Selat Hormuz Dibuka, Dua Kapal Tanker Pertamina Siapkan Rencana Pelayaran

Skenario Pelayaran Darurat Pertamina Usai Pembukaan Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Dok. PIS/detik)

(Foto: Dok. PIS/detik)

Berito.id – Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Pride dan Gamsunoro, bersiap meninggalkan posisi siaga di Teluk Persia. Langkah ini menyusul pengumuman resmi pemerintah Iran yang membuka kembali akses navigasi di Selat Hormuz. Jalur laut paling krusial di dunia ini sempat menjadi titik buntu bagi distribusi energi global akibat ketegangan geopolitik.

Manajemen PIS kini bergerak cepat menyusun passage plan atau rencana pelayaran yang sangat spesifik. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Risiko keamanan tetap menjadi variabel utama meski blokade telah di cabut.

Identifikasi Risiko dan Navigasi Ketat

Pertamina tidak sekadar memerintahkan kapal untuk berlayar. Ada protokol teknis yang harus di lewati. “Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” ujar Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga :  OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Persiapan tersebut mencakup empat poin krusial:

  • Penyusunan rute alternatif yang paling minim ancaman.

  • Identifikasi risiko keamanan secara real-time.

  • Optimalisasi sistem navigasi elektronik.

  • Penyusunan rencana kontingensi jika situasi mendadak berubah di tengah laut.

Jalur Diplomatik dan Keamanan Muatan

Negosiasi di balik layar menjadi kunci keberhasilan operasi ini. PIS aktif menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memastikan payung diplomatik tetap kuat selama kapal melintasi perairan sensitif tersebut. Koordinasi juga di lakukan bersama perusahaan asuransi serta pemilik kargo untuk memitigasi potensi kerugian finansial.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” tegas Vega. Hal ini menjadi standar absolut mengingat muatan energi yang dibawa sangat vital bagi stabilitas stok nasional.

Baca Juga :  Setara Harga Motor! Ini Estimasi Modal Gacha X-Suit Blood Raven dan Pharaoh di PUBG Mobile

Posisi Terakhir: Al Jubail dan Dubai

Berdasarkan data pantauan dari Vessel Finder, kedua kapal tersebut telah berada dalam posisi “siaga penuh” sejak pekan lalu. Pertamina Pride sebelumnya terdeteksi mematung di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Di sisi lain, Kapal Gamsunoro tercatat berada di posisi strategis lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Pembukaan Selat Hormuz ini menjadi napas lega bagi industri energi. Kelancaran kedua kapal ini melewati titik sempit Hormuz akan menentukan kecepatan distribusi pasokan minyak ke tanah air. Pertamina kini hanya menunggu jendela waktu paling aman untuk memulai pergerakan baling-baling kapal menuju perairan terbuka. (Nd)

Berita Terkait

Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
Setoran Freeport Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Pembagiannya
Menguak Sisi Gelap Dinasti Gucci yang Tak Terungkap di Label Harga
Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak
Negara Teluk Kompak Tolak Pungutan Tarif di Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Diplomasi AS-Iran Gagal, Brent Tembus USD 108
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Hokkaido Jepang, Pusat Berada di Sarabetsu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:04 WIB

Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:01 WIB

Setoran Freeport Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Pembagiannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:00 WIB

Menguak Sisi Gelap Dinasti Gucci yang Tak Terungkap di Label Harga

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak

Berita Terbaru