Ditjen Migas Kementerian ESDM Mulai Uji Laboratorium Bahan Bakar Bobibos

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ditjen Migas Kementerian ESDM Mulai Uji Laboratorium Bahan Bakar Bobibos (Foto: AI)

Ditjen Migas Kementerian ESDM Mulai Uji Laboratorium Bahan Bakar Bobibos (Foto: AI)

Berito.id – Inovasi energi tanah air kembali mencuat. Kali ini, perhatian tertuju pada Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!. Produk hasil kreativitas M. Ikhlas Thamrin ini bukan sekadar wacana. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM kini bergerak cepat memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk mematangkan pengujian teknis.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan 14 April lalu. Tujuannya jelas: memastikan standardisasi dan klasifikasi sebelum cairan ini benar-benar bisa mengalir di tangki kendaraan masyarakat luas.

Oktan 98 dengan Emisi Nyaris Nol

Apa yang membuat Bobibos istimewa? Jawabannya ada pada bahan baku dan performa. Biofuel ini di klaim diproduksi dari jerami dan tanaman yang mudah tumbuh, menjadikannya pilihan ramah lingkungan di tengah tekanan krisis energi global.

Baca Juga :  Adu Gengsi Android 15 vs iOS 18: Siapa Raja Baru di Dunia Mobile Gaming?

“Pemanggilan ini untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi produk,” ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, dalam keterangan resmi pada Minggu (26/4).

Secara teknis, Bobibos di klaim memiliki angka oktan (RON) 98. Level ini setara dengan bahan bakar kelas atas yang beredar di pasaran saat ini. Namun, tantangan terbesarnya adalah membuktikan klaim emisi nol tersebut melalui rangkaian tes ketat di Lemigas.

Uji Akuntabilitas di Tangan Lemigas

Pemerintah memegang prinsip kehati-hatian. Lemigas di tunjuk sebagai eksekutor penuh untuk membedah apakah Bobibos masuk kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) atau Bahan Bakar Minyak (BBM). Prosesnya di mulai dengan pengambilan sampel sesuai standar internasional ASTM D4057 pada tangki penyimpanan.

Baca Juga :  Seskab Teddy Tegaskan Prioritas Diplomasi Prabowo saat Bertemu Pemimpin Dunia

Standardisasi ini mendesak di lakukan. Sebelumnya, identifikasi internal PT Inti Sinergi Formula menemukan bahwa spesifikasi produk mereka masih harus di sesuaikan dengan beberapa parameter standar pemerintah.

Noor menegaskan, pengawasan ketat ini di lakukan demi dua hal utama:

  1. Perlindungan Konsumen: Menghindari risiko kerusakan mesin kendaraan.

  2. Kepastian Hukum: Memberikan dasar kuat bagi masyarakat jika produk tidak sesuai standar yang di janjikan.

“Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel,” tambah Noor. Jika berhasil melewati lubang jarum pengujian ini, Bobibos bisa menjadi tonggak baru kemandirian energi nasional yang berasal dari limbah pertanian lokal. ***

Berita Terkait

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045
Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih Mulai September 2026? Ini Rencana Pemerintah
Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026
Universitas Republik Indonesia Bakal Hadir di 10 Lokasi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:00 WIB

Rekrutmen Akpol 2026 Pakai Tes Komputer dan Soal Olimpiade

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:00 WIB

Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:00 WIB

JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
(Foto: Google/liputan6
/AI)

Teknologi

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:00 WIB

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu
(Foto: kapanlagi/sisipublik
/AI)

Showbiz

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:00 WIB