Berito.id – Roblox resmi meluncurkan Build, fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna membuat game langsung dari ponsel. Pengguna cukup menuliskan ide dalam bentuk prompt. Setelah itu, AI akan membuat fondasi game yang siap di kembangkan. Fitur ini menjadi bagian dari upaya Roblox agar lebih banyak orang bisa membuat game. Termasuk pengguna yang belum memiliki kemampuan coding maupun pengalaman desain game. Build akan hadir sebagai tab baru di aplikasi Roblox. Fitur ini mulai memasuki tahap uji coba alpha terbatas pada 28 Juli.
Cukup Ketik Prompt, AI Langsung Membuat Game
Lewat Build, pengguna tidak perlu lagi membuka Roblox Studio di komputer untuk memulai proyek baru. Misalnya, pengguna mengetik prompt seperti “buat game petualangan santai di hutan dengan berbagai rintangan lingkungan.” AI kemudian akan membuat dasar permainan. Hasilnya mencakup lingkungan, mekanisme permainan, karakter, dan tampilan visual.
Game yang di hasilkan tetap bisa diedit, diuji, dibagikan kepada teman, atau di kembangkan lebih lanjut melalui Roblox Studio jika membutuhkan fitur tambahan. Roblox menjelaskan bahwa Build memadukan model AI open-source dengan model AI miliknya sendiri. Model tersebut telah dilatih menggunakan data khusus dunia game dan aset 3D. Teknologi itu memungkinkan AI membuat objek tiga dimensi sekaligus menyusun lingkungan permainan yang siap digunakan.
AI Bantu Pengembang Selama Proses Kreasi
Selain Build, Roblox juga menyiapkan berbagai alat AI baru di Roblox Studio. Seluruh fitur tersebut di rancang untuk membantu kreator mengembangkan game. Salah satunya adalah AI yang mampu melakukan playtesting otomatis untuk menemukan bug sebelum game di rilis. Ada juga AI analitik yang bisa menjawab pertanyaan tentang performa game menggunakan bahasa sehari-hari.
Roblox turut mengembangkan AI yang dapat memberikan rekomendasi eksperimen. Tujuannya untuk meningkatkan engagement, retensi pemain, dan monetisasi. Di sisi lain, perusahaan terus menyempurnakan AI generatif untuk pembuatan aset 3D. Setelah menghadirkan Procedural Models dan AI Cube, Roblox kini mengembangkan model baru. Model tersebut mampu menghasilkan satu adegan 3D lengkap hanya dari satu prompt.
Kualitas Game Tetap Jadi Prioritas
Meski AI membuat proses pengembangan lebih cepat, Roblox memastikan sistem rekomendasinya tetap sama. Setiap game hasil AI wajib melewati proses pemeriksaan keamanan sebelum di publikasikan. Selain itu, algoritma Roblox tetap memprioritaskan game dengan retensi dan keterlibatan pemain yang tinggi. Bukan sekadar game yang di buat cepat menggunakan AI. Karena itu, Roblox menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu. Kreativitas pengembang tetap menjadi faktor utama.
Mulai Di uji pada 28 Juli
Build akan memasuki tahap public alpha mulai 28 Juli di Selandia Baru. Pada tahap awal, fitur ini hanya tersedia bagi pengguna berusia minimal 9 tahun yang telah menyelesaikan verifikasi usia. Sementara itu, game yang di buat menggunakan Build dan lolos moderasi dapat di mainkan secara global oleh pengguna berusia 16 tahun ke atas. Roblox mengatakan Build akan di perluas ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan juga akan menghadirkan versi gratis untuk seluruh kreator. Selain itu, tersedia opsi berbayar bagi pengguna yang membutuhkan fitur lebih lengkap.
(A/*)







