Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 11:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim   (Foto: AFP/PRAKASH MATHEMA/cnnindonesia)

Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim (Foto: AFP/PRAKASH MATHEMA/cnnindonesia)

Berito.id – Atap dunia setinggi 8.849 mdpl kembali menjadi saksi bisu kehebatan Kami Rita Sherpa. Pada Minggu (17/5/2026) pukul 10.12 waktu setempat, pria berusia 56 tahun ini menjejakkan kaki di puncak Gunung Everest untuk yang ke-32 kalinya. Keberhasilan ini menghancurkan rekornya sendiri dan mengukuhkan posisinya sebagai manusia dengan jumlah pendakian terbanyak dalam sejarah modern.

Khim Lal Gautam, Koordinator Everest Base Camp Departemen Pariwisata Nepal, mengonfirmasi bahwa Kami Rita memimpin tim ekspedisi internasional dari 14 Peaks Expedition sebelum akhirnya segera turun kembali menuju base camp. Perjalanan ini bukanlah hal baru baginya. Sejak memulai debut pada 1994 di usia 24 tahun, putra dari seorang sirdar (kepala Sherpa) di Desa Thame ini hampir tidak pernah melewatkan musim pendakian. Ia tercatat hanya berhenti saat jalur pendakian di tutup total akibat bencana alam atau pandemi global.

Bekerja di Antara Maut dan Tanggung Jawab

Popularitas bukan motivasi utama di balik pencapaian fantastis ini. Bagi Kami Rita, setiap langkah menuju puncak adalah murni profesionalisme. Ia menegaskan bahwa prioritasnya adalah memastikan keselamatan para pendaki yang menggunakan jasanya. Pendekatan pragmatis ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sherpa yang kini menghadapi risiko lebih tinggi di lapangan.

Baca Juga :  Pesan Hangat Putin di Hari Lebaran: Soroti Nilai Moral Islam dan Pengabdian Patriotik

Data menunjukkan bahwa profesi pemandu gunung di Himalaya kian berisiko. Sepanjang musim pendakian 2026, setidaknya lima nyawa melayang di kawasan pegunungan Nepal, dengan tiga kematian terjadi tepat di lereng Everest. Minimnya pemandu berpengalaman serta tuntutan standar keselamatan yang kian ketat menjadi tantangan besar bagi operator ekspedisi saat ini.

Ancaman Nyata Perubahan Iklim

Statistik keberhasilan Kami Rita muncul di tengah kondisi alam yang semakin tidak stabil. Suhu di Himalaya meningkat pesat, memicu pencairan es yang lebih cepat dan meningkatkan frekuensi longsoran salju secara drastis. Fenomena ini mengubah lanskap pendakian menjadi medan yang sulit di prediksi, bahkan bagi pendaki veteran sekalipun.

Baca Juga :  Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami!

Meskipun bahaya mengintai, daya tarik Everest belum memudar. Pada hari yang sama dengan pencapaian Kami Rita, lebih dari 70 pendaki lainnya di laporkan berupaya mencapai puncak. Hal ini menunjukkan bahwa industri pariwisata ekstrem Nepal tetap bergeliat meski di hantui krisis iklim.

Rekor Ganda Pendaki Nepal

Sejarah tidak hanya di tulis oleh Kami Rita. Di hari yang sama, Lhakpa Sherpa juga memperkuat dominasi pendaki lokal dengan mencapai puncak Everest untuk yang ke-11 kalinya. Prestasi ini mengukuhkan statusnya sebagai perempuan dengan jumlah pendakian Everest terbanyak di dunia.

Keberhasilan ganda para Sherpa ini menjadi pengingat penting bagi komunitas global mengenai peran krusial penduduk asli Nepal dalam setiap misi eksplorasi di puncak tertinggi bumi. Bagi para pendaki amatir maupun profesional, fenomena ini menekankan satu hal: persiapan teknis yang matang dan pemahaman terhadap perubahan kondisi gunung adalah kunci utama keselamatan dalam menaklukkan Himalaya. (Nd/*)

Berita Terkait

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang
Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk
Wellah Hatta Jadi Sosok Indonesia di Final Piala Dunia 2026
Rekomendasi Wisata Alam Pinggir Kota untuk Liburan Singkat, Healing Tanpa Perlu Ambil Cuti
Pau Cubarsi Bersinar, Pernah Main di Indonesia Sebelum Juara Piala Dunia 2026
5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi
Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia
Tren Liburan Gen Z Bergeser, Kini Cari Pengalaman yang Lebih Bermakna
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Wellah Hatta Jadi Sosok Indonesia di Final Piala Dunia 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:00 WIB

Rekomendasi Wisata Alam Pinggir Kota untuk Liburan Singkat, Healing Tanpa Perlu Ambil Cuti

Senin, 20 Juli 2026 - 21:10 WIB

Pau Cubarsi Bersinar, Pernah Main di Indonesia Sebelum Juara Piala Dunia 2026

Berita Terbaru