Harga Perak Antam Senin 6 April 2026 Turun Lagi, Saatnya Borong untuk Investasi?

Perak Antam Kembali Terkoreksi, Peluang Baru bagi Investor Alternatif?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Perak Antam Senin 6 April 2026 Turun Lagi, Saatnya Borong untuk Investasi?

Harga Perak Antam Senin 6 April 2026 Turun Lagi, Saatnya Borong untuk Investasi?

Berito.id – Memasuki pekan pertama April 2026, tren pelemahan melanda pasar logam mulia domestik. Bagi Anda yang sedang memantau instrumen investasi selain emas, pergerakan harga perak hari ini mungkin menjadi sinyal penting. Senin (6/4/2026), PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi merilis harga perak yang menunjukkan penurunan tipis namun berkelanjutan dari tren pekan lalu.

Perak sering kali dijuluki sebagai “emas orang miskin” karena harganya yang jauh lebih terjangkau namun memiliki fungsi lindung nilai (hedging) yang serupa. Penurunan harga di awal pekan ini tentu menjadi perhatian bagi para pelaku pasar yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka di tengah tingginya harga emas dunia.

Rincian Harga Perak Antam 6 April 2026

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini di banderol sebesar Rp 46.200 per gram. Angka ini turun Rp 350 di bandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu yang sempat bertengger di level Rp 46.550 per gram.

Pelemahan ini sejalan dengan kondisi pasar global. Harga perak spot internasional tercatat anjlok hingga 2,76% ke level US$ 73 per ons troi pada akhir pekan kemarin. Tekanan jual yang kuat di pasar global akibat penguatan dolar AS menjadi pemicu utama mengapa harga perak di Butik Emas Antam ikut melandai.

Baca Juga :  PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI DJKI, Perkuat Legalitas Iklan Digital

Daftar Harga Produk Perak Batangan

Meskipun harga per gram telah ditetapkan, investor perlu mencatat rincian harga untuk ukuran batangan yang lebih besar:

  • Perak Batangan 250 Gram: Rp 11.950.000 (Harga dasar, belum termasuk PPN 11%)

  • Perak Batangan 500 Gram: Rp 23.100.000 (Harga dasar, belum termasuk PPN 11%)

Catatan: Per 6 April 2026, stok perak batangan ukuran 250 gram dan 500 gram dilaporkan sedang kosong di situs resmi. Investor disarankan memantau ketersediaan stok secara berkala.

Mengapa Harga Perak Terus Fluktuatif?

Volatilitas harga perak di tahun 2026 ini memang tergolong tinggi. Jika menilik ke belakang, pada Februari lalu harga perak sempat melonjak hingga Rp 48.400 per gram, namun kembali merosot tajam pada Maret mengikuti jejak pelemahan harga emas dunia.

Baca Juga :  Strategi United Bike Dominasi Pasar Lokal Lewat Lini Sepeda Anak yang Semakin Sporty

Faktor geopolitik, terutama ketegangan di Timur Tengah, sangat berperan dalam membentuk ekspektasi inflasi. Ketika risiko inflasi meningkat, ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya ikut menguat, yang secara teoritis memberikan tekanan negatif pada aset yang tidak menghasilkan bunga seperti perak dan emas.

Tips Investasi: Memilih Antara Perak Batangan atau Butiran

Antam tidak hanya menyediakan perak untuk investasi, tetapi juga untuk kebutuhan industri melalui Perak Butiran Murni 99,95%. Produk ini biasanya menjadi incaran para perajin perhiasan.

Bagi Anda yang murni bertujuan untuk investasi jangka panjang, Perak Batangan tetap menjadi pilihan utama. Selain memiliki sertifikasi internasional dari London Bullion Market Association (LBMA), perak batangan Antam juga memiliki likuiditas yang tinggi, artinya sangat mudah untuk dijual kembali (buyback) saat Anda membutuhkan dana tunai.

Pilihlah seri khusus seperti Antam Heritage jika Anda menginginkan nilai kolektibilitas tambahan selain dari berat murninya. Pastikan selalu bertransaksi melalui kanal resmi untuk menjamin keaslian produk dan mendapatkan harga real-time yang akurat. (Nd)

Berita Terkait

China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak
BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM
Defisit Neraca Pembayaran RI Melonjak Kuartal I-2026 akibat Tekanan Global
IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.187, Bursa Saham Asia Kompak Menguat
BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda
BI Batasi Pembelian Dolar Mulai Juni 2026, Strategi Redam Spekulasi Pasar Valas
Pekerja Informal Sulit KPR? Skema Rent to Own Jadi Solusi Rumah Subsidi
5 Aplikasi Pengatur Keuangan Android Terbaik untuk Bebas Finansial
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:07 WIB

China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak

Senin, 25 Mei 2026 - 17:09 WIB

BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM

Senin, 25 Mei 2026 - 12:03 WIB

Defisit Neraca Pembayaran RI Melonjak Kuartal I-2026 akibat Tekanan Global

Senin, 25 Mei 2026 - 09:38 WIB

IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.187, Bursa Saham Asia Kompak Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:05 WIB

BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda

Berita Terbaru

Masjidil Haram Sepi, Jutaan Jemaah Mulai Padati Arafah (Foto:   Foto: Youtube @qurantvsa/kumparan)

Khasanah

Masjidil Haram Sepi, Jutaan Jemaah Mulai Padati Arafah

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:07 WIB