Berito.id – Raksasa industri gim asal Jepang, Capcom, mengukir sejarah baru pada tahun fiskal 2025-2026. Perusahaan ini melaporkan volume penjualan global mencapai 59,07 juta kopi. Angka ini mencerminkan lonjakan tajam sebesar 13,9 persen di bandingkan periode fiskal sebelumnya, sekaligus menetapkan standar pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan hingga Maret 2026.
Lini Resident Evil tetap memegang peran krusial sebagai mesin uang utama. Seri terbaru, Resident Evil Requiem, sukses mencuri perhatian pasar dengan angka penjualan menyentuh 6,91 juta unit. Keberhasilan judul anyar ini tidak hanya memperkokoh posisi Capcom di puncak pasar gim horor, tetapi juga membuktikan loyalitas komunitas global terhadap waralaba tersebut.
Pencapaian Capcom tidak hanya bersandar pada judul baru. Gim-gim katalog lama masih menunjukkan daya pikat tinggi. Remake Resident Evil 4 berhasil terjual 3,69 juta kopi, sementara Resident Evil Village dan Remake Resident Evil 3 masing-masing menyumbang 3,62 juta dan 3,46 juta unit. Berikut adalah rincian performa 10 gim utama Capcom selama periode 2025-2026:
-
Resident Evil Requiem: 6,91 juta kopi (Judul baru)
-
Remake Resident Evil 4: 3,69 juta kopi (Akumulasi: 13,6 juta)
-
Resident Evil Village: 3,62 juta kopi (Akumulasi: 14,93 juta)
-
Remake Resident Evil 3: 3,46 juta kopi (Akumulasi: 13,36 juta)
-
Remake Resident Evil 2: 2,91 juta kopi (Akumulasi: 18,32 juta)
-
Devil May Cry 5: 2,71 juta kopi (Akumulasi: 12,94 juta)
-
Resident Evil 7 Biohazard: 2,61 juta kopi (Akumulasi: 17,4 juta)
-
Street Fighter 6: 2,04 juta kopi (Akumulasi: 6,71 juta)
-
Resident Evil 6: 1,86 juta kopi (Akumulasi: 16,88 juta)
-
Resident Evil 5: 1,7 juta kopi (Akumulasi: 19,01 juta)
Tren konsumsi pemain kini bergeser drastis ke arah digital. Laporan internal menunjukkan 93 persen dari total transaksi berasal dari unduhan digital. Fakta ini menegaskan bahwa format fisik mulai di tinggalkan oleh para pemain di pasar besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan China. Selain itu, gim katalog lama atau back-catalog menyumbang lebih dari 80 persen total volume penjualan tahunan, yang membuktikan kualitas jangka panjang dari produk yang di rilis Capcom.
Langkah strategis ke depan melibatkan investasi besar pada teknologi pengembangan. Capcom mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) generatif dan optimalisasi mesin gim mandiri demi memacu produktivitas. Fokus ini bertujuan menciptakan ekosistem pengembangan yang lebih efisien tanpa menurunkan kualitas grafis maupun mekanisme permainan.
Menatap tahun fiskal 2027, manajemen menetapkan target ambisius sebesar 65 juta unit penjualan global. Strategi ini akan di topang oleh peluncuran judul-judul yang sangat di nantikan seperti Pragmata, Onimusha: Way of the Sword, dan Mega Man: Dual Override. Rejuvenasi waralaba klasik dengan teknologi modern di prediksi menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.
Ekspansi Capcom melampaui batas perangkat konsol. Mereka tengah menyiapkan amunisi di industri sinematik melalui anime Devil May Cry serta film layar lebar Street Fighter yang di jadwalkan tayang Oktober mendatang. Bagi penggemar, ini berarti ekosistem hiburan yang lebih luas, sementara bagi investor, ini merupakan sinyal diversifikasi pendapatan yang menjanjikan. Segera persiapkan ruang penyimpanan konsol Anda, karena gelombang gim berkualitas dari Capcom tampaknya belum akan mereda. (Nd/*)






