Berito.id – Samsung lewat Galaxy Z Fold 8 Ultra. Perangkat lipat terbaru ini memiliki ketebalan hanya 4,1 mm saat di buka, menjadikannya ponsel foldable paling tipis yang pernah di buat Samsung. Meski begitu, kapasitas baterainya justru meningkat menjadi 5.000 mAh, lebih besar di banding generasi sebelumnya yang di bekali baterai 4.400 mAh.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut berasal dari perpaduan inovasi material, desain internal terbaru, dan teknologi baterai generasi baru.
Menurut Ilham, desain yang lebih tipis biasanya membuat beberapa aspek harus di kompromikan. Namun, hal itu tidak terjadi pada Galaxy Z Fold 8 Ultra. Meski dimensinya semakin ramping, perangkat ini tetap membawa baterai yang lebih besar, dari 4.400 mAh menjadi 5.000 mAh. Ia menilai hal tersebut menjadi bukti pengalaman kelas Ultra benar-benar di hadirkan pada perangkat ini.
Silicon Battery Jadi Rahasia Galaxy Z Fold 8 Ultra
Salah satu inovasi utama yang di gunakan Samsung adalah Silicon Battery, teknologi baterai terbaru yang untuk pertama kalinya di terapkan pada lini Galaxy Z Fold. Berbeda dari baterai lithium-ion biasa yang memakai anoda berbahan grafit, Silicon Battery memanfaatkan material berbasis silikon. Material tersebut memiliki tingkat kepadatan energi (energy density) yang lebih tinggi.
Teknologi ini memungkinkan Samsung membuat sel baterai yang lebih tipis, tetapi tetap mampu menyimpan energi lebih banyak di ruang yang sama. Berkat inovasi tersebut, Galaxy Z Fold 8 Ultra dapat membawa baterai berkapasitas 5.000 mAh tanpa membuat bodinya menjadi lebih tebal. Ilham juga menjelaskan bahwa teknologi Silicon Battery pertama kali di terapkan pada seluruh jajaran Galaxy Z Fold 8 Series tahun ini. Dengan begitu, performa baterainya kini di sebut sudah setara dengan yang tersedia pada lini Samsung S-Ultra.
Flex Titanium Di splay Tingkatkan Ketahanan Layar
Samsung juga menghadapi tantangan lain saat membuat ponsel lipat yang lebih tipis, yakni menjaga kekuatan engsel dan struktur layar agar tetap tahan terhadap tekanan maupun benturan. Untuk mengatasi hal tersebut, Samsung menghadirkan arsitektur Flex Titanium Di splay. Jika pada Galaxy Z Fold 7 hanya menggunakan Titanium Plate di lapisan layar, Galaxy Z Fold 8 Ultra kini mendapat tambahan lapisan Flex Titanium Flow.
Material titanium tersebut di pilih karena memiliki rasio kekuatan terhadap bobot yang sangat tinggi. Hasilnya, struktur layar menjadi lebih kokoh tanpa harus menambah ketebalan bodi. Ilham mengatakan teknologi Flex Titanium Di splay membuat Galaxy Z Fold 8 Ultra terasa lebih tangguh. Penambahan Flex Titanium Flow pada lapisan layar di sebut mampu meningkatkan durabilitas perangkat tanpa mengorbankan aspek lain.
Layar Lebih Kokoh, Mekanisme Lipatan Makin Solid
Penerapan Flex Titanium Di splay memberikan beberapa peningkatan penting pada Galaxy Z Fold 8 Ultra. Struktur layar menjadi lebih kuat saat menerima tekanan maupun benturan, sementara mekanisme lipat terasa lebih stabil ketika perangkat di buka dan di tutup.
Selain itu, material titanium membuat sub-lapisan layar lebih kaku sehingga memiliki ketahanan benturan yang lebih baik tanpa menambah ketebalan bodi. Mekanisme Flex Mode juga terasa lebih solid saat di gunakan. Kombinasi teknologi Silicon Battery dan Flex Titanium Di splay membuat Samsung berhasil menghadirkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan desain yang sangat tipis, kapasitas baterai lebih besar, serta durabilitas yang semakin baik untuk penggunaan sehari-hari.
Penulis : Rifqi
Editor : A
Sumber Berita: detik







