Berito.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mendarat di Bandara Orly, Paris, Prancis pada Selasa (26/5) pagi waktu setempat. Kedatangan kepala negara di sambut secara resmi oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, Jean-Pierre Farandou, beserta pasukan jajar kehormatan.
Kunjungan ini merupakan balasan atas kehadiran Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025 lalu. Momen ini sekaligus mempertegas kedekatan kedua pemimpin yang telah intens berkomunikasi lewat serangkaian pertemuan sejak Juli 2025 hingga April 2026.
Menuju Kemitraan Strategis Komprehensif
Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa kedua presiden berencana meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Comprehensive Strategic Partnership. Langkah ini mencerminkan betapa pentingnya peran kedua negara dalam menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian politik global.
“Peningkatan kemitraan ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Prancis untuk berkontribusi pada perdamaian dunia yang berbasis aturan,” tulis Kemlu RI, Selasa (26/5).
Agenda Strategis dan Silaturahmi WNI
Selama di Paris, Presiden Prabowo di jadwalkan membahas sejumlah sektor krusial, di antaranya:
-
Pertahanan dan Ketahanan Nasional
-
Energi Terbarukan dan Mineral Penting
-
Investasi Hilirisasi dan Ekosistem Industri
-
Sains, Pendidikan, dan Inovasi Teknologi
Indonesia dipandang sebagai mitra kunci Eropa di kawasan Asia, sementara Prancis memegang peran strategis sebagai jembatan hubungan Asia Tenggara dengan Benua Biru.
Sebelum memulai rangkaian agenda formal, Presiden Prabowo di jadwalkan melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5). Beliau juga akan menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia (WNI) di Wisma KBRI Paris guna menyapa masyarakat yang telah antusias menyambut kedatangannya sejak pagi hari. (Aat/*)






