Berito.id – BASE Entertainment bersama KAWI siap menghadirkan film animasi keluarga bertema sepak bola berjudul Garuda di Dadaku. Film animasi Garuda di Dadaku tanpa AI karya anak bangsa ini di jadwalkan tayang di bioskop pada 11 Juni 2026, bertepatan dengan masa libur sekolah. Film tersebut menjadi salah satu tontonan keluarga yang paling di nantikan tahun ini karena mengusung semangat olahraga, nasionalisme, dan kualitas animasi buatan talenta Indonesia.
Di garap Animator Indonesia Tanpa Bantuan AI
Di balik produksi film ini, terdapat nama Ronny Gani yang bertindak sebagai sutradara. Ronny di kenal sebagai animator Indonesia yang telah berkiprah di industri film internasional melalui berbagai proyek besar seperti Avengers, Pacific Rim, Aquaman, dan seri Transformers. Meski teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin banyak digunakan dalam industri kreatif, Ronny memastikan seluruh proses produksi Garuda di Dadaku dilakukan tanpa bantuan AI.
Menurutnya, film yang di kerjakan selama tiga tahun tersebut sepenuhnya mengandalkan kreativitas, kemampuan, dan sentuhan para animator lokal. Ronny menegaskan bahwa tim produksi masih menaruh kepercayaan besar pada kualitas karya yang di hasilkan manusia. Ia juga meyakini sentuhan kreatif manusia mampu menghadirkan hubungan emosional yang lebih kuat dengan penonton.
Film animasi Garuda di Dadaku tanpa AI Misi Membangun Industri Animasi Nasional
Produser film, Shanty Harmayn, menyampaikan bahwa proyek Garuda di Dadaku tidak hanya bertujuan menghasilkan film berkualitas, tetapi juga memperkuat industri animasi Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta animator yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, penggunaan AI tidak sejalan dengan visi produksi yang ingin mendorong lahirnya karya animasi layar lebar secara berkelanjutan.
Shanty berharap film ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem animasi nasional yang semakin kuat dan konsisten menghasilkan karya berkualitas.
Di perkuat Deretan Pengisi Suara Ternama
Untuk menghidupkan karakter dalam film, Garuda di Dadaku menggandeng sejumlah aktor, aktris, dan kreator konten sebagai pengisi suara. Beberapa nama yang terlibat antara lain Keanu Azka, Kristo Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, serta Emir Mahira. Kehadiran para pengisi suara dari berbagai generasi di harapkan mampu memberikan karakter yang kuat sekaligus memperkaya pengalaman menonton.
Film animasi Garuda di Dadaku tanpa AI Siap Menjadi Tontonan Keluarga
Dengan kualitas visual hasil karya animator Indonesia, komitmen produksi tanpa AI, serta dukungan para pengisi suara berbakat, Garuda di Dadaku berpotensi menjadi salah satu film animasi keluarga terbaik yang hadir pada pertengahan 2026.
Film ini juga menjadi bukti bahwa industri animasi Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya layar lebar yang kompetitif dan mampu menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.
(Aat/*)






