 per gram, sedangkan harga buyback berada di level Rp2.989.000 per gram. Seluruh data harga tersebut mengacu pada situs resmi Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk sehingga menjadi acuan yang kredibel bagi masyarakat.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas batangan Antam sebelum dikenakan pajak:
- 0,5 gram: Rp1.357.500
- 1 gram: Rp2.615.000
- 2 gram: Rp5.170.000
- 3 gram: Rp7.730.000
- 5 gram: Rp12.850.000
- 10 gram: Rp25.645.000
- 25 gram: Rp63.987.000
- 50 gram: Rp127.895.000
- 100 gram: Rp255.712.000
- 250 gram: Rp639.015.000
- 500 gram: Rp1.277.820.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp2.555.600.000
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 3%
Di pasar global, harga emas juga mencatat pelemahan cukup tajam pada perdagangan Senin. Mengutip dari media pada Rabu (15/7/2026), harga emas spot turun 3,1% menjadi US$3.991,56 per troy ounce. Penurunan ini menjadi koreksi selama dua hari perdagangan berturut-turut. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat di tutup melemah 2,6% ke level US$4.005,70 per troy ounce. Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.
Harga Emas Berpotensi Turun ke US$3.500
Razaqzada menilai tekanan terhadap harga emas masih bisa berlanjut apabila harga minyak terus meningkat. Ia memperkirakan berpotensi turun lebih dulu ke kisaran US$3.800 per troy ounce. Bahkan, dalam kondisi tekanan jual yang semakin besar, harga emas bisa bergerak hingga menyentuh US$3.500 per troy ounce. Sentimen tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kembali pemberlakuan blokade angkatan laut terhadap Iran.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperoleh kompensasi sebesar 20% dari seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz setelah Teheran mengklaim telah menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Pernyataan itu langsung memicu lonjakan harga minyak dunia sekitar 5%. Kenaikan harga minyak di nilai dapat meningkatkan biaya energi dan transportasi sehingga berpotensi memicu inflasi. Jika kondisi tersebut berlanjut, bank sentral di perkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, bahkan tidak menutup kemungkinan kembali menaikkannya untuk menekan laju inflasi.
(A/*)






