Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro

Krisis pasokan chip memori global dan lonjakan biaya produksi memaksa Apple mempertimbangkan penyesuaian harga pada lini iPhone, iPad, hingga Mac.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro
(Foto: dbklik)

Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro (Foto: dbklik)

Berito.idApple yang selama ini dikenal mampu menjaga stabilitas harga produknya kini menghadapi tekanan baru dari krisis pasokan memori global. Lonjakan harga chip DRAM dan NAND membuat perusahaan harus mempertimbangkan penyesuaian harga di berbagai lini produk.

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa kenaikan harga produk tidak lagi bisa dihindari di tengah kondisi pasar yang semakin tidak stabil. “Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari,” ujar Cook dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang dikutip pada Kamis (18/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Apple selama ini berupaya menahan dampak kenaikan biaya agar tidak langsung dibebankan ke konsumen. Namun, tekanan rantai pasok kini semakin berat. “Kami sudah melakukan yang terbaik untuk memitigasi kenaikan biaya. Kami mencoba melindungi pelanggan, tetapi situasinya semakin tidak berkelanjutan,” lanjutnya.

Apple Belum Ungkap Produk yang Terdampak

Cook tidak menjelaskan produk mana yang akan mengalami kenaikan harga maupun waktu penerapannya. Namun, pasar memperkirakan dampaknya bisa meluas ke berbagai lini perangkat Apple. Peluncuran seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang di jadwalkan pada September disebut berpotensi menjadi awal penyesuaian harga baru.

Baca Juga :  Rekomendasi Tablet Layar 2K Terbaik 2026: Visual Mewah, Performa Gak Main-main!

Selain iPhone, perangkat lain seperti iPad, Mac, Apple Watch, hingga Apple Vision Pro juga berisiko terdampak. Semua produk tersebut menggunakan chip memori DRAM dan penyimpanan NAND yang saat ini harganya terus meningkat.

Tekanan Pasokan dan Permintaan AI Jadi Pemicu

Cook menjelaskan bahwa pasar saat ini menghadapi ketidakseimbangan serius. Di satu sisi, pasokan menurun, sementara permintaan perangkat konsumen tetap tinggi.

Di sisi lain, produsen memori justru mengalihkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI). “Kita benar-benar membutuhkan harga dan pasokan memori kembali ke tingkat yang wajar,” tegas Cook.

Kenaikan Harga iPhone Bisa Mencapai Ratusan Dolar

Laporan Wall Street Journal menyebut Apple kemungkinan harus menaikkan harga perangkat secara signifikan agar tetap menjaga margin keuntungan.

Baca Juga :  Modus Kalkulator Manipulatif di App Store, Apple Jegal Miliaran Akun Kloning

Firma riset TechInsights memperkirakan harga iPhone 18 Pro bisa naik hingga sekitar USD 270 jika Apple ingin mempertahankan profit saat ini.

Produsen Chip Fokus ke Kebutuhan AI

Perusahaan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology terus meningkatkan produksi chip. Namun, sebagian besar kapasitas mereka di alihkan untuk memenuhi permintaan server AI di pusat data. Akibatnya, pasokan chip untuk perangkat konsumen di perkirakan tetap tertinggal dari permintaan dalam beberapa waktu ke depan.

Krisis Mirip “Banjir 100 Tahun Sekali”

Cook menggambarkan kondisi krisis memori saat ini sebagai peristiwa langka yang hanya terjadi dalam jangka waktu sangat panjang. “Saya belum pernah melihat hal seperti ini selama lebih dari 40 tahun,” ungkapnya.

Bukan Hanya Apple yang Tertekan

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tekanan biaya. Beberapa raksasa teknologi lain seperti Microsoft, Nintendo, HP Inc., dan Valve juga mulai mengantisipasi dampak kenaikan harga komponen memori.

(A/*)

Berita Terkait

Triasmitra-MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8
Resmi Hadir Di Indonesia Asus ROG Zephyrus Duo 2026, Ini Harganya!
Update Terbaru Samsung Galaxy Z Rollable
Rekomendasi HP AI Harga 1 Jutaan Juni 2026, Fitur Juara!
Samsung Rilis Mini LED Vision AI dengan Layar hingga 100 Inci
PixVerse R1 Dukung Bahasa Indonesia dan Video AI Real-Time
Riset Prasmul, Alasan AI Kerap Lewatkan Website Resmi Brand
Adopsi AI Harus Terukur, Perusahaan Jangan Terjebak FOMO
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:05 WIB

Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:05 WIB

Triasmitra-MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00 WIB

Resmi Hadir Di Indonesia Asus ROG Zephyrus Duo 2026, Ini Harganya!

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:04 WIB

Update Terbaru Samsung Galaxy Z Rollable

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:05 WIB

Rekomendasi HP AI Harga 1 Jutaan Juni 2026, Fitur Juara!

Berita Terbaru

BI Rate Naik ke 5,75 Persen pada Juni 2026
(Foto: journalarta)

Finansial

BI Rate Naik ke 5,75 Persen pada Juni 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 09:05 WIB

Keterlibatan Glory Harimas Di Kasus Korupsi MBG, Terungkap
(Foto: ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH
/detik)

Nasional

Keterlibatan Glory Harimas Di Kasus Korupsi MBG, Terungkap

Jumat, 19 Jun 2026 - 08:00 WIB

Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro
(Foto: dbklik)

Gadget

Produk Apple Diprediksi Naik Harga,Termasuk iphone 18 Pro

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:05 WIB

Pemkot Sungai Penuh Rotasi 50 Pejabat pada Malam Hari
(Foto: kabarinaja)

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Rotasi 50 Pejabat pada Malam Hari

Kamis, 18 Jun 2026 - 22:10 WIB