Tips Off-Road Tanpa Siksa Kendaraan: Pembalap Reli Ungkap Cara ‘Main Tanah’ yang Benar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tips Off-Road Tanpa Siksa Kendaraan: Pembalap Reli Ungkap Cara 'Main Tanah' yang Benar (Foto: AI)

Tips Off-Road Tanpa Siksa Kendaraan: Pembalap Reli Ungkap Cara 'Main Tanah' yang Benar (Foto: AI)

Berito.id – Menjelajahi alam bebas dengan kendaraan tangguh kini bukan lagi sekadar hobi ekstrem bagi segelintir orang. Tren “main tanah” atau off-road mulai di gandrungi masyarakat urban yang ingin melepas penat dari kemacetan kota. Namun, bagi Anda yang baru ingin mencicipi sensasi jalur non-aspal, persiapan matang adalah harga mati agar petualangan tidak berubah jadi petaka.

Brand SUV Jaecoo berkolaborasi dengan pembalap reli nasional, Julian Johan, membagikan perspektif baru tentang cara menikmati off-road yang elegan, aman, dan tetap nyaman. Berikut adalah panduan esensial bagi Anda yang ingin memulai.

Cukup 15 Menit untuk Bangun Rasa Percaya Diri

Banyak orang membayangkan off-road harus langsung terjun ke kubangan lumpur dalam atau tanjakan curam yang mengancam nyawa. Padahal, memulai dari hal kecil jauh lebih efektif untuk jangka panjang.

Julian Johan menyarankan pemula untuk menjajal jalur non-aspal ringan selama minimal 15 menit. Durasi singkat ini sangat krusial bagi otak dan tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan karakter permukaan jalan. Dengan memulai di jalur yang tidak terlalu ekstrem, pengemudi bisa lebih fokus merasakan bagaimana ban berinteraksi dengan tanah atau kerikil sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat.

Utamakan ‘Finesse’ Daripada Injak Gas Dalam

Di jalan raya, kecepatan mungkin menjadi tolok ukur. Namun di jalur off-road, kendali penuh adalah segalanya. Julian menekankan pentingnya pendekatan yang halus atau finesse dalam mengoperasikan kendaraan.

“Kuncinya adalah bagaimana menjaga kontrol dan membaca permukaan jalan. Pendekatan yang lebih halus sangat penting karena daya cengkram ban di jalur non-aspal jauh lebih rendah,” ungkap Julian.

Karena traksi yang minim, menginjak gas terlalu dalam justru akan membuat ban kehilangan cengkraman (spin) dan sulit di kendalikan. Membaca kontur jalan dan mengatur momentum adalah seni yang harus dikuasai setiap off-roader pemula.

Baca Juga :  Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru

Aturan Emas: Dilarang ‘Solo Career’ di Jalur Ekstrem

Seberapa pun canggihnya kendaraan Anda, jangan pernah memasuki jalur off-road sendirian. Alam memiliki kejutan yang tidak bisa di prediksi, mulai dari cuaca yang tiba-tiba berubah hingga kendala teknis pada mesin.

Sangat disarankan untuk melakukan aktivitas ini dalam bentuk konvoi atau minimal bersama satu kendaraan pendamping. Kehadiran rekan seperjalanan memastikan adanya bantuan (recovery) segera jika salah satu kendaraan terjebak. Keamanan kolektif jauh lebih berharga daripada kebanggaan menaklukan jalur sendirian.

Persiapan Alat Recovery Meski Lokasi Dekat Kota

Kesalahan klasik pemula adalah meremehkan jalur yang lokasinya dekat dengan pemukiman atau pusat kota. Mereka sering kali berangkat dengan tangan kosong tanpa membawa alat bantu dasar.

Baca Juga :  KPK Incar Dugaan Pemerasan oleh Bupati Tulungagung

Padahal, perlengkapan seperti towing strap (tali penarik) wajib berada di dalam bagasi. Tanpa persiapan ini, kendala kecil seperti ban selip bisa menjadi urusan panjang yang melelahkan. Persiapan yang matang memisahkan antara petualang sejati dengan pengendara amatir yang ceroboh.

Teknologi Modern: Off-Road Tak Lagi Berarti ‘Sakit Badan’

Dulu, off-road identik dengan guncangan keras yang melelahkan fisik. Namun, teknologi otomotif terkini telah mengubah paradigma tersebut. Kendaraan modern kini didesain dengan suspensi dan sistem penggerak cerdas yang mampu meredam guncangan di medan kasar namun tetap stabil di aspal mulus.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah kehadiran sistem seperti pada J8 SHS-P ARDIS. Teknologi ini memungkinkan transisi yang halus antara penggunaan harian di dalam kota dengan ketangguhan saat harus melibas jalur berlumpur. Dengan kendaraan yang tepat, Anda bisa menikmati keindahan alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan kabin.

Tips Tambahan untuk Anda: Sebelum berangkat, pastikan tekanan ban sedikit dikurangi (sesuai spesifikasi medan) untuk menambah luas penampang ban yang menempel ke tanah. Hal ini akan sangat membantu meningkatkan traksi saat melewati jalanan berpasir atau berlumpur tipis. Selamat berpetualang! (Nd)

Berita Terkait

Hanya 300 Unit! Wuling Aira EV Toy Story 5 Siap Diburu Kolektor dan Penggemar Disney
Usai Resmikan Pabrik, Mazda Langsung Debutkan Tiga Mobil Baru di GIIAS 2026
Harga Toyota Voxy R90 Bekas Mulai Rp 300 Jutaan, Simak Kisaran Terbarunya
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Sunra Dukung Motor Listrik Nasional, Siap Kolaborasi Percepat Transisi Energi Hijau
BMW iX3 Terbaru: SUV Listrik Premium dengan Teknologi Heart of Joy
Daftar Mobil Listrik Rp500 Jutaan Terbaru di Indonesia 2026
Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Hanya 300 Unit! Wuling Aira EV Toy Story 5 Siap Diburu Kolektor dan Penggemar Disney

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

Usai Resmikan Pabrik, Mazda Langsung Debutkan Tiga Mobil Baru di GIIAS 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:00 WIB

Harga Toyota Voxy R90 Bekas Mulai Rp 300 Jutaan, Simak Kisaran Terbarunya

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sunra Dukung Motor Listrik Nasional, Siap Kolaborasi Percepat Transisi Energi Hijau

Berita Terbaru