Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak, Ini Penyebabnya

Kesalahan saat mengisi daya, paparan suhu panas, hingga minim perawatan dapat mempercepat penurunan performa baterai mobil listrik.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak, Ini Penyebabnya
(Foto: ilustrasi
/gridoto)

Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak, Ini Penyebabnya (Foto: ilustrasi /gridoto)

Berito.id – Popularitas mobil listrik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, masih banyak pemilik kendaraan listrik yang belum memahami cara penggunaan dan perawatan yang tepat. Tidak sedikit pula pengemudi yang kerap memanfaatkan torsi instan mobil listrik secara berlebihan demi mendapatkan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.

Padahal, penggunaan tenaga kendaraan listrik secara berlebihan dapat berdampak pada usia pakai baterai. Komponen ini merupakan bagian terpenting pada mobil listrik dan biaya penggantiannya juga tidak murah. Karena itu, pemilik kendaraan perlu mengetahui berbagai faktor yang dapat mempercepat kerusakan baterai.

Kebiasaan Pengisian Daya yang Keliru

Cara mengisi daya menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan baterai mobil listrik. Banyak pengguna masih terbiasa mengisi baterai hingga 100 persen atau membiarkannya turun sampai benar-benar habis. Padahal, baterai lithium-ion bekerja lebih optimal saat kapasitasnya berada pada kisaran 20 hingga 80 persen. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak terlalu sering melakukan pengisian hingga penuh.

Baca Juga :  Harga Avanza Veloz 2016 Bekas Tahun 2026: Masih Jadi Buruan Keluarga karena Irit dan Bandel

Selain itu, penggunaan fast charging secara berlebihan juga dapat mempercepat penurunan kualitas baterai. Meski menawarkan proses pengisian yang lebih cepat, teknologi DC fast charging menghasilkan suhu yang lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi sel baterai.

Untuk penggunaan harian, pengisian daya dengan charger AC lebih di sarankan karena cenderung lebih aman bagi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Pengguna juga perlu menghindari kebiasaan meninggalkan mobil dalam kondisi baterai penuh atau kosong dalam waktu lama. Jika kendaraan tidak digunakan dalam periode tertentu, kapasitas baterai idealnya berada di sekitar 50 persen.

Paparan Suhu Panas Ekstrem Mempercepat Degradasi

Suhu lingkungan turut memengaruhi performa dan umur baterai kendaraan listrik. Memarkir mobil di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu baterai secara signifikan.

Akibatnya, reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat dan berpotensi merusak sel-selnya. Dalam kondisi tertentu, panas berlebih bahkan dapat menyebabkan baterai menggelembung dan meningkatkan risiko kebocoran. Karena itu, pemilik mobil listrik di sarankan memilih area parkir yang teduh atau menggunakan pelindung kendaraan saat parkir di luar ruangan.

Baca Juga :  Rincian Pajak Toyota Avanza 1.5 L Tahun 2026: Varian Terendah Mulai Rp4,4 Juta

Benturan dan Kurangnya Perawatan Bisa Menjadi Ancaman

Selain faktor pengisian daya dan suhu, kerusakan fisik juga dapat memengaruhi kondisi baterai. Posisi baterai yang umumnya berada di bagian bawah kendaraan membuat komponen ini rentan terkena benturan saat melewati jalan rusak, genangan air, atau kerikil. Benturan keras berpotensi memicu kerusakan internal, korsleting, hingga kebocoran pada sistem baterai. Oleh karena itu, pengemudi perlu lebih berhati-hati saat melintasi medan yang kurang baik.

Di sisi lain, perawatan rutin juga tidak boleh di abaikan. Pemeriksaan sistem Battery Management System (BMS) secara berkala penting dilakukan untuk memastikan sistem pendingin bekerja optimal dan kondisi sel baterai tetap terpantau. Dengan menerapkan pola penggunaan yang benar serta melakukan perawatan secara rutin, pemilik kendaraan listrik dapat menjaga performa baterai tetap optimal dan memperpanjang usia pakainya.

(A/*)

Berita Terkait

BYD Targetkan Program Pendidikan Menjangkau 45 Kota
Daftar 9 Kendaraan yang Dapat Diskon Pajak PKB di Jakarta
Wuling Promosikan Mobil Listrik Lewat Toy Story 5
Harga Mobil LCGC Termurah Juni 2026, Mulai Rp140 Jutaan
Perbandingan Pajak Fortuner vs Pajero Sport 2026
Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Jelajah Sulawesi
Jaecoo J7 SHS Jadi SUV Hybrid Premium Pilihan di Indonesia
Update Harga Honda PCX dan Yamaha Nmax Juni 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:00 WIB

Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak, Ini Penyebabnya

Senin, 15 Juni 2026 - 10:07 WIB

BYD Targetkan Program Pendidikan Menjangkau 45 Kota

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:03 WIB

Daftar 9 Kendaraan yang Dapat Diskon Pajak PKB di Jakarta

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:05 WIB

Wuling Promosikan Mobil Listrik Lewat Toy Story 5

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:05 WIB

Harga Mobil LCGC Termurah Juni 2026, Mulai Rp140 Jutaan

Berita Terbaru

Harga BBM Hari Ini 15 Juni 2026, Shell,BP-AKR Dan VIVO(Foto: shasolo)

Finansial

Harga BBM Hari Ini 15 Juni 2026, Shell,BP-AKR Dan VIVO

Senin, 15 Jun 2026 - 21:02 WIB

Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak, Ini Penyebabnya
(Foto: ilustrasi
/gridoto)

Otomotif

Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak, Ini Penyebabnya

Senin, 15 Jun 2026 - 20:00 WIB

Adopsi AI Harus Terukur, Perusahaan Jangan Terjebak FOMO(Foto: asosiasi)

Teknologi

Adopsi AI Harus Terukur, Perusahaan Jangan Terjebak FOMO

Senin, 15 Jun 2026 - 15:00 WIB

Fakta Menarik Film Cerita Lila, Tantangan Berat Para Pemain
(Foto: Dok. MVP Pictures/luputan6)

Showbiz

Fakta Menarik Film Cerita Lila, Tantangan Berat Para Pemain

Senin, 15 Jun 2026 - 14:06 WIB

MIND ID Unjuk Gigi Kelola Limbah Tambang di Invirotech 2026
(Foto: globalbusiness)

Lifestyle

MIND ID Unjuk Gigi Kelola Limbah Tambang di Invirotech 2026

Senin, 15 Jun 2026 - 13:02 WIB